Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Gula Biasa! Ini Pemanis Kopi Terfavorit Para Ahli Gizi

Bukan Gula Biasa! Ini Pemanis Kopi Terfavorit Para Ahli Gizi
ilustrasi ngopi, minum kopi (magnific.com/tirachardz)
Intinya Sih
  • Stevia jadi pemanis kopi favorit ahli gizi karena rendah kalori, tidak memengaruhi gula darah, dan cocok untuk penderita diabetes atau yang ingin mengontrol berat badan.
  • Tingkat kemanisan stevia 200–400 kali lebih tinggi dari gula biasa, sehingga cukup digunakan sedikit untuk memberi rasa manis tanpa menambah kalori berlebih.
  • Stevia tersedia dalam bentuk cair, bubuk, hingga sirup beraroma; kualitas produk dan cara penggunaannya penting agar rasa kopi tetap nikmat dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bagi banyak orang, kopi bukan cuma minuman biasa, tapi bagian penting dari rutinitas harian. Ada yang suka kopi pahit tanpa tambahan apa pun, ada juga yang lebih menikmati rasa manis di setiap tegukan.

Masalahnya, penggunaan gula berlebihan dalam kopi bisa bikin asupan kalori dan gula harian jadi tak terkontrol. Karena itu, banyak ahli gizi mulai merekomendasikan alternatif pemanis yang dianggap lebih ramah untuk tubuh.

Salah satu yang paling sering disebut adalah stevia, pemanis alami yang kini makin populer di kalangan pecinta kopi. Kalau kamu penasaran kenapa stevia dianggap lebih sehat dibanding gula biasa, berikut penjelasannya.

1. Stevia dianggap lebih aman untuk gula darah

ilustrasi cek gula darah
ilustrasi cek gula darah (pexels.com/Artem Podrez)

Stevia berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana dan dikenal punya rasa sangat manis meski digunakan dalam jumlah kecil. Menurut Dawn Menning, RD, CDCES, stevia hampir gak memengaruhi kadar gula darah sehingga lebih cocok untuk orang yang sedang menjaga asupan gula. Selain itu, stevia juga gak mengandung kalori, jadi sering dipilih untuk membantu mengontrol berat badan.

Menurut penelitian dalam jurnal Nutrients, stevia termasuk pemanis rendah kalori yang dapat membantu mengurangi konsumsi gula tambahan tanpa meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa stevia berpotensi membantu pengelolaan pola makan bagi penderita diabetes atau pradiabetes. Kamu tetap bisa menikmati kopi manis tanpa harus khawatir konsumsi gula berlebihan.

2. Rasanya manis meski dipakai sedikit

ilustrasi stevia
ilustrasi stevia (vecteezy.com/Praewpailyn Srijaroen)

Salah satu alasan stevia disukai ahli gizi adalah tingkat kemanisannya yang sangat tinggi dibanding gula biasa. Laura Isaacson, RD, CDCES, menjelaskan bahwa stevia bisa 200 hingga 400 kali lebih manis daripada gula pasir. Karena itu, kamu hanya perlu sedikit stevia untuk mendapatkan rasa manis yang pas di kopi.

Keunggulan ini membuat konsumsi gula tambahan jadi jauh lebih rendah. Menurut penelitian dalam Journal of Food Science and Technology, stevia menjadi alternatif populer karena mampu memberikan rasa manis tanpa tambahan kalori seperti gula konvensional. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa stevia banyak digunakan dalam minuman karena mudah larut dan stabil pada berbagai suhu. Selain itu, penggunaan stevia dalam jumlah kecil juga membuat secangkir kopi terasa lebih ringan. Kamu gak akan merasa terlalu “berat” setelah minum kopi manis, terutama kalau biasanya memakai beberapa sendok gula sekaligus.

3. Tersedia dalam banyak bentuk yang praktis

ilustrasi pemanis stevia
ilustrasi pemanis stevia (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Stevia sekarang hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk, cair, hingga sirup beraroma. Kylie King, RD, menyebut stevia cair menjadi pilihan favorit untuk kopi dingin karena lebih cepat larut. Sementara stevia bubuk dianggap praktis dibawa bepergian karena mudah disimpan dalam sachet kecil.

Ada juga stevia dengan rasa tambahan seperti vanila, karamel, atau hazelnut yang bisa bikin kopi terasa seperti minuman kafe tanpa tambahan gula tinggi. Pilihan ini cocok buat kamu yang ingin mengurangi konsumsi krimer manis, tapi tetap ingin menikmati rasa kopi yang creamy dan lezat. Menariknya lagi, beberapa produk stevia juga dicampur dengan serat seperti inulin. Laura Isaacson menjelaskan bahwa kandungan tersebut dapat membantu mendukung bakteri baik di usus. Jadi, bukan cuma sekadar pemanis biasa, stevia juga bisa memberi manfaat tambahan untuk pola makan sehari-hari.

4. Gak semua produk stevia punya kualitas yang sama

ilustrasi pemanis
ilustrasi pemanis (vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul)

Walaupun sama-sama bertuliskan “stevia”, kualitas tiap produk ternyata bisa berbeda, lho. Banyak ahli gizi menyarankan kamu membaca label komposisi sebelum membeli. Beberapa produk stevia ternyata dicampur maltodekstrin, dekstrosa, atau pemanis lain yang tetap bisa memengaruhi gula darah.

Laura Isaacson menjelaskan bahwa stevia berkualitas tinggi biasanya menggunakan steviol glycosides dengan tingkat kemurnian tinggi, khususnya rebaudioside A atau Reb A. Jenis ini dikenal punya rasa lebih bersih dan gak terlalu pahit dibanding stevia biasa. Jadi, rasa kopi tetap enak tanpa meninggalkan aftertaste yang mengganggu.

Kylie King juga mengungkapkan bahwa sebagian orang memang lebih sensitif terhadap rasa pahit stevia. Karena itu, bentuk cair atau sirup sering dianggap lebih nyaman dibanding bubuk. Kalau kamu pernah mencoba stevia dan kurang suka rasanya, bisa jadi masalahnya ada pada jenis produknya, bukan stevianya sendiri.

5. Cara memakai stevia juga memengaruhi rasa kopi

ilustrasi ngopi, minum kopi
ilustrasi ngopi, minum kopi (magnific.com/lookstudio)

Walaupun terlihat simpel, penggunaan stevia ternyata perlu trik tertentu supaya rasa kopi tetap nikmat. Kylie King menyarankan untuk menambahkan stevia sedikit demi sedikit, bukan langsung banyak seperti gula biasa. Soalnya, tingkat kemanisannya jauh lebih tinggi sehingga gampang kebablasan.

Untuk kopi dingin, stevia cair biasanya lebih cocok karena cepat larut dan gak mengendap di dasar gelas. Sementara untuk kopi panas, stevia bubuk masih bisa bekerja dengan baik selama diaduk merata. Kamu juga bisa mencoba beberapa varian rasa untuk menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan selera.

Hal yang paling penting, jangan langsung menyerah kalau percobaan pertama terasa aneh. Banyak orang baru menemukan jenis stevia favoritnya setelah mencoba beberapa bentuk berbeda. Dengan pemakaian yang tepat, kopi manis tetap bisa terasa nikmat tanpa tambahan gula berlebihan.

Stevia kini jadi salah satu pemanis kopi yang paling direkomendasikan para ahli gizi karena dianggap lebih ramah untuk gula darah dan rendah kalori. Selain itu, stevia juga hadir dalam berbagai bentuk yang praktis dan mudah disesuaikan dengan selera. Meski begitu, kamu tetap perlu memperhatikan kualitas produk dan cara penggunaannya agar rasa kopi tetap enak.

Kalau ingin mulai mengurangi gula tambahan dalam kopi harian, stevia bisa jadi pilihan menarik untuk dicoba. Jadi, secangkir kopi manis favoritmu tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More