U.S. Food and Drug Administration, “Aspartame and Other Sweeteners in Food,” diakses September 2026.
Igho J. Onakpoya and Carl J. Heneghan, “Effect of the Natural Sweetener, Steviol Glycoside, on Cardiovascular Risk Factors: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised Clinical Trials,” European Journal of Preventive Cardiology 22, no. 12 (2015): 1575–87, https://doi.org/10.1177/2047487314560663.
Mayo Clinic, “Artificial Sweeteners and Other Sugar Substitutes,” diakses September 2026.
Efek Samping Stevia, Pemanis Rendah Kalori Pengganti Gula

Glikosida steviol dengan kemurnian tinggi dinilai aman untuk penggunaan pangan sesuai ketentuan.
Keluhan yang dilaporkan meliputi perut terasa penuh, nyeri ulu hati, dan pusing; bukti belum cukup untuk menyebutnya efek yang umum.
Bahan campuran dalam produk pemanis juga perlu diperhatikan, terutama gula alkohol yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Banyak orang beralih dari gula ke stevia saat ingin tetap menikmati rasa manis tanpa menambah banyak kalori. Beberapa tetes pemanis ini sering ditambahkan ke kopi atau teh sebagai pengganti gula. Namun, jika setelah mengonsumsinya muncul rasa tidak nyaman di perut, tidak sedikit yang mencurigai apakah stevia penyebabnya.
Sebagian besar pemanis stevia menggunakan glikosida steviol yang telah dimurnikan dari tanaman stevia. Badan pengawas obat dan makanan menyatakan senyawa ini aman digunakan dalam pangan. Penilaian tersebut tidak berlaku untuk daun stevia utuh atau ekstrak stevia mentah.
Meski demikian, sejumlah keluhan tetap sering dikaitkan dengan konsumsi stevia. Penting untuk memahami keluhan-keluhan tersebut sekaligus mengetahui sejauh mana bukti ilmiah yang mendukung kaitannya dengan stevia.
Table of Content
1. Perut terasa penuh atau nyeri ulu hati
Dalam sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis yang mencakup 9 penelitian dengan total 756 peserta, keluhan yang dilaporkan selama penelitian antara lain perut terasa penuh dan nyeri ulu hati.
Akan tetapi, laporan tersebut tidak membuktikan stevia adalah penyebabnya. Jenis senyawa, rancangan penelitian, dan kondisi peserta berbeda-beda; sebagian besar peserta memiliki risiko kardiovaskular tinggi. Hasil tersebut tidak bisa digunakan untuk memperkirakan seberapa sering keluhan muncul pada pengguna pemanis sehari-hari.
2. Kembung, banyak gas, atau diare

ilustrasi pemanis buatan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Kembung, gas, dan diare dapat terjadi saat menggunakan stevia maupun beberapa jenis pengganti gula lainnya. Kepekaan setiap orang terhadap pemanis dapat berbeda.
Periksa komposisi produk. Jika pemanis mengandung gula alkohol (seperti eritritol atau sorbitol), bahan tersebut perlu dipertimbangkan sebagai penyebab gangguan pencernaan. Gula alkohol merupakan kelompok pemanis tersendiri, sehingga keluhan setelah menggunakan suatu produk tidak selalu dapat dikaitkan dengan ekstrak stevia saja.
3. Pusing
Pusing juga tercatat dalam penelitian. Meski demikian, bukti ini belum cukup untuk menyebut pusing sebagai efek samping stevia yang umum atau memastikan penyebabnya adalah penurunan tekanan darah.
Tinjauan itu memang menemukan kemungkinan penurunan kecil tekanan darah dan gula darah pada penggunaan steviosida, salah satu glikosida steviol. Namun, hasil antarpenelitian sangat beragam. Temuan tersebut tidak membuktikan stevia dalam takaran pemanis biasa akan menyebabkan tekanan darah atau gula darah turun sampai berbahaya.
Berapa batas konsumsi yang dinilai aman?
JECFA, komite ahli gabungan FAO dan WHO, menetapkan asupan harian yang dapat diterima sebesar 4 miligram per kilogram berat badan per hari, dinyatakan sebagai ekuivalen steviol. Angka ini menggambarkan asupan yang dinilai aman jika dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup
Ekuivalen steviol tidak sama dengan berat bubuk pemanis dalam kemasan. Karena komposisi produk berbeda, angka tersebut tidak bisa langsung diubah menjadi jumlah sendok atau saset tanpa informasi kandungannya. Ikuti petunjuk penggunaan dan perhatikan seluruh bahan pada label.
Jika keluhan berulang setelah memakai suatu produk, hentikan sementara dan catat produk serta jumlah yang dikonsumsi. Keluhan yang menetap atau berat perlu diperiksakan.
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)













