Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Perbedaan Soft Serve vs. Hard Ice Cream, Kamu Suka yang Mana?

6 Perbedaan Soft Serve vs. Hard Ice Cream, Kamu Suka yang Mana?
ilustrasi es krim soft serve (unsplash.com/Bruce Wem)

Es krim adalah salah satu dessert yang disukai oleh hampir semua orang. Dari anak kecil sampai orang dewasa, rasanya susah menolak sensasi dingin dan manis yang membuat mood langsung naik. Namun, kalau kamu perhatikan, es krim ternyata punya banyak jenis, dan dua yang paling sering ditemui adalah soft serve dan hard ice cream.

Sekilas memang kelihatan mirip, sama-sama lembut dan dingin. Namun kalau dicoba, teksturnya beda, rasanya juga beda, bahkan cara pembuatannya pun tidak sama. Nah, supaya tidak  asal makan, yuk kenali perbedaan soft serve dan hard ice cream berikut ini!

1. Tekstur: lembut vs. padat

ilustrasi hard ice cream
ilustrasi hard ice cream (unsplash.com/Lama Roscu)

Perbedaan paling mudah dikenali ada di teksturnya. Soft serve sangat lembut, ringan, dan mudah sekali meleleh di mulut. Karenanya, es krim jenis ini sering disajikan dalam bentuk swirl di cone, kelihatan halus dan menggoda.

Sementara itu, hard ice cream punya tekstur yang lebih padat dan sedikit “berat”. Kalau kamu ambil pakai scoop, biasanya butuh tenaga lebih karena memang lebih keras. Namun, justru di situ letak kepuasannya, apalagi kalau suka es krim yang terasa lebih “berisi”.

2. Suhu penyajian: lebih hangat vs. lebih dingin

ilustrasi es krim soft serve
ilustrasi es krim soft serve (unsplash.com/Bruce Wem)

Soft serve disajikan pada suhu yang lebih tinggi dibanding hard ice cream. Hal ini membuat teksturnya tetap lembut saat keluar dari mesin. Es krim jenis ini juga langsung siap dinikmati tanpa perlu didiamkan terlebih dahulu. Jadi, kamu bisa langsung makan tanpa harus menunggu es krimnya melunak.

Sebaliknya, hard ice cream disimpan di suhu yang jauh lebih dingin. Ini yang membuat teksturnya jadi keras. Kadang kalau baru keluar dari freezer, kamu harus diamkan sebentar supaya lebih mudah disendok.

3. Kandungan udara (overrun): Ini yang membuat keduanya berbeda

ilustrasi hard ice cream
ilustrasi hard ice cream (unsplash.com/American Heritage Chocolate)

Nah, ini yang jarang orang tahu. Soft serve mengandung lebih banyak udara dibanding hard ice cream. Dalam dunia es krim, ini disebut overrun. Karena kandungan udaranya tinggi, soft serve jadi terasa lebih ringan dan “fluffy”. Sedangkan, hard ice cream punya udara lebih sedikit, jadi rasanya lebih creamy dan padat. Ini juga yang membuat hard ice cream sering terasa lebih “rich”.

4. Cara pembuatan: Beda di mesin dan proses 

ilustrasi es krim soft serve
ilustrasi es krim soft serve (unsplash.com/Lidia Nikole)

Soft serve dibuat menggunakan mesin khusus yang bisa mencampur dan mendinginkan adonan sekaligus. Prosesnya berlangsung cepat dalam satu alat tanpa perlu tahap pembekuan terpisah. Karena tidak dibekukan sepenuhnya, teksturnya tetap lembut ketika keluar dari mesin. Itulah kenapa soft serve bisa langsung disajikan dan dinikmati saat itu juga.

Kalau hard ice cream, prosesnya lebih panjang. Setelah adonan dibuat, es krim akan dibekukan dalam freezer sampai benar-benar padat. Baru setelah itu disajikan atau dijual dalam kemasan.

5. Rasa: ringan vs lebih “nendang”

ilustrasi hard ice cream
ilustrasi hard ice cream (unsplash.com/Nas Mato)

Soft serve biasanya punya rasa yang lebih ringan. Cocok untuk kamu yang pengen dessert yang tidak terlalu berat dan bisa dinikmati kapan saja. Sementara, hard ice cream cenderung punya rasa yang lebih kuat dan creamy. Apalagi kalau pakai bahan premium, rasa susunya lebih terasa dan topping-nya juga lebih beragam, dari cokelat, kacang, sampai buah asli.

6. Penyajian dan variasi

ilustrasi es krim soft serve
ilustrasi es krim soft serve (unsplash.com/Fallon Michael)

Soft serve identik dengan cone atau cup simpel. Terkadang juga ditambah topping sederhana, seperti meses atau saus cokelat. Biasanya dijual di gerai cepat saji atau booth kecil. 

Hard ice cream lebih fleksibel. Bisa jadi scoop di cone, disajikan dalam mangkuk, dijadikan milkshake, bahkan jadi bagian dari dessert lain seperti brownies atau waffle. Variasinya jauh lebih luas.

Kalau kamu suka es krim yang ringan, lembut, dan langsung lumer di mulut, soft serve jelas pilihan yang pas. Namun, kalau kamu lebih suka es krim yang creamy, padat, dan rasanya lebih kuat, hard ice cream pasti lebih memuaskan. Pada akhirnya, baik soft serve maupun hard ice cream punya keunikan masing-masing. Justru karena perbedaan inilah dunia es krim jadi lebih seru untuk dieksplorasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

5 Rekomendasi Coffee Shop di Makkah yang Menarik Dikunjungi

30 Apr 2026, 16:30 WIBFood