Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resep Wingko Babat Panggang, Manis Gurihnya Bikin Ketagihan

4 min read
Resep Wingko Babat Panggang, Manis Gurihnya Bikin Ketagihan
ilustrasi wingko babat panggang (instagram.com/resep_kuemanis)

Jika kamu suka kelapa dan semua kuliner dengan tambahan kelapa di dalamnya, maka bisa jadi kamu akan menyukai wingko babat. Terbuat dari campuran kelapa parut, tepung ketan, dan gula pasir, jajanan tradisional ini memiliki tekstur yang unik. Teksturnya kenyal sekaligus legit dengan rasa manis dan aroma kelapa yang harum. Wingko babat sendiri berasal dari Babat, sebuah kecamatan di Lamongan, Jawa Timur.

Meski begitu kamu gak perlu jauh-jauh ke Lamongan kalau mau mencicipi kue wingko babat. Sama seperti kebanyakan kue tradisional, wingko babat bisa dibuat sendiri di rumah. Jadi bagaimana cara membuatnya? Berikut resep wingko babat panggang!

  1. 1. Bahan Wingko Babat Panggang

    ilustrasi kelapa parut untuk wingko babat panggang
    ilustrasi kelapa parut untuk wingko babat panggang (magnific.com/Magnific)
    1. 300 gram kelapa parut setengah tua
    2. 300 gram tepung ketan
    3. 230 gram gula pasir
    4. 1 butir telur
    5. 170 ml air kelapa
    6. 30 gram margarin, lelehkan
    7. 1/2 sendok teh vanilla extract
    8. 1/2 sendok teh garam
    9. 3 lembar daun pandan

    Bahan olesan:

    1. 1 butir telur
    2. 1 sendok teh susu kental manis
    3. 1 sendok teh minyak sayur
    4. Pewarna kuning secukupnya
    5. Loyang persegi ukuran 20x20 sentimeter

  2. 2. Cara Membuat Wingko Babat Panggang

    ilustrasi adonan wingko babat panggang
    ilustrasi adonan wingko babat panggang (magnific.com/Magnific)
    1. Siapkan wadah, masukkan kelapa parut dan tambahkan 3 lembar daun pandan yang sudah diikat. Masukkan wadah berisi kelapa parut ke dalam panci kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya. Kukus kelapa parut selama 30 menit di dalam panci. 
    2. Sambil menunggu, siapkan panci kecil dan tuangkan air kelapa ke dalamnya. Masak air kelapa dengan api sedang hingga mendidih, lalu matikan api. Diamkan air kelapa hingga dingin.
    3. Setelah 30 menit, matikan api kompor dan keluarkan wadah berisi parutan kelapa dari panci kukusan, sisihkan sebentar hingga dingin. Siapkan wadah, tuangkan air kelapa, gula pasir, telur, garam, dan vanilla extract. Aduk sampai gula pasirnya larut, baru masukkan kelapa parut yang sudah dingin dan tepung ketan. 
    4. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, baru masukkan margarin cair. Aduk lagi semua bahan hingga menyatu. Jika adonan terlalu keras, kamu bisa menambahkan air kelapa sedikit lagi supaya teksturnya sedikit lembut.
    5. Siapkan loyang, lapisi dengan baking paper. Olesi seluruh permukaannya dengan margarin tipis-tipis, lalu tuang adonan wingko yang sudah kita buat tadi. Ratakan permukaannya dengan menggunakan spatula, lalu masukkan ke dalam panci kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya.
    6. Kukus adonan wingko selama 30 menit di dalam panci. Jangan lupa lapisi tutup panci dengan menggunakan serbet agar uap air gak jatuh ke permukaan adonan. Sambil menunggu, siapkan adonan olesan wingko.
    7. Siapkan wadah kecil, masukkan satu butir telur, susu kental manis, minyak sayur, dan pewarna kuning secukupnya. Kocok telur dan aduk semua bahan hingga tercampur rata. Kembali ke kukusan, setelah 30 menit, keluarkan wingko babat yang sudah setengah matang dari panci kukusan. 
    8. Lanjut olesi permukaan wingko dengan adonan telur yang sudah kita buat sebelumnya. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan dan panggang wingko dengan suhu 200 derajat api atas bawah selama kurang lebih 20 menit. Setelah 20 menit, keluarkan loyang dari dalam oven.
    9. Dalam keadaan panas, keluarkan adonan wingko dan balik permukaannya. Lepaskan baking paper dari adonan dan olesi bagian wingko yang masih berwarna putih dengan bahan olesan. Panggang lagi wingko dengan suhu 200 derajat selama 20 menit atau sampai permukaannya berwarna kuning kecokelatan.
    10. Setelah 20 menit dipanggang, keluarkan wingko dari dalam oven. Diamkan dulu sampai wingko babatnya dingin, lalu potong-potong sesuai selera. Pindahkan wingko babat ke piring, kemudian sajikan.

  3. 3. Tips Menyimpan Kelapa Parut agar Awet

    ilustrasi kelapa parut segar
    ilustrasi kelapa parut segar (magnific.com/stockking)
    1. Sama seperti santan, kelapa yang sudah diparut umumnya gak bertahan dalam waktu lama. Untuk membuatnya lebih awet, menyimpan di dalam chiller aja gak cukup. Kamu perlu menyimpannya di freezer dan membekukannya. Caranya cukup masukkan kelapa parut ke dalam wadah kedap udara atau plastik zip lock, tutup rapat plastiknya agar gak ada udara yang masuk. Lalu masukkan ke dalam freezer.
    2. Cara kedua sebenarnya sama, tetapi kamu bisa menambahkan sedikit garam dan mengukus parutan kelapa sebelum memasukkannya ke dalam freezer. Jadi sebelum dikukus, tambahkan setengah sendok garam ke dalam parutan kelapa, aduk rata, kemudian kukus selama 30 menit. Setelah dikukus, masukkan ke dalam plastik zip lock atau wadah kedap udara, baru masukkan ke dalam freezer.
    3. Hindari memasukkan kelapa parut kukus yang masih panas ke dalam wadah kedap udara. Sebaiknya tunggu sampai kelapa parut benar-benar dingin sebelum dimasukkan. Menyimpannya dalam keadaan panas hanya akan menghasilkan uap air yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. 

    Nah karena bahannya gak terlalu ribet, kamu bisa nyobain resep kue tradisional ini sendiri di rumah. Jika kamu gak memiliki oven, kamu bisa membuat wingko dengan ukuran yang lebih kecil, lalu memanggangnya di atas teflon sampai matang dan kedua sisinya berwarna kuning keemasan. Rasanya? Sama enaknya, kok!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More