Apa Itu Barley? Kenali Jenis, Nutrisi, dan Cara Mengolahnya

- Barley atau jelai adalah biji-bijian serealia Hordeum vulgare yang dapat digunakan sebagai biji utuh, tepung, maupun campuran beragam hidangan.
- Jenis barley meliputi hulled, hulless, dan pearled; perbedaan kulit serta proses pengupasan memengaruhi kepraktisan pengolahan, tekstur, dan waktu memasaknya.
- Barley mengandung karbohidrat, protein, serat, mineral, serta beta-glukan; setelah dibersihkan dan dimasak hingga empuk, bahan ini cocok untuk bubur, sup, salad, dan panggangan.
Barley mungkin masih terdengar asing dibandingkan oat atau gandum, padahal biji-bijian ini sudah lama digunakan sebagai bahan pangan di berbagai negara. Dikenal juga dengan nama jelai, barley bisa diolah menjadi beragam makanan, seperti bubur, sup, hingga campuran salad. Bukan cuma serbaguna, biji-bijian ini juga punya kandungan serat dan nutrisi yang menarik untuk dikenali.
Meski belum sepopuler oat atau gandum, barley punya beberapa jenis dengan karakteristik dan cara pengolahan yang berbeda, lho. Sebelum mencobanya sebagai variasi menu sehari-hari, ada baiknya mengenal bahan pangan ini lebih jauh. Nah, yuk simak pengertian barley, jenis, kandungan nutrisi, hingga cara mengolahnya berikut ini!
1. Barley adalah biji-bijian dari tanaman serealia

ilustrasi barley (magnific.com/azerbaijan_stockers) Barley atau jelai merupakan biji-bijian yang berasal dari tanaman serealia bernama ilmiah Hordeum vulgare. Tanaman ini telah lama dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan di berbagai daerah di dunia. Meskipun namanya belum begitu dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia, barley sebenarnya memiliki banyak kegunaan dalam dunia kuliner.
Bentuk bijinya sedikit menyerupai gandum, berukuran kecil dan memiliki tekstur yang cukup padat saat masih mentah. Barley dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari biji utuh, tepung, hingga sebagai bahan campuran dalam makanan. Jadi, kalau selama ini kamu hanya mengenalnya sebagai komponen minuman atau makanan sehat, sebenarnya penggunaannya jauh lebih beragam, lho.
2. Barley memiliki jenis yang dibedakan berdasarkan kulit bijinya

ilustrasi barley (pixabay.com/kumarsu6745_) Ketika melihat produk barley di toko bahan makanan, kamu mungkin akan menemukan istilah hulled barley dan hulless barley. Keduanya dibedakan berdasarkan keadaan kulit luar biji setelah proses panen, bukan hanya pada warna atau ukuran. Perbedaan ini juga mempengaruhi cara pengolahan sebelum barley siap dimasak.
Pada hulled barley, kulit luar atau sekam masih menempel erat sehingga harus dihilangkan sebelum bijinya dapat dimakan. Di sisi lain, hulless barley memiliki sekam yang lebih mudah terlepas saat panen, sehingga bagian bijinya lebih praktis untuk diolah. Ada juga pearled barley, yaitu barley yang sudah melalui proses pengupasan dan pemolesan sehingga teksturnya cenderung lebih lembut dan waktu masaknya lebih singkat.3. Barley mengandung serat, protein, dan berbagai mineral

ilustrasi barley (magnific.com/muhammad.abdullah) Salah satu faktor yang membuat barley semakin menarik sebagai bahan makanan adalah kandungan nutrisinya yang cukup beragam. Biji-bijian ini kaya akan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi, protein, lemak dalam jumlah kecil, dan serat pangan. Barley juga menyimpan berbagai vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang menambah nilai gizi yang dimilikinya.
Kandungan nutrisinya dapat berbeda bergantung pada jenis varietas, bagian biji yang dimanfaatkan, dan proses pengolahannya. Oleh karena itu, barley utuh dan barley yang sudah diproses mungkin tidak memiliki kadar serat yang sama. Kalau kamu ingin mendapatkan lebih banyak bagian alami dari bijinya, pertimbangkan untuk memilih produk yang minim proses pengolahan.4. Beta-glukan menjadi salah satu kandungan khas barley

ilustrasi makan (magnific.com/freepik) Selain serat pangan secara umum, barley juga memiliki beta-glukan, yaitu jenis serat larut yang terdapat dalam dinding sel biji-bijian. Kandungan ini menjadi salah satu komponen yang sering diteliti karena berhubungan dengan pengendalian kadar kolesterol dan respons gula darah setelah makan. Inilah alasan mengapa barley sering dibicarakan sebagai alternatif sumber serat dalam pola makan sehari-hari.
Namun, bukan berarti mengonsumsi barley sesekali akan langsung membawa perubahan besar pada kesehatan, ya. Pengaruhnya tetap tergantung pada seberapa banyak yang dikonsumsi, pola makan keseluruhan, dan kebiasaan hidup lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya anggap barley sebagai satu variasi sumber serat, bukan sebagai makanan pengganti pola makan yang seimbang.
5. Barley bisa diolah menjadi bubur, sup, hingga salad

ilustrasi menyiapkan sayuran untuk salad (freepik.com/KamranAydinov) Kalau kamu ingin mulai mencoba barley, gak perlu langsung mengolahnya menjadi hidangan yang rumit. Biji-bijian ini dapat dimasak menjadi bubur hangat, dimasukkan ke dalam sup, atau ditambahkan ke salad sebagai sumber karbohidrat. Teksturnya yang kenyal setelah dimasak juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan nasi atau oat.
Selain digunakan dalam bentuk biji utuh, barley juga dapat diolah menjadi tepung yang bisa dicampurkan ke dalam roti, mi, biskuit, dan berbagai produk panggangan lainnya. Ada juga barley yang diproses menjadi malt untuk keperluan industri makanan dan minuman. Variasi olahannya sangat beragam, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan hidangan yang biasanya dibuat di rumah.6. Barley perlu dimasak hingga empuk sebelum dikonsumsi

ilustrasi panci untuk merebus kuah (freepik.com/valeria_aksakova) Sebelum dimasak, barley sebaiknya dibersihkan dengan membilasnya menggunakan air mengalir untuk menghilangkan debu atau kotoran yang mungkin melekat. Jika menggunakan barley utuh yang masih memiliki lapisan luar, merendamnya selama beberapa jam dapat membantu mempersingkat waktu memasak. Namun, langkah ini bisa disesuaikan dengan jenis barley yang digunakan dan petunjuk di kemasannya.
Setelah itu, rebus barley dengan air hingga teksturnya menjadi lunak dan kenyal sesuai dengan selera. Waktu memasaknya bisa bervariasi antara barley utuh, pearled barley, dan jenis olahan lainnya, jadi pastikan untuk memeriksa petunjuk pada produk. Kalau sudah matang, kamu bisa langsung mencampurkannya ke sup, salad, atau mengolahnya menjadi bubur hangat.Barley atau jelai ternyata bukan sekadar biji-bijian biasa, karena punya beragam jenis, kandungan nutrisi, dan cara pengolahan yang menarik untuk dicoba. Kamu bisa mengolahnya menjadi bubur, sup, salad, atau campuran berbagai hidangan sesuai selera. Kalau ingin menambah variasi bahan pangan di rumah, barley bisa jadi salah satu pilihan yang layak masuk daftar belanja, nih!















![[QUIZ] Kami Tahu Seberapa Jago Kamu Bertahan Hidup sebagai Anak Kos](https://image.idntimes.com/post/20260609/pexels-man-fong-wong-278505948-37113573_14251851-cf19-4f77-90cd-3f73db92d2dc.jpg)




