7 Jenis Jamur untuk Shabu-Shabu yang Bikin Kuah Makin Nikmat

- Tujuh jamur yang direkomendasikan untuk shabu-shabu adalah enoki, shimeji, shiitake, maitake, portobello, kuping, dan matsutake.
- Setiap jamur menawarkan karakter berbeda, dari tekstur renyah, kenyal, lembut, hingga tebal, serta aroma yang dapat menambah rasa gurih kuah.
- Waktu dan cara memasak perlu disesuaikan: enoki dan matsutake jangan terlalu lama, kuping kering direndam, sedangkan portobello sebaiknya diiris tipis.
Kalau sudah berhadapan dengan sepanci shabu-shabu panas, enoki biasanya jadi salah satu isian yang langsung dicari. Padahal, jamur yang enak dicelup ke kuah gak cuma enoki, karena masih ada banyak jenis lain dengan tekstur dan aroma yang gak kalah menarik.
Menambahkan beberapa jenis jamur juga bisa bikin shabu-shabu terasa lebih variatif tanpa perlu menjejali panci dengan terlalu banyak bahan. Ada yang teksturnya renyah, ada pula yang lebih kenyal dan punya aroma khas sehingga kuah terasa makin sedap. Kamu tinggal menyesuaikannya dengan selera, lalu masukkan ke panci sesuai waktu masak agar teksturnya tetap enak.
Nah, kalau selama ini cuma kenal enoki, kenalan dengan tujuh jenis jamur untuk shabu-shabu yang bikin kuah makin nikmat berikut, yuk!
1. Jamur enoki

ilustrasi jamur enoki (magnific.com/jannoon028) Jamur enoki dapat dianggap sebagai salah satu bahan yang paling erat kaitannya dengan hidangan shabu-shabu. Bentuknya yang panjang dan ramping, jamur ini memberikan tekstur yang sedikit renyah dan kenyal setelah dicelupkan ke dalam kuah panas. Rasanya yang lembut juga membuat enoki mudah dipadukan dengan aneka kuah dan saus, lho.
Enoki gak perlu dimasak terlalu lama karena teksturnya bisa cepat berubah menjadi terlalu lembek. Cukup celupkan beberapa saat hingga layu, lalu angkat dan nikmati bersama saus favorit. Kalau digulung dengan irisan daging tipis sebelum dicelupkan, pengalaman makannya juga akan lebih seru.
2. Jamur shimeji

ilustrasi jamur shimeji (magnific.com/magnific) Kalau ingin jenis jamur dengan tekstur lebih kokoh, shimeji bisa menjadi pilihan yang menarik. Jamur ini memiliki batang kecil dan kepala bulat dengan rasa gurih yang terasa lebih kuat setelah terkena kuah. Teksturnya tetap kenyal saat dimasak, sehingga gak gampang terasa lembek, lho.
Sebelum dimasak, bagian pangkalnya bisa dipotong, lalu jamur dipisahkan menjadi kelompok-kelompok kecil. Masukkan ke dalam kuah yang sudah mendidih dan masak hingga teksturnya sesuai selera. Baik shimeji putih maupun cokelat sama-sama enak ketika dijadikan pelengkap kuah shabu-shabu yang gurih.
3. Jamur shiitake

ilustrasi jamur shiitake (magnific.com/stockking) Kalau kamu suka jamur dengan aroma yang lebih kuat, shiitake bisa jadi pilihan yang pas. Teksturnya cukup tebal dan terasa lebih “berisi” dibanding beberapa jenis jamur lain, jadi enak banget saat digigit setelah direbus. Nah, ketika masuk ke kuah shabu-shabu, aroma khas shiitake juga ikut keluar dan bikin rasa kaldunya terasa makin gurih, lho.
Kalau kamu suka jamur dengan aroma yang lebih kuat, shiitake bisa jadi pilihan yang pas. Teksturnya cukup tebal dan terasa lebih “berisi” dibanding beberapa jenis jamur lain, jadi enak banget saat digigit setelah direbus. Nah, ketika masuk ke kuah shabu-shabu, aroma khas shiitake juga ikut keluar dan bikin rasa kaldunya terasa makin gurih, lho.
4. Jamur maitake

ilustrasi jamur maitake (magnific.com/mdjaff) Maitake punya bentuk yang bergerombol dengan lembaran-lembaran kecil, jadi tampilannya memang beda dari jamur yang biasa kamu temui di panci shabu-shabu. Saat dimasak, teksturnya terasa lembut tetapi masih punya sedikit gigitan, ditambah aroma khas yang bikin kuah jadi lebih menarik. Nah, kalau kamu mulai bosan dengan pilihan jamur yang itu-itu saja, maitake bisa jadi bahan yang seru buat dicoba.
Maitake cukup dipisahkan menjadi potongan kecil agar lebih mudah dimasukkan dan disantap. Celupkan ke kuah panas sampai teksturnya terasa pas, lalu angkat bersama bahan lain yang sudah matang. Nah, bentuknya yang unik juga bikin isi panci terlihat lebih ramai tanpa perlu tambahan macam-macam.
5. Jamur portobello

ilustrasi jamur portobello (magnific.com/stockking) Portobello punya ukuran tudung yang lebih besar dan tekstur yang cenderung tebal dibandingkan dengan banyak jenis jamur lainnya. Saat dimasak dalam kuah shabu-shabu, bagian dagingnya terasa lebih juicy dan memberikan sensasi makan yang berbeda. Rasanya yang gurih ringan juga cocok buat kamu yang ingin mencoba jamur dengan karakter lebih kuat, lho.
Karena ukurannya cukup besar, portobello enaknya diiris tipis supaya lebih cepat matang dan gampang dimakan. Tinggal masukkan ke dalam kuah panas, tunggu sampai teksturnya mulai empuk, lalu angkat dan santap bersama saus favorit. Nah, kalau dipadukan dengan irisan daging atau sayuran, portobello bisa jadi isian yang bikin shabu-shabu terasa lebih variatif.
6. Jamur kuping

ilustrasi jamur kuping (pixabay.com/Zajcsik!) Jamur kuping memiliki tekstur yang cukup khas karena terasa renyah dan sedikit kenyal ketika digigit. Karakter seperti ini bisa menjadi selingan yang menyenangkan di antara daging lembut, tahu, dan sayuran dalam satu panci shabu-shabu. Rasanya memang cenderung ringan, tetapi justru itu yang membuatnya gampang masuk ke berbagai jenis kuah, lho.
Kalau pakai jamur kuping kering, rendam dulu sampai teksturnya kembali lunak dan gak kaku. Setelah itu, potong-potong sesuai selera lalu masukkan ke dalam kuah panas sampai matang. Nah, teksturnya yang crunchy bikin makan shabu-shabu jadi gak terasa monoton.
7. Jamur matsutake

ilustrasi jamur matsutake (commons.wikimedia.org/Tomomarusan) Matsutake punya aroma yang cukup khas dan kuat, jadi sekali masuk ke kuah, wanginya langsung terasa. Teksturnya juga lebih padat dan kenyal dibandingkan dengan beberapa jenis jamur lain, sehingga tetap enak saat digigit. Nah, kalau kamu suka rasa jamur yang lebih menonjol tanpa perlu banyak tambahan bumbu, matsutake bisa jadi pilihan yang menarik.
Untuk menikmatinya, matsutake bisa diiris tipis agar lebih mudah dimasak dan aromanya menyebar ke kuah. Gak perlu memasaknya terlalu lama supaya teksturnya tetap terasa dan aromanya gak hilang begitu saja. Nah, kalau ingin membuat sesi shabu-shabu terasa sedikit lebih istimewa, jamur ini bisa jadi salah satu pilihan yang patut dicoba.
Ternyata, pilihan jamur untuk shabu-shabu gak cuma enoki karena ada shimeji, shiitake, jamur kuping, sampai matsutake yang punya karakter masing-masing. Perbedaan tekstur dan aromanya justru bikin satu panci shabu-shabu terasa lebih seru dan gak cepat bikin bosan. Nah, dari tujuh jenis tadi, jamur mana yang paling ingin kamu masukkan ke panci duluan?






















