4 Trivia Kopi Excelsa Wonosalam Khas Jombang, Kopi dengan Aroma Buah

Jombang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Meskipun bukan daerah penghasil kopi utama, Jombang memiliki varietas kopi langka dengan cita rasa yang khas, lho. Namanya kopi excelsa Wonosalam.
Dihasilkan dari perkebunan di lereng Gunung Anjasmoro, kopi excelsa berhasil menembus pasar Eropa. Cita rasanya unik, ada aroma buah dan manis meski tanpa tambahan gula. Yuk, temukan fakta menarik tentang kopi excelsa lainnya dalam artikel berikut!
1. Sejarah kopi excelsa Wonosalam

Berdasarkan catatan sejarah, perkebunan kopi di Wonosalam sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1850-an. Varietas utamanya adalah kopi arabika dan robusta.
Di awal tahun 1990-an, produktivitas perkebunan tersebut menurun drastis akibat serangan penyakit parah. Sebagai penggantinya, tanaman kopi excelsa dibawa dari Afrika Barat untuk dibudidayakan secara merata di sembilan desa yang ada di Kecamatan Wonosalam. Melalui sejarah yang panjang, kopi excelsa kini bertransformasi dari warisan kolonial menjadi komoditas kopi spesial yang membanggakan.
2. Karakteristik kopi excelsa

Berbeda dengan kopi arabika dan robusta, pohon kopi excelsa mudah dikenali karena memiliki ukuran daun yang lebih besar dan lebih gelap. Pohon kopi ini tumbuh dengan baik di tanah yang sedikit asam, salah satunya Wonosalam, Jombang.
Yang paling menonjol dari kopi excelsa adalah memiliki karakter rasa manis alami. Rasa manis ini berasal dari selaput biji bening dengan kandungan gula kompleks seperti glukosa dan frutkosa. Pilihan menarik bagi pecinta kopi yang ingin mengeksplorasi pengalaman rasa yang berbeda.
3. Diolah dengan metode fermentasi khusus

Fyi, kopi excelsa Wonosalam ini diolah dengan metode fermentasi khusus, lho. Metode fermentasi tersebut diantaranya anaerob dan mosto.
Pada fermentasi anaerob, biji kopi excelsa disimpan dalam wadah kedap udara selama 5-7 hari. Dengan metode ini, mikroba baik akan muncul sehingga menghasilkan aroma dan rasa kopi yang lebih kompleks. Sementara metode fermentasi mosto, proses perendamannya menggunakan cairan hasil fermentasi anaerob untuk hasil kopi dengan rasa manis dan aroma buah lebih kuat. Fermentasi anaerob menghasilkan kopi dengan aroma apel hijau dan blueberry, sedangkan hasil fermentasi mosto identik dengan rasa stroberi segar dan madu dengan tingkat keasaman yang seimbang.
4. Berhasil menembus pasar Eropa

Meski produktivitasnya sempat menurun karena kalah pamor dengan komoditas cengkeh, popularitas kopi excelsa kembali menggeliat. Nama kopi asal Wonosalam ini kembali mencuri perhatian setelah meraih gelar juara nasional pada 2023. Kini, kopi excelsa telah menembus pasar Eropa, khususnya ke Belarus, setelah sebelumnya memasuki pasar Ukraina.
Itu dia sejumlah fakta menarik tentang kopi excelsa asal Wonosalam, Jombang. Kopi ini menjadi bukti bahwa warisan kolonial bisa bertransformasi menjadi komoditas lokal unggulan yang mampu bersaing di kancah global.


















