Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Semua Jenis Durian Cocok Dijadikan Es atau Minuman?

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/kwanchai chai-udom)
Intinya sih...
  • Tekstur daging durian menentukan kenyamanan saat diminum, durian dengan daging tebal dan lembut lebih cocok dijadikan minuman.
  • Tingkat kemanisan mempengaruhi rasa akhir minuman, durian yang manisnya bersih lebih aman dijadikan es atau minuman.
  • Aroma durian tidak selalu tahan suhu dingin, beberapa durian wangi justru kehilangan karakternya setelah diblender.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Durian sering dianggap fleksibel, karena bisa dimakan langsung atau diolah menjadi minuman dingin. Kenyataannya, tidak semua durian enak saat dijadikan es atau minuman, karena rasa dan aromanya bisa berubah.

Ada durian yang terasa mantap dimakan langsung, tetapi hambar ketika diblender dengan es. Ada pula durian yang aromanya kuat di buah, lalu terasa aneh setelah dicampur susu. Hal ini sering terjadi karena karakter durian berbeda-beda, bukan karena cara membuatnya salah. Kesalahan memilih durian membuat minuman terasa mahal tetapi rasanya biasa saja.

Untuk menghindari hal itu, penting memahami sifat durian sebelum masuk ke gelas. Berikut penjelasan soal apakah semua jenis durian cocok diolah menjadi es atau minuman. Kenapa, ya?

1. Tekstur daging durian menentukan kenyamanan saat diminum

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Durian dengan daging tebal dan lembut biasanya lebih cocok dijadikan minuman. Tekstur seperti ini mudah hancur ketika diblender dan menyatu dengan es atau susu. Contohnya, durian montong matang sering menghasilkan es durian yang halus tanpa serpihan kasar. Sensasi di mulut tetap creamy meski diminum dingin.

Sebaliknya, durian dengan serat kasar akan terasa mengganggu saat diminum. Serat yang tidak hancur membuat minuman terasa seperti bubur yang tidak rapi. Kondisi ini sering ditemui pada durian lokal yang teksturnya berserat panjang. Minuman jadi kurang nyaman meski rasanya sebenarnya manis.

2. Tingkat kemanisan mempengaruhi rasa akhir minuman

ilustrasi es krim durian
ilustrasi es krim durian (vecteezy.com/Sakda Intawiphan)

Durian yang manisnya bersih lebih aman dijadikan es atau minuman. Ketika dicampur es, rasa manisnya tetap terasa tanpa perlu tambahan gula berlebihan. Contoh yang sering dipakai adalah durian montong atau musang king dengan tingkat kemanisan stabil. Rasa tidak berubah meski suhu turun.

Durian dengan rasa pahit tipis justru bermasalah saat dijadikan minuman. Rasa pahit yang awalnya samar akan terasa lebih jelas setelah terkena es. Minuman akhirnya terasa getir di akhir tegukan. Kondisi ini sering membuat orang mengira resepnya gagal, padahal masalahnya ada di buahnya.

3. Aroma durian tidak selalu tahan suhu dingin

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/kwangkii)

Aroma durian menjadi daya tarik utama dalam minuman. Namun, tidak semua aroma bertahan ketika durian dicampur es. Beberapa durian wangi justru kehilangan karakternya setelah diblender. Minuman jadi terasa seperti susu manis biasa.

Durian dengan aroma kuat, tetapi bersih, lebih cocok untuk minuman. Aromanya tetap muncul meski suhunya dingin. Contohnya, musang king yang matang sempurna masih terasa aromanya walau dicampur susu. Hal ini membuat minuman tetap terasa “durian”, bukan sekadar manis.

4. Tidak semua durian cocok dicampur susu atau santan

ilustrasi durian
ilustrasi durian (pexels.com/Alexey Demidov)

Susu sering dipakai karena memberi rasa creamy. Namun, durian dengan rasa kompleks bisa saling bertabrakan dengan susu. Rasa durian jadi tertutup dan terasa datar. Minuman akhirnya terasa berat dan kurang jelas karakternya.

Durian dengan rasa sederhana lebih mudah dipadukan. Ketika dicampur susu, rasa manis dan gurihnya tetap seimbang. Inilah alasan es durian di banyak kedai memakai jenis durian tertentu, bukan asal. Tujuannya supaya rasa tetap jelas meski bahannya sedikit.

5. Kematangan durian sangat menentukan hasil minuman

ilustrasi cendol durian
ilustrasi cendol durian (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Durian yang terlalu matang sering terasa enek ketika dijadikan minuman. Rasa manisnya berlebihan dan aromanya terlalu kuat setelah diblender. Minuman jadi terasa berat sejak tegukan pertama. Kondisi ini sering membuat orang cepat bosan.

Durian matang pas justru lebih ideal. Rasa manisnya seimbang dan aromanya tidak berlebihan. Ketika dicampur es, rasanya tetap segar dan mudah dinikmati. Inilah kunci sederhana yang sering diabaikan saat membuat minuman durian.

Kesimpulannya, tidak semua durian cocok dijadikan es atau minuman, karena tiap jenis punya sifat rasa dan tekstur yang berbeda. Pemilihan durian yang tepat jauh lebih penting daripada banyaknya topping atau campuran. Setelah tahu penjelasannya, masih yakin semua durian enak kalau dibikin minuman?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Kesalahan saat Membuat Dimsum yang Bikin Teksturnya Keras

09 Jan 2026, 23:42 WIBFood