Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Ciri-ciri Adonan Donat yang Sudah Overproofing?

ilustrasi adonan donat (freepik.com/freepik)
ilustrasi adonan donat (freepik.com/freepik)

Karena menggunakan ragi dalam adonannya, maka donat perlu melalui proses proofing agar menghasilkan gelembung udara untuk membuat donat mengembang serta bertekstur ringan dan empuk setelah digoreng.

Proofing sendiri dikenal sebagai proses pengembangan terakhir pada adonan setelah dibentuk dan sebelum digoreng. Ketika proofing dilakukan terlalu lama, yang terjadi adalah adonan akan mengalami overproofing.

Overproofing merupakan masalah yang sangat mempengaruhi hasil akhir donat. Lalu, bagaimana sebenarnya ciri-ciri adonan donat yang sudah overproofing tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Adonan langsung mengempis saat ditekan perlahan

ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Victor Rodríguez Iglesias)
ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Victor Rodríguez Iglesias)

Ketika waktu proses proofing sudah tepat, idealnya adonan donat akan membentuk lekukan dan naik kembali ke bentuk semula saat ditekan perlahan dengan ujung jari. Hal ini menandakan ragi di dalamnya masih aktif dan elastisitas adonan tetap terjaga.

Sementara, jika waktu proofing terlalu lama alias overproofing, adonan donat yang ditekan perlahan dengan ujung jari akan sama membentuk lekukan tapi tidak dapat kembali ke bentuk semula bahkan langsung mengempis. Ini terjadi karena ragi sudah menghasilkan terlalu banyak gas dan gluten di dalamnya juga sudah meregang melampaui batas. Jadi, kekuatan dan elastisitas adonan malah hilang.

2. Tekstur adonan cenderung lengket dan lemas

ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Hathaipat K.)
ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Hathaipat K.)

Selain adonan yang mengempis ketika ditekan perlahan dengan jari, ciri lain adonan donat yang sudah overproofing adalah cenderung lengket dan lemas saat disentuh atau bahkan hancur saat diangkat.

Hal ini disebabkan oleh jaringan gluten yang melemah sehingga adonan yang sudah dibentuk akan kehilangan strukturnya. Sebaliknya, jika waktu proofing pada adonan donat tepat, adonan tersebut bakal tetap mempertahankan bentuknya dengan baik.

3. Tampilan adonan terlihat mengilap

ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Kat)
ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Kat)

Dari segi tampilan saja sebenarnya sudah bisa diketahui apakah adonan donat buatanmu overproofing atau tidak. Coba perhatikan dengan seksama, biasanya adonan yang mengalami overproofing ciri tampilannya akan muncul gelembung kecil di permukaan, tampak halus dan mengilap, serta warnanya terlihat lebih pucat.

Bahkan jika kamu mencoba untuk menggorengnya, akan muncul gelembung di bagian bawahnya. Atau jika pun donat mulus dan mengembang saat digoreng, tapi setelah dingin hasilnya jadi mengempis dan berkerut.

4. Muncul aroma asam dari adonan

ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Alejandro Villa)
ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Alejandro Villa)

Ciri adonan donat overproofing yang bisa langsung kamu sadari adalah aroma yang keluar dari adonan tersebut. Karena ragi sudah menghasilkan terlalu banyak gas dan fermentasi terjadi secara berlebihan, maka akan muncul aroma asam atau alkohol yang kuat.

Aroma tersebut tidak saja muncul dari adonan yang masih mentah, tapi juga akan terbawa ketika donat selesai digoreng. Bahkan, jika dicicipi, rasa donat bisa berubah menjadi sedikit asam dan kurang enak.

Untuk mengetahui apakah adonan donat buatanmu overproofing atau tidak, kamu bisa memperhatikan beberapa ciri seperti diatas. Adonan donat overproofing tidak sepenuhnya bisa kembali ke kondisi semula. Karena itu, tak sedikit yang memilih untuk membuangnya.

Tapi, kamu juga bisa mencoba menyelamatkannya agar tetap bisa dinikmati. Caranya, kempiskan adonan secara perlahan untuk melepaskan kelebihan gas, lalu bentuk kembali adonan donat dan biarkan mengembang, namun dengan waktu yang lebih singkat.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us