Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ciri Durian yang Cocok Dijadikan Dessert, Jangan Salah!

ilustrasi durian
ilustrasi durian (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya sih...
  • Durian dengan daging padat lebih mudah diolah menjadi dessert
  • Durian dengan tingkat manis seimbang memberikan rasa dessert yang elegan
  • Bijinya kecil dan sedikit membuat daging durian lebih praktis di olahan dessert
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Durian selalu punya tempat istimewa di dunia kuliner, karena aromanya yang khas dengan tekstur lembut. Namun, tidak semua durian cocok disantap langsung begitu saja, karena beberapa varietas justru lebih ideal dijadikan bahan dessert yang memikat selera. Lantas, bagaimana cara membedakan durian yang tepat untuk dessert dan yang lebih baik dinikmati sendiri?

Memahami karakter durian sejak pemilihan hingga pengolahan dapat mengubah pengalaman makan menjadi lebih istimewa tanpa harus mengorbankan rasa atau aroma aslinya. Berikut panduan lengkap untuk mengenali ciri durian yang cocok dijadikan dessert biar kamu gak salah pilih.

1. Durian dengan daging lebih padat lebih menarik untuk dessert

ilustrasi daging durian
ilustrasi daging durian (vecteezy.com/kwangkii)

Daging durian yang padat cenderung lebih mudah diolah menjadi berbagai kreasi dessert karena teksturnya tetap stabil saat dipanggang atau dibekukan. Tidak seperti durian dengan daging lembek, varietas padat mempertahankan bentuk saat dijadikan mousse, cake, atau es krim. Aroma durian tetap muncul, tapi tidak terlalu tajam, sehingga cocok bagi penikmat yang sensitif terhadap bau.

Selain itu, durian padat biasanya menghasilkan rasa yang lebih konsisten di setiap gigitannya, sehingga dessert memiliki profil rasa yang seimbang. Varietas ini juga lebih mudah diukur takarannya untuk resep, sehingga setiap sajian memiliki kualitas yang seragam. Daging padat juga mengurangi risiko dessert menjadi terlalu berair, yang bisa memengaruhi tekstur dan penampilan hidangan.

2. Durian dengan tingkat manis seimbang memberikan rasa dessert yang elegan

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/ Tanarat Kongchuenjit)

Durian yang terlalu manis saat dimakan langsung kadang menghasilkan dessert yang terlalu mendominasi. Sebaliknya, durian dengan rasa manis seimbang mampu menonjolkan perpaduan rasa lain dalam hidangan, seperti cokelat, keju, atau santan. Keseimbangan rasa ini membuat dessert lebih harmonis tanpa kehilangan karakter durian.

Penggunaan durian yang seimbang manisnya juga memungkinkan chef atau home cook menyesuaikan resep tanpa harus menambahkan banyak gula atau pemanis tambahan. Dessert menjadi lebih alami dan tidak terlalu berat di lidah. Aroma durian tetap terasa, tapi hadir dengan sentuhan halus yang membuat hidangan lebih elegan.

3. Bijinya kecil dan sedikit membuat daging durian lebih praktis di olahan dessert

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/kwangkii)

Durian dengan biji kecil atau jarang memudahkan pengolahan karena lebih banyak daging yang bisa dimanfaatkan. Hal ini penting untuk dessert, seperti puding, es krim, atau cake, di mana distribusi daging durian harus merata agar rasa konsisten. Durian dengan biji besar sering menyulitkan proses penghalusan atau pencampuran bahan lain.

Dengan biji kecil, durian juga lebih cepat diolah menjadi pasta atau puree, sehingga waktu persiapan dessert menjadi lebih efisien. Daging yang tersisa bisa digunakan untuk topping atau hiasan, menambah nilai estetika dessert. Praktisnya biji durian kecil ini membuat proses pembuatan dessert lebih menyenangkan dan minim hambatan.

4. Aroma tidak terlalu tajam mendukung kenikmatan dessert

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Beberapa durian memiliki aroma sangat kuat yang bisa mendominasi hidangan dan menimbulkan rasa kurang nyaman bagi sebagian orang. Untuk dessert, aroma durian sebaiknya lembut, sehingga menambah kesan eksotis tanpa membuat orang merasa kewalahan.

Aroma yang tidak terlalu tajam juga memudahkan kombinasi dengan bahan lain, misalnya cokelat, karamel, atau buah tropis lain. Dessert menjadi lebih seimbang dan mengundang selera banyak orang. Penggunaan durian dengan aroma moderat memastikan semua elemen rasa di hidangan tetap terlihat dan terasa.

5. Tekstur yang kental dan krimi memberikan sensasi dessert lebih lembut

ilustrasi durian
ilustrasi durian (vecteezy.com/Bigc Studio)

Durian yang kental dan memiliki tekstur krimi sangat ideal untuk dessert karena mampu memberikan sensasi lembut saat dikonsumsi. Tekstur seperti ini membuat mousse, puding, atau es krim durian terasa kaya dan memanjakan lidah. Sensasi krimi juga membantu dessert tampak lebih mewah tanpa harus menambahkan banyak bahan pengental.

Selain itu, durian yang krimi mudah dicampur dengan bahan lain tanpa kehilangan struktur. Hal ini memungkinkan penciptaan lapisan rasa yang kompleks dalam hidangan. Tekstur yang kental juga menahan kelembapan dessert, sehingga tampilannya tetap menarik meski disajikan dalam waktu lama.

Memilih durian untuk dessert memang membutuhkan perhatian pada tekstur, rasa, biji, dan aroma agar hasil akhir benar-benar memuaskan. Dengan memahami ciri-ciri durian yang tepat, setiap kreasi dessert bisa menghadirkan pengalaman makan yang berbeda dari sekadar memakan durian langsung. Apakah kamu sudah siap mencoba durian dessert di rumah dengan tips ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More

Kenapa Pesan Cappuccino Siang Hari di Italia Malah Dianggap Aneh?

03 Jan 2026, 20:15 WIBFood