4 Kuliner Legendaris Khas Simeulue, Mana yang Pernah Kamu Coba?

Kuliner khas Simeulue gak cuma terkenal karena cita rasanya yang kuat, tapi juga punya pengaruh budaya Aceh yang masih terasa kental di setiap hidangannya. Kabupaten kepulauan yang berada di barat Aceh ini dikenal memiliki banyak olahan seafood, makanan berbumbu rempah, sampai sajian tradisional yang masih diwariskan turun-temurun. Gak heran kalau banyak wisatawan penasaran mencoba kuliner khas Simeulue saat berkunjung ke sana.
Selain punya rasa yang unik, beberapa makanan khas Simeulue juga cukup jarang ditemukan di daerah lain. Mulai dari olahan ikan segar sampai makanan rumahan khas masyarakat pesisir, semuanya punya karakter rasa yang khas dan bikin nagih. Nah, kalau kamu penasaran ingin mencoba kuliner khas Simeulue, berikut beberapa rekomendasi yang wajib masuk daftar incaranmu.
1. Memek

Jangan salah paham dulu sama namanya, karena memek adalah salah satu kuliner khas Simeulue yang cukup legendaris di kalangan masyarakat setempat. Makanan tradisional ini bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kabupaten Simeulue sejak 2019. Sampai sekarang, memek masih sering disajikan saat penyambutan tamu, kenduri, hingga momen berbuka puasa di bulan Ramadan.
Memek terbuat dari beras ketan sangrai yang dicampur pisang, santan, gula, dan sedikit garam hingga menghasilkan tekstur lembut seperti bubur tradisional. Dalam bahasa Simeulue, memek sendiri berarti mengunyah, yang menggambarkan cara menikmati makanan ini. Selain rasanya manis dan gurih, makanan ini juga dikenal praktis sehingga dulu sering dijadikan bekal perjalanan masyarakat Simeulue saat menyeberang antarpulau.
2. Mie lobster

Sebagai wilayah kepulauan, Simeulue terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah, termasuk lobster. Karena itu, mie lobster menjadi salah satu kuliner yang cukup populer di daerah Sinabang. Sekilas tampilannya mirip mie Aceh, tetapi disajikan dengan tambahan lobster segar berukuran besar.
Kuah mienya punya rasa gurih dan rempah yang cukup kuat khas masakan Aceh. Daging lobster yang lembut bikin rasa mienya makin nikmat saat dimakan hangat. Gak sedikit wisatawan yang sengaja mencari menu ini saat datang ke Simeulue.
3. Tabaha longon dan tabaha loyang

Tabaha longon menjadi salah satu olahan sagu khas Simeulue yang cukup dikenal masyarakat lokal. Makanan ini dibuat dari campuran sagu dan pisang, lalu dimasak menggunakan alas daun pisang sehingga aromanya terasa lebih harum dan khas. Rasanya manis legit dengan tekstur lembut yang cocok disantap saat masih hangat.
Sementara itu, tabaha loyang punya bentuk tipis mirip martabak dengan warna kuning kecokelatan. Makanan ini sengaja dimasak sedikit agak gosong supaya teksturnya lebih renyah dan nikmat saat dikunyah. Biasanya, tabaha loyang disantap bersama kopi, teh manis, bahkan dicampur kari agar rasanya makin gurih dan mengenyangkan.
4. Lompong sagu
Kuliner khas Simeulue lainnya yang gak kalah menarik adalah lompong sagu. Makanan ini dibuat dari campuran sagu, pisang kepok, santan, dan gula aren yang dipanggang di atas bara api. Aroma panggangnya bikin banyak orang langsung lapar sejak pertama mencium wanginya.
Teksturnya lembut dengan rasa manis legit dari pisang dan gula aren. Sekilas tampilannya mirip kue tradisional nagasari, tetapi cita rasanya cukup berbeda karena menggunakan sagu sebagai bahan utama. Biasanya, lompong sagu dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh.
Kuliner khas Simeulue gak cuma terkenal karena rasanya yang unik, tetapi juga menyimpan cerita budaya dan tradisi masyarakat pesisir Aceh. Perpaduan bahan lokal, rempah, dan hasil laut segar membuat kuliner khas Simeulue terasa makin istimewa. Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Simeulue, jangan lupa sempatkan berburu kuliner legendarisnya, ya!














![[QUIZ] Pilih Menu Matcha Favoritmu, Kami Tahu Mood Kamu Hari Ini](https://image.idntimes.com/post/20260117/jason-leung-z-hvoctfr_s-unsplash_18daa1df-b241-4ebf-9c3f-9ab276334b34.jpg)




