Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kata di Menu Fine Dining yang Sering Bikin Bingung, Apa Saja?

5 Kata di Menu Fine Dining yang Sering Bikin Bingung, Apa Saja?
ilustrasi hidangan fine dining (pexels.com/ Szymon Shields)
Share Article

Saat pertama kali melihat menu di restoran fine dining, banyak orang merasa sedikit kebingungan. Bukan karena nama makanannya terlalu rumit, melainkan karena ada beberapa istilah asing yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Akibatnya, kamu bisa saja memesan hidangan tanpa benar-benar memahami apa yang akan disajikan.

Padahal, memahami istilah dalam menu fine dining bisa membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan. Kamu jadi lebih percaya diri saat memesan makanan dan bisa membayangkan karakter hidangan sebelum makanan tiba di meja. Nah, berikut lima kata yang paling sering muncul di menu fine dining beserta arti sebenarnya.

1. Amuse-bouche

ilustrasi amuse-bouche
ilustrasi amuse-bouche (pexels.com/ Sylwester Ficek)

Amuse-bouche berasal dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti "penghibur mulut". Ini adalah hidangan kecil yang biasanya diberikan gratis oleh chef sebelum menu utama disajikan. Ukurannya sangat mungil, bahkan sering kali hanya satu atau dua gigitan.

Tujuan amuse-bouche bukan untuk membuat kenyang, melainkan memperkenalkan gaya memasak chef sekaligus membangkitkan selera makan. Karena itu, tampilannya biasanya dibuat sangat menarik dengan kombinasi rasa yang unik dan berani. Kamu mungkin akan menerima sesendok mousse ikan asap, tart mini dengan topping premium, atau gigitan kecil berbahan sayuran yang disusun cantik.

2. Confit

ilustrasi duck confit
ilustrasi duck confit (pexels.com/ Nadin Sh)

Confit adalah teknik memasak tradisional dari Prancis yang dilakukan dengan memasak bahan makanan secara perlahan dalam lemak pada suhu rendah. Teknik ini awalnya digunakan untuk mengawetkan makanan sebelum adanya lemari pendingin modern. Daging yang dimasak dengan cara ini biasanya mudah terurai dan terasa juicy ketika disantap.

Salah satu contoh paling terkenal adalah duck confit atau paha bebek yang dimasak perlahan dalam lemak bebek hingga teksturnya sangat empuk. Setelah itu, kulitnya biasanya dipanggang sebentar agar menjadi renyah.

3. Carpaccio

ilustrasi carpaccio
ilustrasi carpaccio (pexels.com/ Burak Eroglu 🇹🇷)

Carpaccio adalah hidangan yang terbuat dari irisan sangat tipis daging atau ikan mentah yang disajikan dingin. Hidangan ini pertama kali populer di Italia dan kini menjadi salah satu menu pembuka favorit di banyak restoran kelas atas.

Banyak orang mengira carpaccio adalah nama bahan makanan tertentu. Padahal, istilah ini merujuk pada cara penyajian berupa irisan tipis yang biasanya diberi minyak zaitun, perasan lemon, keju, atau berbagai garnish segar. Saat ini kamu bisa menemukan salmon carpaccio, tuna carpaccio, bahkan beetroot carpaccio yang menggunakan irisan bit sebagai bahan utama.

4. Velouté

ilustrasi velouté
ilustrasi velouté (pexels.com/ Nadin Sh)

Velouté merupakan salah satu saus dasar klasik dalam kuliner Prancis. Nama velouté sendiri berarti "bertekstur lembut seperti beludru". Karena itu, hidangan yang menggunakan istilah ini biasanya memiliki konsistensi sangat halus dan creamy.

Saus atau sup velouté dibuat dari kaldu yang dikentalkan dengan roux, yaitu campuran mentega dan tepung yang dimasak. Ketika kamu menemukan istilah ini pada menu, kemungkinan besar yang akan disajikan adalah sup bertekstur halus dengan rasa yang ringan, bukan sup kental berat seperti chowder atau cream soup biasa.

5. Tartare

ilustrasi beef tartare
ilustrasi beef tartare (pexels.com/ Ana Lourence)

Tartare adalah hidangan yang dibuat dari bahan mentah yang dicincang halus lalu dibumbui dengan berbagai bahan pelengkap. Salah satu versi paling terkenal adalah steak tartare yang menggunakan daging sapi mentah berkualitas tinggi.

Saat ini banyak restoran menyajikan salmon tartare, tuna tartare, hingga tartare berbahan sayuran. Ketika melihat kata tartare di menu, kamu bisa mengharapkan hidangan dengan tekstur segar, ringan, dan biasanya disajikan sebagai appetizer atau menu pembuka sebelum hidangan utama.

Sebagian besar istilah dalam dunia fine dining berasal dari tradisi kuliner Prancis dan Italia yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan gastronomi modern. Karena sudah digunakan secara internasional selama bertahun-tahun, banyak restoran mempertahankan istilah aslinya agar makna teknik memasak dan penyajiannya tetap akurat.

Meski terdengar rumit, sebenarnya istilah-istilah tersebut hanya menggambarkan teknik memasak, tekstur, atau cara penyajian makanan. Setelah memahami artinya, kamu akan lebih mudah membaca menu dan menentukan hidangan yang sesuai dengan selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Resep Tahu Isi Tuna Pedas, Camilan Gurih yang Cocok untuk Teman Santai

08 Jun 2026, 18:15 WIBFood