4 Tips Membuat Sashimi Tuna yang Segar di Rumah

- Pilih tuna segar berlabel sashimi grade, dengan warna merah cerah atau merah muda, serta hindari ikan berbau amis dan berwarna pudar.
- Simpan tuna pada suhu 0–4 derajat Celsius sebelum disajikan; untuk penyimpanan lebih lama, bekukan lalu cairkan dengan baik sebelum diiris.
- Gunakan pisau tajam dan bersih untuk mengiris tuna sekitar 1 cm dalam satu gerakan lembut, lalu sajikan di atas es atau piring dingin.
Sashimi merupakan hidangan khas Jepang yang terkenal dengan penggunaan bahan-bahan segar, termasuk pilihan seafood yang berbeda. Salah satu bahan yang kerap digunakan untuk pembuatan sashimi adalah ikan tuna karena kesegaran dan cita rasanya yang sangat khas, sehingga akan terasa lezat pada saat disajikan.
Menyajikan tuna sashimi tidak bisa sembarangan karena harus memahami teknik penyajian yang tepat, sehingga hidangan tersebut akan tetap memuaskan dan terjaga kualitas kesegarannya. Oleh sebab itu, jika kamu tertarik membuat tuna sashimi di rumah, perhatikan beberapa tips berikut untuk menyajikannya.
1. Pilih tuna yang segar dan memiliki sashimi grade

ilustrasi ikan tuna (pexels.com/cottonbro studio) Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih tuna yang kondisinya segar dan berkualitas sashimi grade. Sebab, tidak semua tuna mungkin dijual dalam kondisi yang segar dan juga memiliki label sashimi grade, sehingga belum tentu aman apabila dikonsumsi dalam kondisi mentah.
Biasanya, jika kamu mendapatkan ikan tuna segar dengan kualitas sashimi grade, maka akan terlihat dari warnanya yang tampak merah cerah ataupun merah muda, tergantung pada bagian ikan yang digunakan. Selain itu, hindari pula ikan tuna yang sudah berbau amis ataupun memiliki warna yang tampak pudar karena bisa jadi kondisi ikan tersebut sudah tidak segar lagi.
2. Simpan ikan di suhu tepat sebelum disajikan

ilustrasi ikan tuna (pexels.com/Airam Dato-on) Jika memang kamu akan menyajikan sashimi tuna, pastikan untuk melakukan proses penyimpanan yang tepat. Kesegaran tuna sashimi tentunya sangat bergantung pada cara penyimpanannya, sehingga tidak boleh sampai keliru. Biasanya, setelah tuna dibeli, simpanlah ikan tersebut di dalam lemari pendingin pada suhu 0—4 derajat Celsius sampai siap untuk disajikan.
Jika memang kamu perlu menyimpannya lebih lama, maka sebaiknya tuna tersebut dibekukan terlebih dahulu untuk mencegah risiko pertumbuhan bakteri. Sebelum diiris, pastikan tuna telah dicairkan dengan baik apabila memang sebelumnya dibekukan, sehingga tekstur dari ikan tunanya tidak sampai mudah hancur ataupun berantakan ketika disajikan.
3. Mengiris ikan tuna dengan pisau yang tepat

ilustrasi ikan tuna (pexels.com/Airam Dato-on) Proses mengiris yang dilakukan untuk menyajikan tuna di sini ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan. Kamu disarankan untuk menggunakan pisau yang tajam agar bisa mendapatkan irisan tuna sashimi yang tampak sempurna.
Umumnya, penyajian sashimi kerap menggunakan pisau khusus yang disebut dengan yanagiba, yaitu pisau yang sangat tajam. Penggunaan pasal tersebut memang dapat memberikan potongan yang lebih halus dan rata.
Kamu perlu memastikan bahwa pisau yang digunakan dalam kondisi bersih setiap kali akan mengiris ikan tuna tersebut, sehingga dapat mencegah risiko kontaminasi. Potong ikan tuna dalam satu gerakan lembut dari ujung hingga ke bagian pangkal pisau untuk memastikan bahwa tekstur dari daging tuna tersebut tetap halus. Biasanya, irisan ideal untuk tuna sashimi adalah setebal 1 cm dengan ukuran yang cukup besar apabila dinikmati dalam satu suapan.
4. Menyajikannya dengan es atau piring dingin

ilustrasi sashimi (pexels.com/elif tekkaya) Penyimpanan ikan tuna pada saat disajikan juga perlu kamu perhatikan dengan saksama, sehingga kesegarannya tetap baik. Kamu disarankan untuk menggunakan es batu ataupun piring yang memang telah didinginkan sebelumnya, sehingga bisa langsung menumpuk irisan tuna di bagian atasnya.
Ternyata, penggunaan tumpukan es ataupun piring yang dingin dapat membantu mempertahankan kesegarannya selama berada di meja makan. Ini juga bisa menjadi cara untuk menjaga tekstur tuna dalam kondisi lembut dan mencegah risiko perubahan rasa akibat faktor suhu ruangan. Oleh sebab itu, jangan biarkan tuna sashimimu terpapar suhu ruangan terlalu lama sebelum dikonsumsi.
Menyajikan tuna sashimi tentunya harus dilakukan dalam kondisi yang segar. Hal ini bertujuan agar nantinya penyajian tuna sashimi tersebut dapat terjaga kesegaran, kelezatan, dan juga keotentikannya. Sajikan sashimi tuna selagi segar, ya!




![[QUIZ] Dari Jenis Donat Favoritmu, Kami Tahu Keberuntungan yang akan Datang padamu!](https://image.idntimes.com/post/20250725/upload_17d8c4b48b38142fd5b841a51138246f_8510d555-0232-4cc7-a60c-a15407c6c062.jpg)

















