Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengecek Telur Masih Segar Tanpa Dipecahkan

5 Cara Mengecek Telur Masih Segar Tanpa Dipecahkan
ilustrasi telur (pexels.com/Andie Cumber)
  • Tes air membantu menilai usia telur: telur segar tenggelam mendatar, telur lebih lama berdiri di dasar, sedangkan telur yang mengapung biasanya sudah berusia lebih lama.
  • Periksa cangkang dan suara saat digoyangkan; cangkang retak, berlendir, bocor, atau bernoda perlu dipisahkan, sementara suara cairan jelas dapat menandakan telur lebih lama disimpan.
  • Berat telur yang jauh lebih ringan bisa menunjukkan penguapan air, tetapi hasilnya tidak pasti; cek tanggal kemasan dan simpan telur dingin dalam karton untuk menjaga kualitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Telur termasuk bahan masakan yang hampir selalu tersedia di dapur. Harganya relatif terjangkau dan cara mengolahnya gampang. Masalahnya, telur yang sudah lama disimpan terkadang sulit dibedakan dari telur yang masih segar. Untuk membedakannya, metode berikut ini bisa membantu kamu memperkirakan usia telur sebelum digunakan memasak.

  1. 1. Coba tes mengapung dengan air

    Telur rebus
    ilustrasi telur rebus (pexels.com/ Klaus Nielsen)

    Tes mengapung menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mengetahui telur masih segar tanpa memecahkannya. Kamu hanya membutuhkan wadah yang cukup dalam dan air. Isi wadah dengan air dingin, lalu masukkan telur secara perlahan. Perhatikan posisi telur setelah berada di air.

    Telur yang masih sangat segar biasanya akan tenggelam dan berbaring mendatar di dasar wadah. Telur yang sudah agak lama bisa tetap tenggelam, tapi salah satu ujungnya mulai mengarah ke atas. Sementara itu, telur yang mengapung sampai ke permukaan biasanya sudah berusia lama.

  2. 2. Perhatikan kondisi cangkangnya

    Telur
    ilustrasi telur (pexels.com/Aphiwat chuangchoem)

    Sebelum memasak, luangkan waktu beberapa detik untuk melihat kondisi cangkang telur. Meski sederhana, pemeriksaan visual bisa membantu menemukan tanda-tanda telur yang sebaiknya tidak digunakan. Telur segar biasanya memiliki cangkang yang utuh dan tidak retak.

    Permukaannya juga bisa terasa agak kasar atau memiliki lapisan alami yang disebut kutikula. Kalau menemukan telur dengan cangkang retak, berlendir, bocor, atau memiliki noda yang terlihat tidak biasa, sebaiknya pisahkan dari telur lainnya. Retakan pada cangkang membuat perlindungan alami telur berkurang dan dapat meningkatkan peluang kontaminasi dari lingkungan.

  3. 3. Goyangkan telur secara perlahan di dekat telinga

    Telur
    ilustrasi telur (pexels.com/Vlada Karpovich)

    Cara lain yang bisa dicoba adalah menggoyangkan telur dengan lembut di dekat telinga. Metode ini memang tidak seakurat pemeriksaan setelah telur dipecahkan, tapi bisa menjadi pemeriksaan awal. Pegang telur dengan satu tangan, kemudian goyangkan perlahan. Dengarkan apakah terdengar suara seperti cairan yang bergerak di dalamnya.

    Telur yang masih relatif segar biasanya tak menghasilkan suara yang jelas karena bagian dalamnya cukup padat. Sementara itu, telur yang sudah lama disimpan bisa menghasilkan suara dari gerakan cairan. Ini disebabkan putih telur perlahan mengencer dan kantong udara membesar.

  4. 4. Periksa berat dan tekstur telur

    Telur
    ilustrasi telur (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

    Telur yang sudah lama disimpan dapat mengalami penguapan air melalui pori-pori cangkang. Akibatnya, berat telur secara perlahan berkurang dan kantong udara di dalamnya makin besar. Kalau kamu terbiasa membeli telur dari sumber yang sama, kamu mungkin bisa merasakan perbedaan berat antara telur yang baru dan telur yang sudah lama disimpan.

    Telur yang lebih ringan daripada biasanya bisa menunjukkan bahwa telur tersebut sudah kehilangan cukup banyak air selama penyimpanan. Kamu juga bisa membandingkan beberapa telur dengan ukuran yang sama menggunakan tangan. Namun, metode ini tentu tidak memberikan hasil pasti karena berat telur sejak awal memang berbeda.

  5. 5. Cek tanggal dan cara penyimpanannya

    Telur
    ilustrasi telur (pexels.com/Teun Nijn)

    Sebelum mengandalkan berbagai tes rumahan, jangan lupa melihat informasi tanggal pada kemasan telur jika tersedia. Tanggal tersebut bisa memberikan gambaran jelas tentang berapa lama telur sudah disimpan. Cara penyimpanan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas telur.

    Telur yang disimpan dalam kondisi dingin secara konsisten cenderung dapat bertahan lebih lama dibandingkan telur yang dibiarkan pada suhu yang tidak stabil. Kalau kamu menyimpan telur di kulkas, usahakan tetap berada dalam kartonnya. Karton membantu melindungi telur dari benturan sekaligus mengurangi penyerapan aroma makanan lain.

    Mengetahui cara mengecek telur bisa sangat membantu kamu saat ragu dengan telur yang sudah beberapa hari tersimpan di dapur. Dengan kebiasaan menyimpan telur secara tepat dan memeriksanya sebelum digunakan, kamu bisa mengurangi makanan yang terbuang. Ini sekaligus untuk menjaga kualitas bahan masakan di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More