Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠5 Cara Mematangkan Mangga secara Alami, Yakin Sudah Tahu?

4 min read
⁠5 Cara Mematangkan Mangga secara Alami, Yakin Sudah Tahu?
Potret memotong mangga (pexels.com/Ron Lach)
  • Mangga mentah dapat dimatangkan alami pada suhu ruang di tempat kering, sejuk, dan tanpa sinar matahari langsung karena tetap menghasilkan gas etilen setelah dipanen.

  • Kantong kertas membantu memerangkap etilen untuk mempercepat pematangan; pisang atau apel matang dapat ditambahkan, sementara kantong plastik rapat berisiko memicu jamur dan pembusukan.

  • Kematangan ditandai tekstur sedikit empuk dekat tangkai dan aroma harum, bukan hanya warna kulit; setelah matang, mangga dapat dikonsumsi atau disimpan di kulkas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mangga termasuk buah tropis yang digemari banyak orang, karena rasanya manis, aromanya harum, dan teksturnya lembut saat matang. Buah ini bisa dinikmati secara langsung maupun diolah menjadi berbagai hidangan, seperti jus, rujak, salad buah, hingga dessert yang menyegarkan.

Namun, mangga yang dibeli di pasar atau supermarket terkadang masih dalam kondisi mentah. Teksturnya cenderung keras, rasanya asam, dan aromanya belum terlalu kuat. Jika langsung dikonsumsi, rasanya mungkin belum sesuai dengan harapan.

Kabar baiknya, mangga bisa dimatangkan secara alami di rumah tanpa perlu menggunakan bahan kimia tambahan. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan proses pematangan buah itu sendiri. Berikut cara mematangkan mangga secara alami yang bisa kamu coba.

  1. 1. Simpan mangga pada suhu ruang

    Cara paling sederhana untuk mematangkan mangga adalah menyimpannya pada suhu ruang. Mangga merupakan buah klimakterik yang tetap dapat mengalami proses pematangan setelah dipanen. Selama proses tersebut, buah menghasilkan gas etilen yang membantu perubahan tekstur, warna, aroma, dan rasa.

    Letakkan mangga mentah di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Sebaiknya, jangan menyimpannya di dalam wadah tertutup rapat, agar sirkulasi udara tetap terjaga.

    Periksa kondisi mangga setiap hari untuk mengetahui tingkat kematangannya. Waktu yang dibutuhkan bisa berbeda-beda, tergantung varietas, tingkat kematangan saat dipanen, dan kondisi penyimpanan.

  2. 2. Masukkan mangga ke dalam kantong kertas

    Potret buah mangga matang
    Potret buah mangga matang (unsplash.com/Desirae Hayes-Vitor)

    Menggunakan kantong kertas juga bisa membantu mempercepat proses pematangan mangga. Cara ini bekerja dengan memerangkap sebagian gas etilen yang dihasilkan buah, sehingga konsentrasinya di sekitar mangga meningkat.

    Caranya cukup mudah. Masukkan mangga mentah ke dalam kantong kertas, lalu lipat bagian atasnya tanpa menutup terlalu rapat. Simpan kantong tersebut pada suhu ruang dan periksa mangga secara berkala.

    Hindari menggunakan kantong plastik yang tertutup rapat, karena kelembapan dapat terperangkap di dalamnya. Kondisi tersebut berisiko memicu pertumbuhan jamur dan membuat buah lebih cepat membusuk.

  3. 3. Simpan bersama pisang matang

    Pisang matang dikenal menghasilkan gas etilen dalam jumlah cukup tinggi. Gas alami ini dapat membantu mempercepat pematangan buah lain yang disimpan di dekatnya, termasuk mangga.

    Coba letakkan 1-2 buah pisang matang bersama mangga mentah di dalam kantong kertas. Lipat bagian atas kantong, kemudian simpan pada suhu ruang. Periksa kondisi buah setiap hari, agar mendapat kematangan mangga yang pas alias tidak terlalu matang.

    Cara ini dapat menjadi pilihan jika kamu ingin menikmati mangga dalam waktu lebih singkat. Pastikan pisang dan mangga yang digunakan tidak memiliki bagian busuk atau berjamur agar kondisi buah tetap terjaga, ya!

  4. 4. Letakkan bersama apel matang

    Potret memotong mangga
    Potret memotong mangga (pexels.com/Ron Lach)

    Selain pisang, apel matang juga dapat digunakan untuk membantu proses pematangan mangga. Apel menghasilkan gas etilen yang berperan dalam proses pematangan berbagai jenis buah.

    Kamu bisa memasukkan mangga mentah dan satu buah apel matang ke dalam kantong kertas. Simpan pada suhu ruang dan hindari paparan sinar matahari langsung. Setelah beberapa waktu, periksa tekstur serta aroma mangga untuk memastikan tingkat kematangannya.

    Meski demikian, kecepatan pematangan tetap dipengaruhi kondisi awal mangga. Buah yang dipanen terlalu muda mungkin tidak dapat matang dengan rasa dan tekstur yang optimal.

  5. 5. Periksa kematangan mangga secara berkala

    Selain memilih metode penyimpanan yang tepat, penting untuk mengenali tanda-tanda mangga sudah matang. Jangan hanya mengandalkan perubahan warna kulit, karena setiap varietas mangga memiliki karakteristik warna yang berbeda.

    Mangga matang umumnya terasa sedikit empuk ketika ditekan perlahan, terutama di bagian dekat tangkainya. Aromanya pun cenderung lebih harum dan khas. Jika buah masih sangat keras dan belum mengeluarkan aroma, kemungkinan proses pematangannya masih berlangsung.

    Setelah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, mangga bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di dalam kulkas untuk memperlambat proses pematangan. Hindari membiarkan buah terlalu lama pada suhu ruang, karena teksturnya dapat menjadi terlalu lunak dan kualitasnya menurun.

    Mematangkan mangga secara alami sebenarnya cukup mudah dilakukan dengan memanfaatkan gas etilen dan kondisi penyimpanan yang sesuai. Dari beberapa cara di atas, kamu bisa memilih metode yang paling praktis sesuai kebutuhan. Pastikan untuk memeriksa kondisi buah secara rutin, agar mangga matang dengan baik dan siap dinikmati.

Related Articles

See More