7 Bahan Aromatik yang Digunakan untuk Dessert Timur Tengah

- Dessert Timur Tengah dikenal manis dan beraroma khas karena memadukan pemanis alami seperti madu dan kurma dengan bahan aromatik dari bunga, rempah, hingga resin alami.
- Tujuh bahan aromatik utama yang sering digunakan meliputi air mawar, air bunga jeruk, saffron, kapulaga, kayu manis, mastic, dan bubuk mahlebi dengan karakter aroma unik masing-masing.
- Perpaduan berbagai bahan aromatik tersebut menciptakan cita rasa kompleks namun lembut, menjadikan dessert Timur Tengah mudah dikenali lewat aroma dan sensasi rasanya yang khas.
Dessert khas Timur Tengah terkenal dengan cita rasanya yang manis dan bertekstur unik. Biasanya memadukan pemanis alami, seperti madu, gula, dan kurma, dengan aneka bahan aromatik sebagai penyeimbang. Perpaduan tersebut membuat hidangan yang dihasilkan menjadi tidak enek serta beraroma.
Kamu pernah mengira bahwa bahan aromatik yang digunakan hanya rempah? Ternyata, mereka juga menggunakan beberapa jenis bunga hingga resin aromatik alami, lho. Biar gak salah sangka, berikut ini beberapa bahan aromatik yang sering digunakan untuk dessert Timur Tengah.
1. Air mawar

Air mawar punya aroma yang cukup kuat, sehingga ditambahkan dalam jumlah kecil. Biasanya hanya beberapa sendok teh dalam satu resep, supaya tidak memberikan sensasi seperti parfum. Penggunaan dalam takaran yang tepat akan menghasilkan hidangan beraroma bunga yang lembut, menyegarkan, dan rasanya ringan.
Dessert berbahan susu dan tepung sering menambahkan air mawar sebagai bahan aromatik. Kamu bisa menjumpainya pada mahalabia, puding susu khas Timur Tengah. Sebagian juga menjadikannya tambahan untuk membuat sirup yang disiramkan pada kue, seperti baklava dan basbousa.
2. Air bunga jeruk

Air bunga jeruk sering menjadi pilihan alternatif pengganti air mawar. Ada pula yang menggunakan keduanya untuk menghasilkan aroma yang lebih lembut dan menyegarkan. Bahan aromatik satu ini punya profil lebih lembut daripada air mawar, sedikit aroma jeruk, sedikit manis, dan rasanya tidak asam.
Meski tidak sepopuler air mawar, masyarakat Lebanon menjadikannya bahan penting untuk membuat dessert, seperti puding beras, aneka kue, dan manisan. Cocok dipadukan dengan karamel, madu, maupun gula merah. Mereka juga sering menambahkannya dalam minuman, mulai dari campuran sirup buah hingga café blanc Lebanon.
3. Saffron

Kamu tentu sudah tidak asing dengan saffron, salah satu rempah termahal di dunia yang berasal dari bunga Crocus sativus. Berbeda dari kedua jenis bunga sebelumnya, bahan satu ini punya rasa yang lebih kompleks. Campuran berlapis dari rasa manis seperti madu, sedikit pahit dengan aroma buah kering, earthy, dan agak smoky.
Saffron sering digunakan untuk membuat dessert versi Iran atau Persia. Mereka kerap memadukannya dengan air mawar, kapulaga, dan pistachio. Hidangan tradisional yang biasanya dibuat dengan menambahkan saffron antara lain bastani (es krim saffron), sholezard (puding beras), dan halva.
4. Kapulaga

Masyarakat Asia Tenggara kerap kali menggunakan kapulaga sebagai hidangan gurih. Lain halnya dengan orang Timur Tengah yang menjadikannya sebagai bahan aromatik untuk berbagai dessert manis. Terdapat dua jenis yang sering digunakan, yaitu kapulaga hijau dan kapulaga hitam.
Kapulaga hijau memberikan aroma kayu putih segar, sedangkan kapulaga hitam punya aroma smoky dan herbal. Keduanya dapat digunakan secara bergantian, tetapi kapulaga hijau lebih sering digunakan untuk dessert karena rasanya yang lebih manis. Biasanya ditambahkan untuk membuat puding, biskuit, atau kue dengan rasa bunga dan buah jeruk, mirip kulit lemon, tetapi punya sentuhan mentol.
5. Kayu manis

Kayu manis menjadi bahan penting dalam berbagai hidangan, karena menawarkan aroma hangat dan manis yang menenangkan. Rasanya agak manis, pedas, dan kelat yang cocok digunakan sebagai campuran cokelat, susu, maupun bahan krim. Biasanya dijual dalam bentuk asli seperti potongan kulit kayu atau bubuk.
Hampir semua dessert tradisional Timur Tengah punya varian rasa kayu manis, terutama yang punya tekstur creamy serta comforting. Aneka puding, mulai dari puding beras, puding susu, hingga puding semolina, pun dicampur dengan kayu manis. Selain itu, juga digunakan pada roti dan kue, seperti maamoul dan zalabia.
6. Mastic

Pernah dengar bahan makanan bernama mastic? Mastic merujuk pada getah resin alami yang dihasilkan dari pohon mastic (Pistacia lentiscus), yang tumbuh subur di wilayah Mediterania dan Timur Tengah. Rasanya menyerupai resin dan pinus serta dapat dikunyah seperti permen karet.
Bahan satu ini biasanya dijual di toko-toko Timur Tengah dan Yunani dalam kemasan botol kecil. Bentuknya seperti tetesan kecil berwarna keemasan buram. Cara penggunaannya ditumbuk hingga menjadi bubuk, kemudian dicampur dengan bahan lain untuk membuat es krim dan puding serta memberikan rasa unik pada keju Nabulsi.
7. Bubuk mahlebi

Satu lagi, mahlebi atau mahlap merupakan rempah aromatik yang terbuat dari biji ceri S.t Lucie. Butiran bijinya berwarna cokelat muda dengan bentuk menyerupai almond. Rasanya mirip dengan kombinasi antara almond pahit dan ceri.
Sebelum digunakan dalam masakan, biji ceri tersebut diekstraksi dan digiling menjadi bubuk. Kamu bisa menemukannya di toko-toko Arab dan Yunani. Biasanya dijual dalam botol kecil. Biasanya digunakan untuk membuat kue ka’ak, aneka cookies, roti, dan dipadukan dengan pistachio serta jeruk.
Ketujuh bahan aromatik tersebut menghasilkan aroma dan rasa yang khas pada dessert Timur Tengah. Sering kali menggunakan lebih dari satu untuk memberikan cita rasa yang kompleks, tapi tetap lembut. Oleh sebab itu, hidangan penutupnya memiliki aroma yang mudah dikenali.


















