Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Semua Makanan Fermentasi Khas Indonesia Rasanya Asam?

3 min read
Apakah Semua Makanan Fermentasi Khas Indonesia Rasanya Asam?
ilustrasi tauco (commons.wikimedia.org/Taman Renyah)
  • Makanan fermentasi khas Indonesia tidak selalu bercita rasa asam; ragam rasanya mencakup gurih, asin, manis, hingga sedikit asam.
  • Tempe menawarkan rasa gurih khas kedelai, sedangkan tauco bercita rasa asin dan gurih, kadang dengan sentuhan manis, sehingga umum dipakai sebagai bumbu masakan.
  • Tape segar cenderung manis dan lembut, tetapi dapat makin asam bila fermentasi berlanjut; brem dominan manis dengan sedikit rasa asam di akhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Begitu mendengar kata makanan fermentasi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan rasa yang asam atau aroma yang cukup tajam. Padahal, makanan fermentasi Indonesia punya rasa yang jauh lebih beragam dan gak semuanya meninggalkan sensasi asam di lidah, lho.

Lantas, apakah semua makanan fermentasi Indonesia memang rasanya asam? Yuk, kenali beberapa contohnya!

  1. 1. Tempe dan tauco punya rasa gurih yang kuat

    ilustrasi tempe
    ilustrasi tempe (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

    Tempe menjadi salah satu contoh paling gampang untuk membuktikan bahwa makanan fermentasi gak selalu asam. Tempe segar yang baru jadi justru punya rasa gurih dengan aroma khas kedelai, apalagi setelah digoreng sampai bagian luarnya kecokelatan. Teksturnya yang padat juga membuat tempe enak diolah menjadi banyak menu, mulai dari tempe goreng, orek, sambal tempe, sampai campuran sayur.

    Tauco juga punya rasa yang jauh dari sekadar asam. Bahan dasarnya berupa kedelai yang difermentasi hingga menghasilkan rasa asin dan gurih, dengan sedikit sentuhan manis pada beberapa jenis tauco. Tauco biasanya dipakai sebagai bumbu masakan, misalnya untuk tumisan, ikan, udang, atau tahu sehingga rasa kedelainya ikut memperkaya kuah dan bumbu. Karena rasanya sudah cukup kuat, tauco biasanya gak perlu digunakan terlalu banyak ketika dimasak.

  2. 2. Tape justru lebih dikenal karena rasa manisnya

    ilustrasi tape
    ilustrasi tape (vecteezy.com/artoniumw)

    Tape singkong dan tape ketan punya karakter rasa yang berbeda dari tempe maupun tauco. Saat masih dalam kondisi terbaiknya, tape terasa manis, lembut, dan sedikit berair dengan sensasi hangat yang bisa terasa setelah beberapa suapan. Pada tape yang difermentasi lebih lanjut, rasa asam dan aroma alkoholnya dapat semakin terasa sehingga karakter rasanya ikut berubah.

    Kondisi tape juga berpengaruh pada rasa ketika disantap. Tape yang masih segar biasanya punya rasa manis yang lebih tajam dan tekstur yang enak dimakan langsung atau dijadikan campuran es, kolak, dan aneka jajanan. Kalau sudah terlalu lama disimpan, rasanya dapat berubah menjadi lebih asam dan aromanya makin kuat. Jadi, rasa asam pada tape bukan berarti semua tape sejak awal punya rasa asam seperti itu, ya.

  3. 3. Brem punya rasa manis dengan sedikit rasa asam di akhir

    ilustrasi brem
    ilustrasi brem (commons.wikimedia.org/Midori)

    Brem juga berasal dari fermentasi ketan, tetapi bentuk dan cara menikmatinya berbeda dari tape. Makanan khas yang sering dikenal sebagai brem Madiun ini biasanya berbentuk kepingan padat berwarna putih kekuningan dan langsung lumer ketika masuk ke mulut. Rasanya dominan manis, lalu muncul sedikit rasa asam yang membuat akhirnya terasa lebih segar.

    Karakter tersebut membuat brem punya pengalaman makan yang cukup berbeda dari makanan fermentasi lain. Gak perlu digoreng atau dimasak lagi karena brem biasanya langsung dimakan sebagai camilan. Teksturnya yang cepat hancur di mulut juga menjadi salah satu daya tariknya, terutama ketika disantap bersama teh atau kopi. Jadi, kalau kamu mengira semua makanan fermentasi pasti punya rasa kecut yang kuat, brem justru punya rasa manis yang lebih menonjol.

    Kalau biasanya kamu menghindari atau masih ragu-ragu menikmati makanan fermentasi karena takut rasanya kecut bahkan asam ternyata gak perlu buru-buru berasumsi begitu. Ada banyak sekali rasa yang bisa ditemukan, dari gurih sampai manis, jadi pengalaman makan pun gak selalu seperti yang dibayangkan. Tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan selera kamu, mau tempe yang gurih atau tape yang manis?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More