- 1 liter air,
- 2–3 sendok makan garam, dan
- 1–2 potong dada ayam tanpa tulang.
Cara Brining Dada Ayam, biar Juicy dan Gak Kering

Dada ayam dikenal sebagai bagian daging yang tinggi protein dan rendah lemak. Tak heran kalau potongan ini kerap menjadi andalan untuk menu sehat, mulai dari tumisan, grilled chicken, hingga meal prep mingguan. Namun, ada satu tantangan yang sering dikeluhkan banyak orang, yakni teksturnya mudah kering dan terasa keras jika salah teknik memasak.
Salah satu cara sederhana untuk mengatasi masalah tersebut adalah teknik brining. Metode ini dipercaya mampu membuat dada ayam lebih juicy, empuk, dan tetap beraroma meski dimasak dengan berbagai cara.
Lantas, bagaimana cara melakukan brining dada ayam yang benar? Berikut beberapa hal yang wajib kamu tahu!
1. Apa itu brining?
Brining adalah teknik merendam daging dalam larutan air garam sebelum dimasak. Proses ini membantu daging menyerap cairan, sekaligus meningkatkan kemampuannya mempertahankan kelembapan saat terkena panas.
Ketika direndam dalam larutan garam, serat daging akan mengalami proses osmosis. Garam membantu memecah sebagian protein pada permukaan daging, sehingga air lebih mudah terserap dan terperangkap di dalamnya. Hasilnya, dada ayam tidak mudah kehilangan cairan saat dipanggang, digoreng, atau dipanggang tanpa minyak.
2. Bahan yang diperlukan untuk melakukan teknik brining

Untuk melakukan proses brining sederhana di rumah, kamu hanya membutuhkan bahan-bahan berikut:
Sebagai tambahan, kamu juga bisa memasukkan gula, bawang putih, merica, daun salam, atau rempah lain untuk memperkaya rasanya. Namun, bahan dasar air dan garam saja sudah cukup efektif. Selanjutnya, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
- Campurkan air dan garam di dalam wadah besar, lalu aduk hingga larut sepenuhnya.
- Masukkan dada ayam ke dalam larutan, pastikan seluruh bagian terendam.
- Tutup wadah dan simpan di kulkas.
- Diamkan selama 30 menit hingga 2 jam, tergantung ketebalan daging.
- Setelah selesai, angkat ayam dan bilas sebentar di bawah air mengalir.
- Keringkan dengan tisu dapur sebelum dimasak.
Ingat, waktu perendaman sangatlah penting! Jika terlalu lama, rasa ayam bisa menjadi terlalu asin dan teksturnya berubah. Jadi, selalu sesuaikan dengan ukuran ayamnya, ya!
3. Tips agar hasilnya lebih maksimal
Ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan, agar hasil akhirnya lebih maksimal dan terasa juicy. Berikut di antaranya.
- Jangan gunakan terlalu banyak garam. Takaran ideal adalah sekitar 2–3 persen dari total berat air.
- Simpan di dalam kulkas selama proses perendaman untuk menjaga keamanan pangan.
- Setelah brining, jangan lupa mengeringkan permukaan ayam, agar proses pemanggangan atau penumisan menghasilkan warna kecokelatan yang cantik.
- Hindari memasak terlalu lama, karena meski sudah melalui proses brining. Overcooking tetap bisa membuat ayam kering.
Dada ayam yang sudah melalui proses brining cocok diolah menjadi grilled chicken, ayam panggang oven, chicken steak, hingga isian sandwich. Teknik ini juga sangat membantu jika kamu sering memasak ayam dalam jumlah banyak untuk kebutuhan meal prep.
Dengan teknik brining yang tepat, dada ayam tak lagi identik dengan tekstur kering dan membosankan. Prosesnya sederhana, tetapi hasilnya bisa membuat hidangan terasa jauh lebih lezat dan juicy. Gimana, tertarik mencobanya di dapur hari ini?

















