Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Makanan Pedas Indonesia yang Nendang Rasanya, Berani Coba?

6 min read
8 Makanan Pedas Indonesia yang Nendang Rasanya, Berani Coba?
ilustrasi makanan pedas Indonesia (pexels.com/Teguh S)
  • Delapan kuliner pedas Indonesia menampilkan karakter daerah masing-masing, memadukan cabai dan rempah untuk rasa gurih, segar, hingga kuat.
  • Daftarnya mencakup dendeng balado, ayam geprek, oseng mercon, seblak, ayam betutu, rendang, ayam taliwang, dan rica-rica.
  • Setiap hidangan punya bahan, proses masak, serta tingkat kepedasan berbeda, dari sambal ulek dan cabai rawit hingga bumbu rempah yang dimasak lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu pasti setuju kalau makanan pedas Indonesia punya daya tarik yang sulit ditolak. Hampir setiap daerah memiliki sajian khas dengan karakter rasa yang berbeda, mulai dari sambal yang menggigit hingga hidangan kaya rempah dengan aroma yang menggugah selera. Adanya perpaduan cabai dan bumbu Nusantara, inilah yang bikin kuliner pedas Indonesia begitu beragam dan menarik untuk dicoba.

Bukan cuma soal tingkat kepedasan, setiap hidangan menawarkan cerita dan cita rasa khas dari daerah asalnya. Ada yang terasa segar karena menggunakan cabai dan rempah segar, ada pula yang punya rasa gurih, pedas, bahkan manks. Kalau kamu termasuk pencinta kuliner dengan sensasi nendang, berikut ini makanan Indonesia yang pedasnya layak masuk daftar incaran!

  1. 1. Dendeng balado

    Dendeng balado merupakan salah satu hidangan populer dari Jambi yang dibuat dari perpaduan daging sapi yang dikeringkan dan sambal balado yang pedas menggugah selera. Cita rasanya semakin kaya berkat sambal yang dibuat dari cabai merah, bawang merah, serta berbagai bumbu pilihan yang dimasak sampai meresap ke dalam daging. Nah, hidangan ini umumnya dinikmati bersama nasi hangat dan lalapan segar yang menciptakan perpaduan gurih, pedas, dan menyegarkan dalam sekali santap.

    Di Jambi, dendeng balado dapat dengan mudah ditemukan di rumah makan Minang maupun Melayu. Selain disantap langsung, kuliner ini biasanya banyak dijual dalam bentuk kemasan yang praktis. Karena dimasak dengan cara dikeringkan, dendeng jadi lebih tahan lama sehingga cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

  2. 2. Ayam geprek

    ilustrasi ayam geprek
    ilustrasi ayam geprek (pexels.com/Lintoe)

    Ayam geprek mungkin sudah gak asing lagi di telinga. Makanan ini terbuat dari ayam berlapis tepung tipis yang digoreng hingga matang, lalu digeprek dan dicampur dengan sambal ulek. Istilah “geprek” sendiri dalam bahasa Jawa merujuk pada proses memukul, menekan, atau melumatkan sampai hancur yang sesuai dengan cara penyajiannya supaya ayam lebih mudah disantap pakai nasi.

    Banyak sumber menyebut kalau ayam geprek pertama kali muncul di Yogyakarta, tepatnya pada 2003 ketika Ibu Ruminah membuat sajian tersebut di kawasan Papringan yang ramai oleh mahasiswa dan pelajar. Kini ayam geprek makin populer dan terus berinovasi dengan beragam pilihan sambal dan tambahan topping, mulai dari keju sampai kreasi yang dipadukan dengan mi instan. Selain karena rasanya yang gurih dan bikin lidah membara, harga ayam geprek biasanya dijual murah meriah yang bikin makin disukai berbagai kalangan.

  3. 3. Oseng mercon

    Kalau main ke Jogja, jangan lewatkan bersantap oseng mercon, ya, apalagi kalau kamu pencinta pedas! Oseng mercon menawarkan sensasi pedas yang kuat sampai terasa seperti “mercon” atau yang dalam bahasa Indonesia adalah petasan yang meledak di lidah. Hidangan ini pakai cabai rawit sebagai salah satu bahan utamanya, lalu diolah bersama daging sapi, kulit, kikil, serta gajih atau koyoran.

    Sekilas, tampilan oseng-oseng mercon memang sederhana dan bahkan terlihat kurang menggugah, apalagi saat dingin karena lemaknya akan mengendap. Namun, saat disantap bersama nasi putih hangat, rasa pedas dan gurih justru menjadi daya tarik yang membuat banyak penikmatnya ingin mencicipinya lagi. Sensasi pedas yang “membakar” lidah inilah yang bikin oseng mercon disebut 'ngelawuhi' yang artinya meski sedikit porsinya tapi sudah cukup untuk jadi lauk sepiring besar nasi.

  4. 4. Seblak

    ilustrasi seblak
    ilustrasi seblak (unsplash.com/Advocator SY)

    Rasanya gak lengkap membahas makanan pedas Indonesia tanpa menyebut seblak. Seblak adalah makanan khas Sunda yang terbuat dari kerupuk yang direndam atau direbus sampai lunak dan kenyal, lalu dimasak bersama bumbu bercita rasa kuat. Bumbu utamanya cukup beragam mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai, dan kencur yang menjadi karakter utama dari makanan ini.

    Menariknya, di balik tekstur kenyal dan rasa pedasnya, awal terciptanya seblak yakni dari pemanfaatan kerupuk yang belum sempat digoreng atau sudah melempem lalu dibuat jadi hidangan pedas dan berwarna pekat. Kini seblak yang populer dari Bandung berkembang dengan beragam isian, seperti ceker ayam, bakso, sosis, daging sapi, jamur, hingga mi. Gak cuma bisa menambah isian, hampir semua warung penjaja seblak menyediaka pilihan tingkat kepedasannya yang bisa dipilih sesuai selera pembelinya.

  5. 5. Ayam betutu

    Ayam betutu adalah hidangan tradisional Bali berupa ayam yang dibumbui dengan beragam rempah, lalu dimasak perlahan sampai bumbunya meresap. Bisa dibilang, kunci dari rasanya yang lezat ada pada base genep, yaitu campuran bumbu Bali yang bisa terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, lengkuas, kemiri, cabai, serai, sampai daun jeruk. Ditambah karena proses masaknya yang cukup lama, ayam betutu jadi punya cita rasa yang kuat dan rempah yang kaya.

    Menariknya, ayam betutu gak memiliki versi tertentu karena bumbu, teknik memasak, dan tingkat kepedasannya bisa berbeda menurut daerah maupun resep keluarga. Betutu Gilimanuk, misalnya, dikenal dengan karakter yang pedas dan berkuah, sementara versi Gianyar umumnya dikaitkan dengan ayam berbumbu yang dibungkus daun pisang dan dimasak perlahan. Sajian ini juga biasanya hadir bersama nasi dan pelengkap khas Bali seperti lawar, plecing kangkung, sambal matah, sambal embe, atau telur.

  6. 6. Rendang

    ilustrasi rendang
    ilustrasi rendang (pixabay.com/WonderfulBali)

    Siapa gak tahu rendang, makanan khas Indonesia yang kini sudah mendunia. Makanan berupa potongan daging yang dimasak bersama santan dan racikan rempah dalam waktu lama ini merupakan hidangan yang berasal dari Sumatra Barat, khususnya Minangkabau. Nah, dari proses panjang inilah yang membuat rendang punya rasa gurih, kaya, dan aroma rempah yang khas.

    Ada dua jenis rendang yang bisa kita jumpai, yaitu jenis kering dan kalio yang lebih basah. Rendang kering dimasak lebih lama hingga warnanya berubah cokelat kehitaman dan teksturnya lebih pekat, sedangkan rendang kalio masih menyisakan kuah dengan warna yang cenderung cokelat kemerahan atau keemasan. Namun apapun tipe rendangnya, rasanya sama kuat, berempah kuat, memiliki aroma yang sedap, dan pedas.

  7. 7. Ayam taliwang

    Kalau bicara soal kuliner Lombok, ayam taliwang selalu masuk dalam daftar yang wajib dicoba. Gak banyak yang tahu kalau awalnya kuliner ini berasal dari Taliwang, Sumbawa Barat. Keunikan ayam taliwang juga terasa dari proses memasaknya yang gak sekadar digoreng biasa.

    Cara masaknya gak gampang, yaitu ayam terlebih dahulu dipipihkan, kemudian dibakar di atas bara arang sambil diolesi bumbu berulang kali sampai matang dan aromanya keluar. Bumbunya terbuat dari racikan cabai merah atau rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, kencur, garam, dan gula merah ini wajib dibubuhkan pada ayam sehingga menghasilkan rasa pedas yang tapi tetap gurih, manis, dan sedikit asam. Biasanya, hidangan ini makin nikmat ketika disantap bersama nasi putih, plecing kangkung, dan beberuk terong yang menjadi pelengkap khasnya.

  8. 8. Rica-rica

    ilustrasi ayam rica-rica
    ilustrasi ayam rica-rica (pexels.com/kevin yung)

    Buat pencinta makanan pedas, rica-rica tentu cukup sulit dilewatkan karena masakan ini dikenal dengan cita rasa cabai yang kuat. Berasal dari Manado, Sulawesi Utara, rica-rica sejatimya bukan nama satu jenis hidangan, tapi bumbu yang bisa dipadukan dengan berbagai bahan. Misalnya seperti ayam, ikan, maupun daging sapi yang sesuai dengan seleramu.

    Sedangkan kata “rica”, merujuk pada cabai atau rasa pedas yang menjadi karakter utama bumbu ini. Namun terlepas dari pemakaian cabai, rica-rica juga dibuat dari perpaduan dengan bawang merah, bawang putih, jahe, daun jeruk, serai, dan garam yang membuat rasanya gak sekadar pedas saja. Bumbu tersebut biasanya ditumis lebih dulu sampai aroma rempahnya keluar, sebelum digunakan untuk mengolah bahan utama.

    Makanan pedas Indonesia bukan sekadar rasa, melainkan bagian dari pengalaman menikmati makanan yang sudah melekat di banyak daerah. Lewat ayam geprek sampai rica-rica, tiap kuliner barusan menawarkan sensasi yang berbeda di setiap gigitan. Jadi, makanan menantang lidah mana nih yang paling kamu suka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More