Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Drama Gimbap and Onigiri, Kenapa Osechi Ryori Tak Disantap di Rumah?

Drama Gimbap and Onigiri, Kenapa Osechi Ryori Tak Disantap di Rumah?
cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Gimbap and Onigiri (2026) merupakan drama kolaborasi Jepang–Korea Selatan yang tayang musim dingin. Kamu bisa menebak bahwa kisahnya tidak lepas dari unsur kuliner kedua negara. Termasuk hidangan yang muncul pada perayaan tertentu, sebagian mirip karena masih serumpun, tapi bumbu, rasa, dan cara penyajiannya berbeda.

Dalam episode 8, drama Gimbap and Onigiri menunjukkan tradisi orang Jepang saat merayakan Tahun Baru. Mulai dari memberikan uang saku pada anak-anak (otoshidama), pergi ke kuil, hingga menyantap osechi ryori. Perlu kamu tahu bahwa osechi ryori merupakan masakan tradisional Jepang yang disajikan saat Tahun Baru, ditata rapi dalam kotak yang disebut jubako, kemudian disantap di rumah bersama keluarga.  

Namun, kondisi tersebut berbeda pada era modern, cara merayakannya pun sedikit bergeser tanpa kehilangan maknanya. Alih-alih berkumpul bersama keluarga, drama tersebut justru menunjukkan perayaan Tahun Baru yang hangat di sebuah kedai. Kira-kira, kenapa osechi ryori tak disantap di rumah dalam drama Gimbap and Onigiri? Yuk, cari tahu!

1. Tidak semua orang pulang kampung saat Tahun Baru

cuplikan drama Gimbap and Onigiri
cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Budaya pulang ke kampung halaman juga hadir di tengah masyarakat Asia Timur. Liburan Natal hingga Tahun Baru menjadi waktu yang sering dipilih orang Jepang untuk mudik, selain Obon. Sementara itu, orang Korea melakukan hal serupa saat Seollal atau Tahun Baru Lunar, sama dengan Imlek. 

Realitanya tidak semua orang bisa pulang ke kampung halaman pada momen tersebut dengan berbagai alasan, termasuk pekerjaan dan tugas belajar. Hal itu tampak dalam drama Gimbap and Onigiri di mana Taiga (Eiji Akaso) dan Nao (Rin Kataoka) memilih merayakan Tahun Baru di Kedai Tanomi milik Shigeo (Mitsuru Fukikoshi). Shigeo sebagai pemiliknya tidak pulang, karena tidak ada orang di rumah, tapi sudah mengirimkan osechi ryori untuk adiknya yang berada di rumah sakit.

Lain halnya dengan Park Rin (Kang Hyewon), mahasiswa internasional yang sedang belajar di Jepang. Sebagai orang Korea, ia punya perspektif budaya yang berbeda. Tahun Baru Masehi baginya lebih santai, tanpa perlu pulang kampung, dan tergolong perayaan publik atau personal, bukan keluarga seperti Seollal maupun di Jepang.

2. Osechi ryori kini dapat dihadirkan di luar rumah

osechi ryori
osechi ryori (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Osechi ryori, hidangan Tahun Baru berisi aneka bahan makanan yang punya makna masing-masing. Bukan sekadar rasa, tapi juga estetika yang disajikan dalam kotak susun bernama jubako. Isian utamanya berupa sayuran musiman, konnyaku, konbu, dan masih banyak lagi. Biasanya dibuat sebelum perayaan berlangsung dan disantap bersama keluarga di rumah tepat pada tanggal 1 Januari.

Sebagian orang Jepang juga melakukan tradisi untuk tidak menggunakan pisau sampai tanggal 3 Januari yang dikaitkan dengan ‘memutus ikatan keberuntungan’. Oleh sebab itu, mereka membuat dan menyimpan osechi pada akhir tahun untuk menghindari terlalu sibuk di dapur pada Tahun Baru.

Kini, osechi ryori tidak harus dibuat sendiri di rumah. Agar lebih praktis, orang-orang dapat memesannya dari restoran maupun kedai tertentu. Cara tersebut sebagai upaya mempertahankan tradisi di era modern dengan waktu terbatas.

3. Intinya pada kebersamaan, meski ruangnya lebih fleksibel

cuplikan drama Gimbap and Onigiri
cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Sesuai tradisi, osechi ryori seharusnya disantap bersama keluarga, tetapi kondisi setiap orang dapat berbeda. Keterbatasan waktu dan ruang menghadirkan cara berbeda untuk merayakan Tahun Baru. Mereka yang tidak pulang kampung dapat menyantapnya bersama teman dan orang terdekat selain keluarga di tanah rantau.

Hidangan lengkap, bervariasi, dan porsinya cukup untuk banyak orang memang bertujuan menghadirkan kebersamaan. Selain itu, orang Jepang berbagi makanan yang sama sebagai persembahan simbolis untuk diri mereka sendiri dan kerabatnya. Mereka mengharapkan tahun baru yang bahagia.

4. Tetap mempertahankan makna makanan yang disajikan

cuplikan drama Gimbap and Onigiri
cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Drama Gimbap and Onigiri menunjukkan kondisi yang relate dengan kehidupan modern, di mana Perayaan Tahun Baru dengan menyantap osechi ryori dilakukan di luar rumah. Namun, tidak melepas unsur tradisional Jepang yang kental. Suasana Kedai Tanomi bergaya Jepang dan hangatnya kebersamaan antara pemilik serta orang-orang di sekitarnya.

Mereka juga memperkenalkan makna beberapa makanan yang tersaji kepada Rin, sebagai orang Korea. Beberapa di antaranya kedelai hitam atau kuromame, sebagai simbol kekuatan dan kerja keras untuk tahun mendatang. Ada pula akar teratai yang punya lubang, melambangkan masa depan yang cerah.

Perlu diingat bahwa osechi jubako tidak selalu berisi makanan yang sama. Ada kemungkinan kombinasi dengan alasan bujet, preferensi pribadi, dan keterbatasan waktu memasak. Namun, tetap mempertahankan beberapa yang hampir selalu ada dan sebagian menggantinya dengan bahan makanan yang punya simbol serupa.

Kehidupan modern bukan alasan untuk meninggalkan tradisi begitu saja. Dari Gimbap and Onigiri justru menunjukkan bagaimana orang Jepang melestarikan budaya kulinernya. Mereka dapat beradaptasi tanpa mengabaikan makna kebersamaan, berbagi makanan, serta filosofi pada hidangan yang disantap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Drama Gimbap and Onigiri, Kenapa Osechi Ryori Tak Disantap di Rumah?

31 Mar 2026, 20:15 WIBFood