Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Minyak Zaitun Harus Disimpan di Tempat Minim Cahaya?
ilustrasi minyak zaitun (pixabay.com/Couleur)
  • Paparan cahaya terus-menerus mempercepat foto-oksidasi minyak zaitun, sehingga kualitasnya menurun dan senyawa antioksidan alami berkurang.
  • Oksidasi akibat cahaya dapat mengubah aroma dan rasa minyak zaitun, membuat karakter sensoriknya kurang segar saat digunakan.
  • Simpan minyak zaitun dalam botol gelap di tempat sejuk, kering, minim cahaya, jauh dari kompor atau jendela, serta segera tutup rapat setelah dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Minyak zaitun sering dianggap aman diletakkan di mana saja selama botolnya tertutup rapat. Padahal, meletakkannya di dekat jendela, kompor, atau area dapur yang terang terus-menerus bisa memengaruhi kualitas minyak seiring waktu. Cahaya yang berlebihan dapat mempercepat proses oksidasi sehingga aroma, rasa, hingga kualitas minyak zaitun ikut menurun.

Oleh karena itu, menyimpan minyak zaitun ternyata gak cukup cuma ditutup rapat lalu ditaruh kembali di rak dapur. Tempat penyimpanannya juga perlu diperhatikan, terutama agar minyak tidak terlalu sering terpapar cahaya yang bisa menurunkan kualitasnya.

Nah, kenapa minyak zaitun sebaiknya disimpan di tempat minim cahaya? Dan bagaimana cara menyimpannya agar tetap berkualitas? Yuk, simak penjelasannya!

1. Cahaya bisa mempercepat oksidasi minyak zaitun

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Pixabay)

Pernah menaruh botol minyak zaitun di dekat jendela biar gampang diambil saat masak? Meskipun terlihat sepele, paparan cahaya yang berlangsung terus-menerus dapat mempercepat oksidasi minyak zaitun, lho. Keadaan ini dapat menyebabkan penurunan kualitas minyak yang mencakup hilangnya senyawa antioksidan serta perubahan pada rasa.

Cahaya mempercepat proses photo-oxidation, terutama karena adanya pigmen alami seperti klorofil yang bertindak sebagai pemicu oksidasi saat terkena cahaya. Oleh karena itu, minyak zaitun yang disimpan dalam ruang gelap lebih terlindungi dibandingkan dengan yang terpapar cahaya secara terus-menerus. Kalau selama ini kamu menyimpan botolnya di tempat yang terang, mungkin sudah waktunya untuk pindah ke rak.

2. Rasa dan aroma minyak bisa ikut berubah

ilustrasi extra virgin olive oil (freepik.com/freepik)

Minyak zaitun bukan hanya tentang komposisi lemaknya, tetapi juga memiliki aroma dan rasa unik yang membuatnya menarik dalam berbagai masakan. Saat kualitas minyak menurun akibat oksidasi, karakteristik sensorik tersebut juga berpotensi berubah dan dapat menyebabkan munculnya aroma atau rasa yang kurang segar.

Oleh karena itu, jangan kaget kalau minyak yang sudah lama diletakkan di tempat terang terasa berbeda saat digunakan untuk salad atau dressing. Paparan cahaya dalam penyimpanan diketahui dapat mempercepat perubahan pada komponen yang berperan dalam kualitas sensori minyak zaitun. Menyimpannya di tempat yang minim cahaya merupakan langkah kecil yang cukup berarti untuk menjaga cita rasa minyak tetap enak.

3. Kandungan antioksidan juga perlu dijaga

ilustrasi menuangkan minyak zaitun (freepik.com/freepik)

Selain memiliki rasa dan aroma yang khas, minyak zaitun juga mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti polifenol serta tokoferol, yang berperan dalam menjaga kualitas minyak. Paparan cahaya dapat mempercepat penurunan beberapa senyawa ini ketika minyak disimpan. Kalau dibiarkan terus-menerus, kualitas minyak pun bisa ikut menurun, lho.

Oleh karena itu, menempatkan minyak zaitun di tempat yang minim cahaya bukan hanya sekadar mengikuti kebiasaan dapur, ya. Metode ini berfungsi untuk memperlambat perubahan kualitas yang terjadi selama penyimpanan, terutama jika botolnya tidak cepat habis. Jadi, semakin baik kondisi penyimpanan minyak, semakin tinggi pula kemungkinan untuk menjaga komponen penting di dalamnya.

4. Botol gelap bukan sekadar gaya kemasan

ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Pixabay)

Selain lokasi penyimpanan, jenis botol juga layak diperhatikan saat membeli minyak zaitun. Kemasan berwarna gelap, seperti botol kaca gelap, dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam minyak. Nah, hal ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak produk minyak zaitun menggunakan botol dengan warna yang lebih pekat.

Meski begitu, menggunakan botol gelap bukanlah alasan untuk meletakkan minyak di bawah sinar matahari atau di tempat terang sepanjang waktu. Penyimpanan di tempat teduh tetap penting agar paparan cahaya bisa ditekan sebanyak mungkin. Jadi, kalau punya pilihan, kemasan gelap dan tempat penyimpanan yang minim cahaya bisa menjadi kombinasi yang lebih ideal.

5. Setelah dipakai, segera tutup botolnya

ilustrasi minyak zaitun yang dicampurkan ke bahan makanan lain (freepik.com/freepik)

Minyak zaitun tidak hanya sebaiknya dijauhkan dari cahaya, tetapi juga harus segera ditutup setelah digunakan. Kontak dengan udara dapat mempercepat proses oksidasi sehingga kualitas minyak dapat berkurang seiring waktu. Oleh karena itu, tindakan sederhana seperti menutup botol segera setelah menuangkan minyak sangatlah penting.

Gak perlu dibuat rumit, cukup pastikan tutup botolnya terpasang dengan baik sebelum mengembalikannya ke tempat penyimpanan. Selain itu, hindari kebiasaan membiarkan botol tetap terbuka saat menyiapkan bahan-bahan lainnya. Dengan cara ini, minyak zaitun tidak hanya terlindungi dari cahaya, tetapi juga lebih aman dari paparan udara berlebihan.

6. Tempat sejuk dan minim cahaya jadi pilihan yang lebih tepat

ilustrasi stok makanan di dapur (freepik.com/freepik)

Kalau selama ini minyak zaitun disimpan di atas meja dapur, mungkin sudah saatnya mencari spot baru. Tempat yang sejuk, kering, dan minim cahaya lebih tepat untuk menjaga kualitas minyak selama penyimpanan. Sebaiknya juga menghindari area dekat dengan sumber panas, seperti kompor, karena suhu yang tinggi juga kurang baik.

Kamu gak perlu memiliki ruang penyimpanan khusus untuk menerapkannya di rumah. Rak dapur yang tertutup dan jauh dari kompor atau jendela sebenarnya sudah cukup praktis. Dengan metode sederhana ini, minyak zaitun bisa disimpan lebih baik tanpa mengganggu aktivitas di dapur.

Menyimpan minyak zaitun di tempat minim cahaya, sejuk, dan jauh dari sumber panas ternyata penting untuk membantu menjaga kualitas, aroma, dan rasanya. Jangan lupa tutup botol dengan rapat setelah digunakan agar minyak tidak terlalu banyak terpapar udara. Jadi, mulai sekarang, coba cek lagi tempat menyimpan minyak zaitun di dapur supaya kualitasnya tetap terjaga lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article