Benarkah Mencuci Buah Beri Pakai Air Cuka Bikin Lebih Awet?

- Air cuka membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada buah beri, sehingga kesegarannya bisa bertahan lebih lama bila disimpan dengan benar di kulkas.
- Perbandingan ideal campuran adalah satu bagian cuka putih dan empat bagian air, lalu buah harus dibilas bersih serta dikeringkan agar tidak meninggalkan aroma atau kelembapan berlebih.
- Penyimpanan yang tepat—menggunakan wadah bersih berlapis tisu dan memisahkan buah rusak—menjadi kunci utama agar metode air cuka efektif menjaga kualitas buah beri.
Buah beri, seperti stroberi, bluberi, raspberry, dan blackberry, menjadi favorit banyak orang karena rasanya segar dan kaya nutrisi. Sayangnya, buah-buahan ini juga terkenal mudah berjamur apabila gak disimpan dengan cara yang tepat.
Belakangan, muncul tren di media sosial yang menyarankan mencuci buah beri menggunakan air cuka sebelum disimpan di kulkas. Banyak orang percaya bahwa cara ini dapat membuat buah tetap segar lebih lama sekaligus mengurangi risiko pembusukan.
Lalu, benarkah mencuci buah beri pakai air cuka bikin lebih awet dan gak berjamur? Berikut lima fakta yang perlu kamu ketahui sebelum mencoba trik sederhana ini.
1. Air cuka memang bisa membantu memperpanjang kesegaran buah beri

Salah satu alasan mengapa air cuka banyak direkomendasikan adalah karena sifatnya yang asam. Keasaman tersebut dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan kapang yang menjadi penyebab utama buah beri cepat rusak. Karena jumlah mikroorganisme di permukaan buah berkurang, peluang buah untuk bertahan lebih lama di dalam kulkas juga lebih besar.
Sean Brady Kenniff, Senior Digital Food Editor di EatingWell, menjelaskan bahwa bukan cuka yang membuat buah menjadi awet. Menurutnya, cuka bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, termasuk kapang, sehingga proses pembusukan dapat berlangsung lebih lambat. Hal inilah yang membuat metode air cuka banyak direkomendasikan sebagai salah satu cara menjaga kesegaran buah beri.
2. Air cuka bukan hanya membersihkan, tapi juga mengurangi risiko jamur

Buah beri memiliki kulit yang tipis dan lembut sehingga lebih rentan ditumbuhi jamur, terutama jika masih terdapat mikroorganisme sejak awal pembelian. Membersihkan buah dengan air biasa memang dapat menghilangkan kotoran, tetapi belum tentu mampu mengurangi pertumbuhan jamur secara optimal. Itulah sebabnya banyak orang memilih menggunakan campuran air dan cuka sebagai langkah tambahan.
Jamur pada buah beri diketahui dapat menyebar dengan cepat dari satu buah ke buah lainnya selama penyimpanan. Karena itu, membersihkan buah sebelum disimpan sekaligus memisahkan buah yang sudah rusak menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas buah yang masih segar. Kebiasaan sederhana ini juga dapat membantu mengurangi pemborosan makanan karena lebih sedikit buah yang terbuang akibat pembusukan.
3. Perbandingan air dan cuka harus tepat agar hasilnya maksimal

Menggunakan cuka bukan berarti kamu menuangkannya langsung ke atas buah beri. Campuran yang disarankan adalah 1 bagian cuka putih dengan 4 bagian air. Sebagai contoh, kamu bisa mencampurkan seperempat cangkir cuka putih dengan satu cangkir air ke dalam mangkuk atau wadah bersih sebelum merendam buah.
Buah beri cukup direndam selama sekitar 5 menit, lalu dibilas dengan air mengalir hingga bersih. Menurut penjelasan Sean Brady Kenniff, pembilasan setelah perendaman penting dilakukan agar tidak ada rasa maupun aroma cuka yang tertinggal pada buah. Setelah itu, buah siap dikeringkan sebelum disimpan agar manfaat metode ini bisa diperoleh secara maksimal.
4. Mengeringkan buah menjadi langkah yang gak boleh dilewatkan

Banyak orang mengira proses perendaman dengan air cuka sudah cukup untuk membuat buah beri lebih awet. Padahal, langkah berikutnya justru sama pentingnya, yaitu memastikan buah benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Sisa air yang menempel di permukaan buah dapat menciptakan lingkungan yang lembap sehingga jamur lebih mudah berkembang.
Sean Brady Kenniff menjelaskan bahwa kelembapan merupakan salah satu "musuh" terbesar bagi kesegaran buah beri. Karena itu, setelah dibilas, buah sebaiknya dikeringkan menggunakan tisu dapur, kain bersih, atau alat pengering sayuran jika tersedia. Semakin sedikit air yang tertinggal di permukaan buah, semakin kecil pula peluang jamur tumbuh selama penyimpanan.
Setelah dibilas, pastikan buah benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan. Buah yang masih basah sebaiknya tidak langsung disimpan karena sisa air di permukaannya dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan membuat buah menjadi lebih cepat rusak. Itulah sebabnya, mengurangi kelembapan pada buah menjadi salah satu langkah penting agar kesegarannya bisa bertahan lebih lama.
5. Cara menyimpan buah setelah dicuci juga menentukan daya tahannya

Setelah buah benar-benar kering, jangan langsung menyimpannya dalam wadah tertutup tanpa persiapan. Sebaiknya gunakan wadah yang bersih, lalu lapisi bagian dasarnya dengan kain bersih atau tisu dapur. Lapisan tersebut berfungsi menyerap sisa kelembapan yang mungkin masih muncul selama buah disimpan di dalam kulkas.
Buah beri yang sudah berjamur atau rusak sebaiknya segera dipisahkan dari buah yang masih segar. Jamur dapat menyebar dengan cepat sehingga satu buah yang rusak berpotensi mempercepat pembusukan buah lainnya di dalam wadah penyimpanan. Karena itu, rutin memeriksa kondisi buah sebelum dan selama disimpan dapat membantu menjaga kesegaran buah yang masih layak dikonsumsi lebih lama.
Perlu diingat bahwa metode air cuka bukanlah solusi yang bisa membuat buah beri bertahan segar selama berminggu-minggu. Cara ini hanya membantu mengurangi mikroorganisme yang dapat mempercepat pembusukan, sehingga masa simpan buah berpotensi menjadi sedikit lebih lama jika dibarengi dengan penyimpanan yang tepat. Oleh karena itu, kualitas buah saat dibeli serta cara menyimpannya tetap menjadi faktor utama yang menentukan kesegarannya.
Mencuci buah beri dengan campuran air dan cuka ternyata bukan sekadar tren yang viral di media sosial. Berdasarkan penjelasan dari EatingWell serta didukung oleh informasi dari Mayo Clinic dan Allrecipes, metode ini memang dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri yang mempercepat pembusukan buah. Namun, manfaat tersebut baru bisa dirasakan jika kamu juga membilas buah hingga bersih, mengeringkannya secara menyeluruh, serta menyimpannya di dalam wadah yang tepat.
Jadi, kalau ingin buah beri tetap segar lebih lama, jangan hanya fokus pada penggunaan air cuka saja. Pastikan kamu juga memilih buah yang masih segar sejak awal, memisahkan buah yang sudah rusak, dan menjaga kelembapan di dalam wadah penyimpanan. Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, kamu bisa menikmati buah beri lebih lama sekaligus mengurangi pemborosan makanan di rumah.

















![[QUIZ] Ayo Tebak Makanan Favorit Pemain Piala Dunia 2026 Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260707/upload_ca204f0abee3fb9d7b7edebaf8dc4881_aa64b494-f0e1-4bfa-ac9e-d8f682248481.jpg)




