Mengenal Mugicha, Teh Barley Khas Jepang dengan Aroma Sangrai

Saat ingin menikmati teh, kebanyakan orang mungkin langsung teringat teh hijau, teh hitam, atau matcha. Namun, Jepang punya minuman lain yang gak kalah menarik, yaitu mugicha atau teh barley yang dibuat dari biji jelai panggang. Minuman ini punya aroma sangrai yang khas dengan sentuhan rasa nutty dan biasanya dinikmati dingin maupun hangat.
Meski disebut teh, mugicha ternyata gak dibuat dari daun teh seperti yang biasa kita kenal, lho. Minuman ini berasal dari biji barley yang disangrai hingga mengeluarkan aroma khas, lalu diseduh sampai menghasilkan warna cokelat keemasan. Lantas, apa yang membuat mugicha begitu digemari di Jepang dan seperti apa cita rasanya? Yuk, kenali lebih jauh minuman unik yang satu ini!
1. Mugicha merupakan teh barley khas Jepang

ilustrasi teh yang disajikan (freepik.com/azerbaijan_stockers) Berbeda dengan teh yang biasanya berasal dari daun tanaman teh, mugicha menggunakan biji jelai atau barley sebagai bahan utama. Pertama-tama, biji barley tersebut dipanggang hingga berubah warna menjadi gelap dan mengeluarkan aroma panggang yang khas. Kemudian, biji barley ini diseduh dengan air panas atau direndam dalam air dingin hingga tercipta minuman berwarna coklat keemasan.
Meskipun sering disebut teh, mugicha sebenarnya termasuk tisane, yaitu minuman seduhan yang bukan berasal dari daun Camellia sinensis. Hal ini menjadi alasan mengapa karakter mugicha berbeda dengan teh hijau, teh hitam, atau hojicha. Minuman ini juga terkenal karena secara alami bebas kafein sehingga menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin menikmati minuman bercita teh tanpa kafein.
2. Barley disangrai untuk menghasilkan aroma dan rasa khas

ilustrasi barley yang disangrai (commons.wikimedia.org/Badagnani) Salah satu ciri khas mugicha yang mudah dikenali adalah aroma sangrainya yang kuat. Aroma ini berasal dari biji barley yang telah dipanggang sebelum diseduh sehingga memberikan karakter harum yang mengingatkan pada kacang atau biji-bijian yang dipanggang. Proses pemanggangan ini membentuk warna dan cita rasa unik dari mugicha, lho.
Dari segi rasa, mugicha memiliki karakter yang ringan dengan sentuhan nutty, sedikit earthy, serta tidak memiliki rasa pahit seperti beberapa jenis teh yang berasal dari daun teh. Secara umum, minuman ini tidak terasa pahit jika diseduh dengan takaran dan durasi yang tepat. Karena rasa yang relatif ringan, mugicha enak dinikmati tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.3. Mugicha populer sebagai minuman musim panas di Jepang

potret Senso-ji, Tokyo (pixabay.com/bewkaman) Ketika cuaca panas, secangkir minuman yang dingin sungguh menyegarkan, terutama setelah beraktivitas di luar. Kebiasaan ini kerap terlihat pada masyarakat Jepang yang menikmati mugicha dalam kondisi dingin selama musim panas. Gak heran kalau banyak rumah di Jepang sering menghadirkan mugicha sebagai minuman sehari-hari.
Di banyak rumah Jepang, mugicha umumnya disiapkan dalam jumlah cukup banyak, lalu disimpan di dalam kulkas agar bisa dinikmati kapan saja. Minuman ini juga kerap dibawa dalam botol ke sekolah atau tempat kerja. Selain praktis, rasanya yang ringan membuat mugicha cocok untuk dinikmati berulang kali tanpa perlu menambah gula.4. Mugicha bisa dinikmati dalam keadaan dingin maupun hangat

ilustrasi minum teh (freepik.com/freepik) Meskipun sering dikaitkan dengan minuman musim panas, mugicha sebenarnya juga sangat nikmat disajikan hangat. Saat cuaca sejuk atau kalau ingin menikmati minuman yang hangat, teh barley ini dapat diseduh dengan air panas. Aroma dari barley yang disangrai akan lebih terasa ketika mugicha disajikan dalam keadaan hangat.
Cara penyajiannya pun cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Untuk versi dingin, barley bisa direndam dalam air selama beberapa jam di kulkas hingga rasa dan aromanya keluar. Sementara untuk versi hangat, cukup seduh barley yang disangrai dengan air panas hingga memperoleh warna dan aroma yang diinginkan.5. Mugicha tidak mengandung kafein secara alami

ilustrasi mugicha (commons.wikimedia.org/円周率3パーセント) Buat yang sedang mengurangi asupan kafein, mugicha bisa menjadi pilihan minuman yang menarik untuk dicoba. Berbeda dengan teh hijau atau teh hitam yang berasal dari daun Camellia sinensis, mugicha terbuat dari biji barley sehingga secara alami tidak mengandung kafein. Artinya, kamu masih dapat menikmati minuman dengan aroma dan karakter yang mirip teh tanpa khawatir terhadap kafein yang masuk ke dalam tubuh.
Karena tidak memiliki kandungan kafein, mugicha pun bisa dinikmati di sore atau malam hari tanpa efek stimulan kafein. Namun, penting untuk dicatat bahwa informasi ini berlaku untuk mugicha murni tanpa campuran teh berkafein lainnya. Jadi, kalau kamu membeli mugicha dalam kemasan, ada baiknya untuk memeriksa komposisinya lebih dulu.6. Mugicha bisa dibuat sendiri di rumah

ilustrasi menyeduh (magnific.com/magnific) Tertarik mencoba mugicha setelah mengenal aroma dan rasanya? Kabar baiknya, minuman ini cukup gampang untuk dibuat sendiri karena bahan utamanya hanya biji barley yang disangrai dan air. Barley yang disangrai dapat ditemukan dalam bentuk biji utuh atau dalam kantong teh celup khusus mugicha di toko bahan makanan Jepang.
Untuk membuatnya, kamu dapat mengikuti petunjuk penyeduhan yang tertera pada kemasan karena setiap produk mungkin memiliki takaran dan waktu seduh yang berbeda. Setelah diseduh, mugicha bisa langsung dinikmati dalam keadaan hangat atau didinginkan terlebih dahulu di dalam kulkas. Kalau ingin rasa yang lebih ringan, gunakan lebih banyak air, sedangkan menambah takaran barley bisa memberikan rasa sangrai yang lebih kuat.Mugicha menjadi salah satu minuman khas Jepang yang menarik untuk dicoba karena menawarkan aroma barley sangrai dengan rasa ringan dan tanpa kafein. Cara membuatnya pun cukup praktis, sehingga bisa dinikmati sendiri di rumah, baik dalam keadaan dingin maupun hangat. Kalau bosan dengan teh yang itu-itu saja, mugicha bisa jadi alternatif minuman yang layak masuk daftar favoritmu!




















