Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠Dos and Don’ts Mengolah Ube yang Wajib Kamu Pahami!

⁠Dos and Don’ts Mengolah Ube yang Wajib Kamu Pahami!
Potret kue ube (vecteezy.com/Carlo Locara)
  • Ube khas Filipina memiliki rasa manis, lembut, sedikit nutty, serta tersedia dalam bentuk segar, bubuk, ekstrak, dan ube halaya yang sudah dimaniskan.
  • Ube segar perlu dikukus hingga empuk lalu dihaluskan; untuk tekstur sangat lembut, saring sebelum dicampurkan ke cheesecake, mousse, krim, atau isian kue.
  • Cairan dan gula perlu ditambahkan bertahap, terutama pada ube halaya; warna ungu pekat yang konsisten dapat diperoleh dari bubuk, ekstrak, atau pewarna makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ube atau ubi ungu khas Filipina semakin populer digunakan dalam berbagai hidangan. Warna ungunya yang cantik membuat makanan terlihat lebih menarik, sedangkan cita rasanya yang manis, lembut, dan sedikit nutty memberikan karakter khas pada setiap sajian.

Sekilas memang terlihat mirip dengan ubi ungu yang umum dijumpai di Indonesia, tetapi karakter ube berbeda. Ube biasanya digunakan dalam bentuk segar, bubuk, ekstrak, atau ube halaya, yakni pasta ubi ungu yang sudah dimasak dan diberi pemanis.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengolah ube, supaya rasa, warna, dan teksturnya tetap maksimal. Berikut dos and don’ts mengolah ube yang perlu kamu perhatikan.

  1. Dos: lakukan hal ini saat mengolah ube!

    Potret ube spring roll
    Potret ube spring roll (pexels.com/fey wardhani)

    1. Kukus ube hingga benar-benar empuk.

    Jika menggunakan ube segar, kukus terlebih dahulu hingga teksturnya benar-benar lunak. Cara ini membantu mempertahankan rasa dan warna alaminya tanpa membuat ube terlalu banyak menyerap air. Setelah matang, ube bisa dihaluskan menggunakan garpu, alat penumbuk, atau food processor sesuai kebutuhan resep.

    2. Gunakan ube halaya untuk resep yang praktis.

    Ube halaya bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin membuat makanan berbahan ube tanpa harus mengolah umbi dari awal. Teksturnya sudah lembut, sehingga mudah dicampurkan ke dalam adonan kue, roti, minuman, hingga hidangan penutup. Perhatikan kandungan gulanya, karena ube halaya umumnya sudah memiliki rasa manis. Jumlah gula dalam resep dapat dikurangi, agar hasil akhirnya tidak terlalu manis.

    3. Saring ube agar teksturnya lebih halus.

    Untuk hidangan yang membutuhkan tekstur lembut, seperti cheesecake, mousse, krim, atau isian kue, sebaiknya saring ube yang sudah dihaluskan. Langkah sederhana ini dapat membantu menghilangkan serat atau gumpalan sehingga hasil akhirnya lebih lembut dan mudah menyatu dengan bahan lain.

    4. Padukan dengan bahan yang rasanya seimbang.

    Ube ini rasanya manis dan lembut, sehingga cocok dipadukan dengan bahan yang memberikan rasa gurih, creamy, atau sedikit pahit. Susu, santan, krim keju, cokelat putih, kelapa, dan matcha merupakan beberapa bahan yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan karakter ube. Misalnya perpaduan ube dan matcha, dapat menghasilkan minuman dengan rasa manis nan lembut, berpadu dengan karakter earthy dari matcha.

    5. Simpan ube yang sudah diolah dengan benar.

    Jika tidak langsung digunakan, simpan ube yang sudah dikukus dan dihaluskan di dalam wadah tertutup di lemari es. Pastikan wadah dalam kondisi bersih dan tertutup rapat, agar ube tidak mudah terkontaminasi aroma makanan lain. Jika ingin menyimpannya lebih lama, ube yang sudah dihaluskan juga dapat dibekukan dalam porsi kecil, sehingga lebih praktis digunakan saat dibutuhkan.

  2. Don’ts: hindari hal ini saat mengolah ube!

    1. Jangan menggunakan ube yang belum matang.

    Ube segar sebaiknya dimasak dahulu sebelum dikonsumsi atau diolah menjadi makanan. Kukus hingga teksturnya benar-benar empuk agar mudah dihaluskan dan rasa alaminya lebih keluar. Hindari menggunakan ube yang masih keras atau setengah matang, karena teksturnya dapat membuat hasil akhir makanan kurang lembut.

    2. Jangan terlalu banyak menambahkan cairan.

    Ube yang sudah dikukus dan dihaluskan memiliki kadar air tersendiri. Jika terlalu banyak menambahkan susu, santan, atau air, teksturnya bisa menjadi terlalu encer, terutama ketika digunakan sebagai isian kue atau campuran adonan. Tambahkan cairan secara bertahap sambil menyesuaikan tekstur yang dibutuhkan resep.

    3. Jangan berlebihan menggunakan gula.

    Ube memiliki rasa manis alami, sedangkan ube halaya umumnya sudah diberi tambahan gula. Oleh karena itu, jangan langsung mengikuti takaran gula dari resep tanpa menyesuaikannya dengan jenis ube yang digunakan. Sebaiknya cicipi terlebih dahulu, kemudian tambahkan gula sedikit demi sedikit sesuai tingkat kemanisan yang diinginkan.

    4. Jangan mengandalkan ube segar untuk mendapatkan warna ungu pekat.

    Warna ube segar bisa berbeda-beda tergantung varietasnya. Setelah dimasak, warnanya juga belum tentu menghasilkan ungu cerah seperti sajian ube yang sering dijumpai di pasaran. Jika membutuhkan warna ungu yang lebih pekat dan konsisten, gunakan bubuk ube, ekstrak ube, atau sedikit pewarna makanan sesuai kebutuhan. Jenis ini terutama cocok untuk membuat kue, minuman, atau dessert yang mengutamakan tampilan.

    Itu dia dos and don'ts mengolah ube yang patut kamu pahami. Pada dasarnya, mengolah ube tidak jauh berbeda dari mengolah bahan umbi lainnya, tetapi karakter rasa, kadar air, dan tingkat kemanisannya perlu diperhatikan. Dengan teknik yang tepat, ube bisa diolah menjadi berbagai hidangan menarik, mulai dari ube latte, ube matcha, cookies, mochi, donat, hingga cheesecake. Selamat berkreasi!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More