Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Minuman Tradisional Asia yang Punya Sejarah Panjang

4 min read
5 Minuman Tradisional Asia yang Punya Sejarah Panjang
ilustrasi douhua (commons.wikimedia.org/ KQuhen)
  • Jamu Indonesia berakar pada tradisi herbal Jawa sejak masa Majapahit, dengan racikan rempah dan tanaman yang berkembang dari lingkungan keraton hingga penjual jamu gendong.
  • Pu-erh Tiongkok terkait perdagangan teh Yunnan hingga Tibet dan pernah menjadi upeti Dinasti Qing, sementara amazake Jepang tercatat sejak abad ke-8 serta populer pada periode Edo.
  • Sujeonggwa Korea digunakan dalam upacara leluhur sejak awal abad ke-17, sedangkan masala chai India meluas pada era kolonial melalui teh, susu, gula, dan rempah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Asia punya banyak minuman tradisional yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Ada yang dibuat dari tanaman herbal, ada yang lahir dari kebiasaan minum teh, dan ada pula yang berkembang karena pengaruh perdagangan serta perubahan cara hidup masyarakat.

Menariknya, beberapa minuman tersebut masih bisa ditemukan sampai sekarang. Bentuk dan resepnya mungkin sudah mengalami perubahan, tetapi cerita tentang asal-usul dan cara masyarakat menikmatinya tetap menjadi bagian dari budaya setempat.

  1. 1. Jamu dari Indonesia

    ilustrasi jamu
    ilustrasi jamu (commons.wikimedia.org/ dpinpin)

    Jamu merupakan minuman herbal tradisional Indonesia yang punya sejarah panjang, terutama dalam kebudayaan Jawa. Jejak penggunaan tanaman untuk pengobatan dapat ditemukan dalam sejumlah peninggalan sejarah, termasuk relief candi dan Prasasti Madhawapura dari masa Majapahit yang menyebut istilah acaraki, yaitu orang yang berkaitan dengan peracikan bahan untuk pengobatan.

    Jamu sendiri bukan nama untuk satu jenis minuman. Racikannya bisa menggunakan berbagai bahan seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak, daun, kulit kayu, buah, dan rempah. Dari lingkungan keraton sampai masyarakat umum, tradisi minum jamu kemudian berkembang dalam banyak bentuk, termasuk jamu yang dijajakan oleh penjual jamu gendong.

  2. 2. Pu-erh dari Tiongkok

    ilustrasi teh pu-erh
    ilustrasi teh pu-erh (commons.wikimedia.org/ Missvain)

    Pu-erh merupakan jenis teh yang berasal dari Yunnan, Tiongkok. Daerah ini sudah lama dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam perdagangan teh, dan pu'er kemudian berkembang sebagai pusat perdagangan yang namanya ikut melekat pada teh pu-erh.

    Perdagangan teh dari Yunnan juga terhubung dengan wilayah lain di Asia, termasuk Tibet, melalui jalur perdagangan kuno. Pada masa Dinasti Qing, pu-erh bahkan tercatat sebagai salah satu teh yang diberikan sebagai upeti kepada istana. Sejarah tersebut membuat pu-erh punya kaitan yang kuat dengan perjalanan perdagangan teh di Yunnan dan sekitarnya.

  3. 3. Amazake dari Jepang

    ilustrasi amazake
    ilustrasi amazake (commons.wikimedia.org/ Syced)

    Amazake adalah minuman tradisional Jepang yang dibuat menggunakan beras dan koji. Minuman yang dianggap sebagai salah satu bentuk awal amazake sudah disebut dalam Nihon Shoki, catatan sejarah Jepang yang disusun pada abad ke-8.

    Amazake kemudian semakin dikenal masyarakat Jepang, terutama pada periode Edo ketika minuman ini banyak dijual oleh pedagang keliling. Pada masa tersebut, amazake justru populer diminum saat musim panas. Jadi, meskipun sekarang sering dikaitkan dengan musim dingin atau perayaan Tahun Baru, kebiasaan menikmatinya pada musim panas juga punya sejarah yang cukup panjang.

  4. 4. Sujeonggwa dari Korea

    ilustrasi sujeonggwa
    ilustrasi sujeonggwa (commons.wikimedia.org/ lazy fri13th)

    Sujeonggwa merupakan minuman tradisional Korea yang biasanya dibuat dari jahe, kayu manis, dan kesemek kering. Kacang pinus sering ditambahkan sebagai pelengkap saat minuman disajikan. Rasanya manis dengan aroma rempah yang cukup kuat.

    Catatan dari buku masak Korea menunjukkan bahwa sujeonggwa sudah digunakan dalam upacara leluhur dan untuk menjamu tamu sejak awal abad ke-17. Resepnya pun gak selalu sama seperti yang dikenal sekarang. Pada masa sebelumnya, beberapa jenis buah lain juga digunakan sebelum versi dengan kesemek kering, jahe, dan kayu manis menjadi lebih umum.

  5. 5. Masala chai dari India

    ilustrasi masala chai
    ilustrasi masala chai (commons.wikimedia.org/ Miansari66)

    Masala chai yang dikenal sekarang biasanya dibuat dengan teh hitam, susu, gula, dan rempah seperti jahe, kapulaga, kayu manis, atau cengkih. Meski rempah sudah lama digunakan dalam tradisi kuliner dan pengobatan India, masala chai dalam bentuk yang dikenal saat ini gak tepat disebut sebagai minuman yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

    Popularitas teh di India berkembang pesat pada masa kolonial, terutama setelah perkebunan teh komersial berkembang di Assam dan wilayah lainnya. Pada awal abad ke-20, konsumsi teh semakin meluas dan masyarakat India kemudian punya cara sendiri dalam menyajikannya, termasuk dengan susu, gula, dan rempah. Dari kebiasaan tersebut, chai kemudian menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari di India.

    Minuman tradisional Asia gak cuma menarik karena rasa atau bahan yang digunakan. Di balik segelas jamu, amazake, sujeonggwa, atau chai ada perjalanan panjang yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, perdagangan, dan perubahan zaman.

    Beberapa resep memang sudah mengalami penyesuaian, tetapi minuman tersebut tetap bertahan dan dikenal sampai sekarang. Hal itu membuat minuman tradisional menjadi salah satu cara sederhana untuk melihat bagaimana kebiasaan makan dan minum diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More