Dos and Don’ts Mengolah Kimpul, biar Gak Bikin Gatal!

- Kimpul, umbi lokal satu keluarga talas, fleksibel diolah menjadi gorengan, kukusan, keripik, kolak, hingga pengganti kentang karena teksturnya pulen dan gurih.
- Kimpul mengandung kalsium oksalat yang dapat memicu gatal pada mulut dan tenggorokan, sehingga tidak boleh dimakan mentah dan harus dimasak sampai bagian tengah empuk.
- Pengolahan aman mencakup memilih umbi segar, mengupas dengan alat bersih, mencuci, memotong seragam, merendam lalu membilas, serta menyimpan kimpul di tempat sesuai kondisi.
Kimpul merupakan salah satu umbi lokal yang belakangan kembali menarik perhatian masyarakat luas. Umbi yang masih satu keluarga dengan talas ini dapat diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari camilan goreng, kukusan, keripik, hingga makanan kekinian sebagai alternatif bahan kentang. Teksturnya yang pulen dan rasa gurihnya membuat kimpul cukup fleksibel untuk dimasak menjadi berbagai olahan nikmat.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan saat mengolah kimpul. Umbi ini mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal atau sensasi tidak nyaman pada mulut dan tenggorokan, jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, kimpul sebaiknya tidak langsung dimasak atau tidak dikonsumsi mentah.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari, agar hasil olahan kimpul tetap enak, sekaligus aman dikonsumsi. Berikut dos and don’ts mengolah kimpul yang perlu kamu tahu.
Jangan lakukan ini saat memasak kimpul!
1. Kupas kimpul sebelum diolah.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengupas kulit kimpul dengan benar. Gunakan pisau yang bersih dan tajam, agar kulitnya lebih mudah dilepaskan.
Jika kulit kimpul membuat tangan terasa gatal atau tidak nyaman, kamu bisa menggunakan sarung tangan saat mengupasnya. Setelah dikupas, cuci umbi di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa tanah maupun kotoran yang menempel. Jangan lupa mencuci peralatan yang digunakan setelah proses pengupasan, agar sisa getah dan kotoran tidak berpindah ke bahan makanan lain.
2. Potong sesuai kebutuhan.
Setelah dikupas dan dicuci, potong kimpul sesuai jenis masakan yang akan dibuat. Kalau mau digoreng, kimpul bisa dipotong berbentuk stik atau irisan tipis. Sedangkan, untuk kukusan atau rebusan, potongan bisa dibuat lebih besar.
Ukuran potongan yang relatif seragam juga membantu kimpul matang secara merata. Hindari membuat sebagian potongan terlalu besar dan sebagian lainnya terlalu kecil, karena tingkat kematangannya bisa berbeda alias tidak merata.
3. Rendam sebelum dimasak.
Kimpul dapat direndam dalam air setelah dikupas dan dipotong. Langkah ini membantu membersihkan sisa getah dan senyawa yang dapat menyebabkan rasa gatal. Air rendaman sebaiknya dibuang dan kimpul kembali dibilas sebelum masuk ke tahap pemasakan. Jangan menggunakan air rendaman tersebut untuk memasak.
4. Masak kimpul hingga matang sempurna.
Langkah ini merupakan bagian yang paling penting. Kimpul sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Kamu bisa merebus, mengukus, atau menggoreng kimpul sesuai kebutuhan. Suhu panas membantu mengurangi kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan sensasi gatal.
Untuk memastikan bagian dalamnya matang, tusuk kimpul menggunakan garpu atau tusuk sate. Jika sudah empuk dan tidak ada bagian yang masih keras, kimpul dapat digunakan untuk tahap pengolahan berikutnya.
5. Gunakan kimpul untuk berbagai jenis masakan.
Setelah dimasak dengan benar, kimpul bisa diolah menjadi banyak hidangan. Rasanya yang cenderung gurih dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok dijadikan bahan gorengan, perkedel, keripik, kolak, atau bahkan makanan yang biasanya menggunakan kentang.
Kimpul juga dapat dihaluskan untuk membuat mashed kimpul seperti halnya membuat mashed potato yang lebih dulu populer. Cara ini menarik untuk dicoba ketiak ingin memperkenalkan bahan pangan lokal dalam sajian yang lebih modern.
6. Pilih kimpul yang masih segar.
Kualitas bahan baku tentu memengaruhi hasil akhir masakan. Pilih kimpul yang terasa padat ketika ditekan, tidak lembek, dan tidak memiliki bagian yang membusuk. Hindari umbi dengan aroma tidak sedap, permukaan berlendir, atau perubahan warna yang mencurigakan. Kimpul yang masih segar biasanya memiliki tekstur yang lebih baik setelah dimasak.
Kamu bisa lakukan ini saat mengolah kimpul.

Potret menggoreng olahan kimpul (pexels.com/Nanmua Dadi) 1. Jangan makan kimpul mentah.
Kimpul sebaiknya tidak dimakan mentah. Selain teksturnya keras dan kurang enak, kimpul mentah mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal atau iritasi pada mulut dan tenggorokan. Jadi, pastikan kimpul sudah melewati proses pemasakan sebelum dikonsumsi, ya!
Kimpul yang baru dipanaskan sebentar belum tentu cukup matang. Jangan hanya mengandalkan permukaan yang sudah terlihat lunak sebagai tanda bahwa kimpul siap dimakan. Pastikan bagian tengahnya juga sudah empuk. Jika masih terasa keras atau menimbulkan sensasi gatal ketika dicicipi, jangan lanjutkan mengonsumsinya.
3. Jangan mengabaikan rasa gatal.
Jika setelah mengonsumsi kimpul muncul sensasi gatal atau perih pada mulut dan tenggorokan, sebaiknya hentikan konsumsinya. Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kimpul belum diolah dengan tepat. Jangan menganggap rasa gatal sebagai karakter alami yang harus diterima saat makan kimpul. Pengolahan yang tepat seharusnya menghasilkan kimpul yang nyaman disantap tanpa rasa gatal atau tidak nyaman lainnya.
4. Jangan mengolah kimpul dengan peralatan kotor.
Kimpul yang masih membawa tanah atau kotoran sebaiknya tidak langsung masuk ke panci atau penggorengan. Cuci terlebih dahulu umbi dan pastikan pisau, talenan, panci, serta peralatan lainnya dalam kondisi bersih. Kebersihan tetap penting, meskipun kimpul nantinya akan dimasak dalam suhu tinggi.
5. Jangan menyimpan kimpul sembarangan.
Kimpul mentah sebaiknya disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menyimpannya dalam kondisi basah, karena kelembapan dapat mempercepat kerusakan umbi. Jika kimpul sudah dikupas atau dipotong tetapi belum akan dimasak, simpan di dalam wadah tertutup di lemari pendingin dan segera gunakan, agar kualitasnya tetap terjaga.
Itu dia beberapa dos and don'ts mengolah kimpul yang harus diperhatikan. Kimpul sebenarnya cukup mudah diolah selama proses persiapannya dilakukan dengan tepat. Kunci utamanya adalah membersihkan, merendam bila diperlukan, lalu memasaknya hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Setelah aman dan matang, kimpul bisa dikreasikan menjadi berbagai hidangan, termasuk makanan kekinian yang biasanya menggunakan kentang sebagai bahan utama. Selain menambah variasi menu, mengolah kimpul juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengenal kembali pangan lokal Indonesia.




















