1. Kupas kimpul sebelum diolah.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengupas kulit kimpul dengan benar. Gunakan pisau yang bersih dan tajam, agar kulitnya lebih mudah dilepaskan.
Jika kulit kimpul membuat tangan terasa gatal atau tidak nyaman, kamu bisa menggunakan sarung tangan saat mengupasnya. Setelah dikupas, cuci umbi di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa tanah maupun kotoran yang menempel. Jangan lupa mencuci peralatan yang digunakan setelah proses pengupasan, agar sisa getah dan kotoran tidak berpindah ke bahan makanan lain.
2. Potong sesuai kebutuhan.
Setelah dikupas dan dicuci, potong kimpul sesuai jenis masakan yang akan dibuat. Kalau mau digoreng, kimpul bisa dipotong berbentuk stik atau irisan tipis. Sedangkan, untuk kukusan atau rebusan, potongan bisa dibuat lebih besar.
Ukuran potongan yang relatif seragam juga membantu kimpul matang secara merata. Hindari membuat sebagian potongan terlalu besar dan sebagian lainnya terlalu kecil, karena tingkat kematangannya bisa berbeda alias tidak merata.
3. Rendam sebelum dimasak.
Kimpul dapat direndam dalam air setelah dikupas dan dipotong. Langkah ini membantu membersihkan sisa getah dan senyawa yang dapat menyebabkan rasa gatal. Air rendaman sebaiknya dibuang dan kimpul kembali dibilas sebelum masuk ke tahap pemasakan. Jangan menggunakan air rendaman tersebut untuk memasak.
4. Masak kimpul hingga matang sempurna.
Langkah ini merupakan bagian yang paling penting. Kimpul sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Kamu bisa merebus, mengukus, atau menggoreng kimpul sesuai kebutuhan. Suhu panas membantu mengurangi kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan sensasi gatal.
Untuk memastikan bagian dalamnya matang, tusuk kimpul menggunakan garpu atau tusuk sate. Jika sudah empuk dan tidak ada bagian yang masih keras, kimpul dapat digunakan untuk tahap pengolahan berikutnya.
5. Gunakan kimpul untuk berbagai jenis masakan.
Setelah dimasak dengan benar, kimpul bisa diolah menjadi banyak hidangan. Rasanya yang cenderung gurih dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok dijadikan bahan gorengan, perkedel, keripik, kolak, atau bahkan makanan yang biasanya menggunakan kentang.
Kimpul juga dapat dihaluskan untuk membuat mashed kimpul seperti halnya membuat mashed potato yang lebih dulu populer. Cara ini menarik untuk dicoba ketiak ingin memperkenalkan bahan pangan lokal dalam sajian yang lebih modern.
6. Pilih kimpul yang masih segar.
Kualitas bahan baku tentu memengaruhi hasil akhir masakan. Pilih kimpul yang terasa padat ketika ditekan, tidak lembek, dan tidak memiliki bagian yang membusuk. Hindari umbi dengan aroma tidak sedap, permukaan berlendir, atau perubahan warna yang mencurigakan. Kimpul yang masih segar biasanya memiliki tekstur yang lebih baik setelah dimasak.