5 Tips Membedakan Durian Montong Asli dan Palsu di Pasaran

Durian montong sangat digemari karena kelezatannya yang khas. Namun, popularitasnya ini justru mengundang praktik penjualan buah tiruan yang kerap mengecewakan konsumen. Artikel ini hadir untuk melindungi kamu dari kekecewaan tersebut dengan tips membedakan yang asli dan palsu.
Membedakan durian montong asli dan palsu adalah keterampilan penting bagi pembeli cerdas. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu dapat terhindar dari penipuan. Artikel ini akan membekali kamu dengan lima tips praktis untuk memilih durian montong asli di tengah maraknya buah tiruan.
1. Perhatikan bentuk dan ukuran buah

Durian montong asli biasanya memiliki bentuk yang bulat cenderung sedikit oval, bukan lonjong. Ukurannya relatif besar dan padat, dengan bobot yang cukup berat untuk ukurannya. Kulit buahnya tampak kokoh dan tidak penyok tidak wajar.
Durian palsu atau varietas lain yang diklaim sebagai montong seringkali berukuran lebih kecil atau bentuknya memanjang. Bobotnya mungkin terasa ringan, menandakan isi yang tidak penuh atau daging yang tipis. Perhatikan proporsi antara ukuran buah dan beratnya sebagai indikator pertama.
2. Observasi ujung tangkai dan warna kulit

Periksa bagian pangkal tangkai buah, di mana durian montong asli memiliki ciri khas berbentuk seperti cincin atau lingkaran menonjol. Area sekitar tangkai juga terlihat segar dan tidak berkerut secara berlebihan. Warna kulitnya cenderung hijau kecokelatan dengan semburat kekuningan saat matang.
Pada durian tiruan, bagian pangkal tangkai seringkali tidak memiliki cincin yang jelas atau bahkan terlihat datar. Warna kulitnya bisa terlalu hijau mengilap atau justru kusam tidak merata. Kerutan di sekitar tangkai biasanya lebih dalam dan tidak alami.
3. Analisis duri dan jarak antar duri

Durian montong asli memiliki duri-duri yang berbentuk piramida atau kerucut dengan ukuran yang tidak seragam. Jarak antara satu duri dengan duri lainnya relatif renggang, sehingga pola kulitnya terlihat jelas. Tekstur durinya keras dan kaku ketika diraba.
Sebaliknya, durian palsu seringkali memiliki duri yang rapat dan ukurannya lebih seragam, menyerupai pola sarang lebah. Duri-durinya bisa terlihat lebih ramping dan kurang kokoh. Pola yang terlalu rapat ini menjadi tanda bahwa buah tersebut kemungkinan bukan varietas montong sejati.
4. Dengarkan suara dan cium aromanya

Ketok buah durian montong asli dengan sarung tangan atau sendok, kamu akan mendengar suara gema yang dalam dan bergema, menandakan rongga buah yang baik. Aromanya khas, harum manis yang kuat namun tidak menusuk, bahkan sebelum buah dibuka. Bau yang samar atau justru terlalu tajam bisa menjadi pertanda lain.
Durian yang bukan montong asli seringkali menghasilkan suara kedap atau tidak bergema saat diketok. Aromanya mungkin sangat lemah, tidak wangi, atau justru berbau apek dan asam. Kombinasi suara dan bau ini memberikan petunjuk penting tentang kualitas isi di dalamnya.
5. Beli dari penjual terpercaya dan musim yang tepat

Membeli dari pedagang atau kebun yang telah memiliki reputasi baik adalah langkah paling aman. Mereka biasanya memiliki pasokan yang jelas asal-usulnya dan lebih menjaga kualitas produk. Tanyakan langsung mengenai asal buah untuk mendapatkan kejelasan.
Durian montong asli memiliki musim panen utama, dan membeli di luar musimnya meningkatkan risiko mendapatkan buah palsu atau kualitas rendah. Harga yang tidak wajar murah seringkali menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai. Kepercayaan dan waktu pembelian adalah pertahanan terakhir kamu.
Kelima tips ini mengubah kamu dari pembeli biasa menjadi pemburu durian yang cerdas. Ketelitian kamu akan terbayar dengan daging lembut dan rasa manis yang autentik. Selamat menikmati kelezatan durian montong asli yang sesungguhnya!


















