Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kue Keranjang Teksturnya Lengket?

ilustrasi kue keranjang
ilustrasi kue keranjang (vecteezy.com/Onyengradar )
Intinya sih...
  • Kue keranjang terbuat dari tepung ketan yang lengket saat dikukus
  • Gula merah cair membuat kue terasa kenyal dan tidak cepat kering
  • Pengukusan lama membuat tekstur kue tidak cepat kering dan tahan disimpan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kue keranjang hampir selalu muncul tiap perayaan Tahun Baru Imlek. Kue itu langsung bisa dikenali dari satu hal, yakni teksturnya yang lengket. Begitu dipegang, permukaannya menempel, sementara bagian dalamnya kenyal dan terasa padat dengan rasa manis yang kuat.

Tekstur pada kue keranjang ini bukan kejadian kebetulan atau hasil gagal bikin kue, tapi memang ciri khas. Karena itulah banyak orang penasaran kenapa kue keranjang bisa berbeda sendiri dibanding kue basah lain yang lebih lembut atau gampang hancur. Yuk, simak alasan kenapa kue keranjang teksturnya lengket melalui ulasan berikut ini.

1. Tepung ketan bikin adonan menempel satu sama lain sejak dikukus

ilustrasi tepung ketan
ilustrasi tepung ketan (vecteezy.com/Volodymyr Herasymchuk)

Kue keranjang dibuat dari tepung ketan yang memang terkenal lengket setelah matang. Begitu adonan mulai dikukus, tepung ketan tidak mengembang atau berlapis seperti adonan kue biasa, tapi langsung menyatu dan memadat. Dari sini, tekstur lengket mulai terbentuk karena seluruh adonan seperti saling tarik-menahan satu sama lain. Permukaan kue pun jadi licin dan mudah menempel saat disentuh.

Karena adonannya padat, kue keranjang tidak gampang hancur meski ditekan atau diangkat. Saat masih hangat, kue ini justru susah dipotong rapi, karena bagian dalamnya masih kenyal. Setelah dingin, rasa lengket itu tidak hilang, hanya berubah lebih liat. Itulah yang bikin kue keranjang terasa beda dari kue basah lain yang biasanya makin lama makin kering.

2. Gula merah cair bikin kue terasa kenyal dan tidak kering

ilustrasi gula merah cair
ilustrasi gula merah cair (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Gula merah pada kue keranjang biasanya dimasak sampai benar-benar cair dan kental sebelum dicampur ke adonan. Proses ini bikin gula mudah menyatu dengan tepung ketan, bukan cuma memberi rasa manis, tapi juga bikin adonan terasa berat dan lengket sejak awal. Saat dikukus, gula ikut “mengikat” adonan, sehingga teksturnya jadi liat dan tidak gampang buyar. Manisnya pun terasa menyebar, bukan cuma di permukaan kue, tapi juga sampai ke bagian dalam kue keranjang.

Setelah matang, gula merah membantu kue keranjang tetap enak meski tidak langsung dimakan. Teksturnya tidak cepat kering, tidak gampang keras, dan tetap terasa kenyal walau disimpan beberapa hari. Kue justru terasa makin padat dan legit seiring waktu. Semakin kental gula yang dipakai, semakin terasa pula sifat lengket yang jadi ciri khas kue keranjang.

3. Pengukusan lama bikin tekstur kue tidak cepat kering

ilustrasi kue keranjang
ilustrasi kue keranjang (vecteezy.com/ProjectManhattan)

Kue keranjang memang tidak dikukus sebentar seperti kue basah biasa. Adonannya dibiarkan matang pelan dalam kukusan sampai bagian tengahnya benar-benar padat. Cara ini membuat kue matang rata tanpa bagian luar cepat mengeras, sehingga permukaannya tetap lembap dan lengket saat disentuh. Hasil akhirnya terasa lebih padat dan menyatu, bukan kue yang berlapis atau mudah pecah.

Setelah matang, kue keranjang juga dikenal tahan disimpan. Meski diletakkan di suhu ruang, teksturnya tidak langsung berubah kering atau keras. Justru setelah beberapa waktu, kue terasa lebih padat dan mudah dipotong untuk diolah lagi. Saat dikukus ulang atau digoreng, teksturnya kembali lunak dan kenyal, itulah alasan kue keranjang sering jadi bahan olahan rumahan tanpa takut hancur atau kehilangan rasa.

Kue keranjang memang lengket, karena sejak awal dibuat dengan cara seperti itu. Tepung ketan, gula merah, dan waktu kukus yang lama semuanya saling mendukung sampai akhirnya membentuk tekstur yang padat dan melekat. Lengketnya mungkin bikin ribet waktu dipotong, tapi justru dari situ kue keranjang gampang dikenali masyarakat dan identik dengan Imlek.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More

7 Hotel di Surabaya untuk Makan Bareng Keluarga Saat Imlek

11 Feb 2026, 17:29 WIBFood