Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Resep Mie Panjang Umur, Wajib Hadir di Tahun Baru Imlek!

ilustrasi mie panjang umur
ilustrasi mie panjang umur (pexels.com/dhiraj jain)

Tahun Baru Imlek rasanya belum lengkap tanpa semangkuk mie panjang umur di tengah meja. Bukan sekadar mie biasa, hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan, umur panjang, kesehatan, dan rezeki yang terus mengalir di tahun yang baru.

Dari aromanya yang harum sampai mienya yang panjang utuh, setiap helai seolah ikut menyelipkan harapan dan senyum. Oleh karena itu saat Imlek tiba, mie ini selalu jadi menu wajib yang dinanti anggota keluarga. Kalau kamu mau buat, berikut resep mie panjang umur yang mudah dipraktikkan. Simak selengkapnya di bawah ini!

Bahan Mie Panjang Umur

ilustrasi mie kuning yang sudah direbus
ilustrasi mie kuning yang sudah direbus (freepik.com/KamranAydinov)
  1. 500 gram mie urai
  2. 3 butir telur, kocok lepas
  3. 10 butir bakso sapi
  4. 10 butir bakso ayam
  5. 150 gram cumi frozen
  6. 300 gram udang, kupas kulitnya
  7. 1 buah wortel, potong korek api
  8. 150 gram taoge
  9. 150 gram sawi hijau
  10. 1/2 buah kol
  11. 1 buah daun bawang
  12. 5 siung bawang putih
  13. 5 siung bawang merah
  14. 3 buah cabai besar
  15. 3 sdm kecap asin
  16. 2 sdm minyam wijen
  17. 1 sdm kecap ikan
  18. 3 sdm kecap manis
  19. 2 sdm saus tiram
  20. Kaldu bubuk, merica bubuk dan garam secukupnya
  21. Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Mie Panjang Umur

ilustrasi menumis sayuran
ilustrasi menumis sayuran (pexels.com/Martin Lopez)
  1. Didihkan air dalam panci besar. Masukkan mie urai, rebus hingga setengah matang sekitar 2–3 menit. Angkat mie dan tiriskan.
  2. Siram mie dengan air dingin agar proses matang berhenti. Tambahkan 1 sdm minyak goreng, aduk perlahan supaya mie tidak lengket, sisihkan.
  3. Panaskan minyak goreng agak banyak di wajan besar, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan irisan cabai besar, tumis hingga layu.
  4. Masukkan bakso sapi dan bakso ayam, aduk hingga sedikit kecokelatan.
  5. Masukkan udang dan cumi, masak hingga udang berubah warna dan cumi matang.
  6. Sisihkan sedikit tumisan, tuang telur kocok, orak-arik hingga matang.
  7. Masukkan wortel dan kol, tumis sekitar 1 menit hingga agak layu. Tambahkan sawi hijau dan taoge, aduk cepat agar tetap renyah.
  8. Masukkan kecap asin, kecap ikan dan saus tiram secara bertahap. Aduk rata.
  9. Masukkan mie urai ke dalam wajan. Tambahkan kecap manis, ratakan.
  10. Tambahkan kaldu bubuk, merica bubuk, dan garam secukupnya. Beri juga minyak wijen, aduk perlahan menggunakan dua spatula agar mie tidak putus.
  11. Masukkan irisan daun bawang, aduk sebentar. Koreksi rasa, angkat.
  12. Sajkan selagi hangat.

Tips Memasak Mie Panjang Umur

ilustrasi merebus mie
ilustrasi merebus mie (pexels.com/Katerina Holmes)

Untuk mendapatkan cita rasa mie panjang umur ala Chinese yang khas, kamu harus memperhatikan teknik dan urutan memasak yang benar. Gunakan mie yang direbus hanya sampai setengah matang, lalu dibilas air dingin agar teksturnya tetap kenyal dan tidak mudah putus saat ditumis. Saat menumis, pakai api besar agar muncul aroma wok hei atau aroma khas masakan Chinese. Bumbu seperti kecap asin, saus tiram, dan kecap ikan sebaiknya dimasukkan bertahap supaya rasanya seimbang, tidak terlalu asin atau manis. Minyak wijen cukup sedikit dan ditambahkan di tahap akhir agar aromanya tetap harum dan tidak pahit.

Selain itu, jangan memasak mie terlalu lama setelah masuk wajan. Aduk perlahan dan seperlunya saja agar mie tetap panjang dan utuh, sesuai makna simbolisnya. Protein seperti udang dan cumi dimasak lebih dulu hingga pas, lalu disusul sayuran bertekstur keras sebelum sayuran hijau agar semuanya matang merata tanpa lembek. Dengan teknik ini, mie panjang umur akan terasa harum, gurih, dan punya karakter Chinese yang autentik.

Menyantap mie panjang umur di momen Imlek bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang kebersamaan dan doa-doa baik yang disajikan di satu piring. Selama mienya tidak dipotong dan dimasak dengan penuh perhatian, setiap suapan terasa lebih bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Kenapa Thai Tea Selalu Berwarna Oranye? Ini Alasannya

11 Feb 2026, 18:15 WIBFood