Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Makanan Fermentasi Khas Indonesia yang Paling Populer

2 min read
10 Makanan Fermentasi Khas Indonesia yang Paling Populer
ilustrasi tape (freepik.com/jcomp)
  • Indonesia memiliki beragam makanan fermentasi yang memanfaatkan ragi, jamur, kapang, atau proses pengasaman, dengan tempe sebagai salah satu yang paling dikenal.
  • Olahan berbasis singkong dan ketan mencakup peuyeum, tape ketan, brem, serta gatot; prosesnya melibatkan perendaman, pemberian ragi, pengukusan, atau pengeringan.
  • Daftar lainnya meliputi oncom, dadih, dangke, pakasam, tempoyak, dan tempe, dengan bahan utama beragam seperti susu kerbau, ikan, durian, serta kedelai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kuliner Indonesia bisa dibilang sangat kaya. Gak cuma hasil olahannya, cara mengolahnya pun sangat beragam. Salah satunya fermentasi.

Salah satu produk makanan fermentasi yang terkenal di Indonesia adalah tempe. Biasanya butuh bantuan dari mikroorganisme dalam proses pembuatannya, seperti ragi atau jamur.

Gak cuma tempe, inilah sepuluh makanan fermentasi khas Indonesia yang harus kamu coba.

Table of Content

  1. 1. Peuyeum terbuat dari singkong rebus yang dibalur ragi, lalu didiamkan selama tiga hari. Rasanya manis dan asam dengan tekstur lembut

    Ilustrasi tape
    Ilustrasi tape (IDN Times/Umi Kalsum)

    This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media.

  2. 2. Tape ketan biasanya disajikan saat Lebaran di Pulau Jawa. Beras ketan dikukus, diberi ragi, dan dibungkus daun, lalu didiamkan selama 2-4 hari

    tape ketan (vecteezy.com/Shofiyatun Shofiyatun)
    tape ketan (vecteezy.com/Shofiyatun Shofiyatun)
  3. 3. Oncom berbahan dasar kapang dari Jawa Barat yang difermentasikan selama tiga hari. Ada dua jenis oncom, yakni merah dan hitam

  4. 4. Dadih, yoghurt lokal dari Minangkabau ini berbahan dasar susu kerbau. Susu tersebut diletakkan di dalam wadah bambu yang ditutup rapat dan dibiarkan selama 2-3 hari

    pembuatan dadih keju (pexels.com/Anna Shvets)
    pembuatan dadih keju (pexels.com/Anna Shvets)
  5. 5. Brem punya rasa yang sangat unik, sekali gigit rasanya seperti lumer di lidah. Dibuat dari sari ketan yang dimasak dan dikeringkan, lalu difermentasikan semalaman

    Ilustrasi Brem Madiun
    Ilustrasi Brem Madiun (commons.wikimedia.org/Midori)
  6. 6. Dangke, keju lokal khas Enrekang, Sulawesi Selatan, ini bertekstur sangat lembut. Bahan dasarnya dari susu kerbau dan getah pepaya, lalu didiamkan beberapa hari

    ilustrasi dangke (commons.wikimedia.org/RianHS)
    ilustrasi dangke (commons.wikimedia.org/RianHS)
  7. 7. Perpaduan rasa asam dan asin pakasam bikin makanan ini istimewa. Cara membuatnya, taburkan serbuk beras di atas ikan yang sudah dibumbui, lalu dibiarkan semalaman

    ilustrasi iwak pakasam (commons.wikimedia.org/Hariadhi)
    ilustrasi iwak pakasam (commons.wikimedia.org/Hariadhi)
  8. 8. Ternyata, pembuatan tempe dibantu dengan proses fermentasi asam laktat dari rendaman kacang kedelai. Makanan yang kaya protein ini jadi favorit orang Indonesia

    ilustrasi tempe (freepik.com/azerbaijan_stockers)
    ilustrasi tempe (freepik.com/azerbaijan_stockers)
  9. 9. Pecinta durian harus banget cobain tempoyak. Daging durian dibumbui dengan cabai rawit dan garam, lalu disimpan di dalam wadah tertutup selama 3-5 hari

    Ilustrasi Durian (Pexels.com/Tom Fisk)
    Ilustrasi Durian (Pexels.com/Tom Fisk)
  10. 10. Gatot terbuat dari singkong yang direndam air kapur selama belasan jam, lalu dikukus. Biasanya, gatot dinikmati dengan taburan kelapa parut atau gula di Gunung Kidul, Yogyakarta

    Nah, itulah beberapa makanan fermentasi khas Indonesia yang harus kamu cobain. Dari sepuluh makanan di atas, mana saja yang kamu suka?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More