Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan saat Membuat Chiffon Cake, Hasilnya Gagal

ilustrasi chiffon cake
ilustrasi chiffon cake (vecteezy.com/ikrom-payoneer610587)
Intinya sih...
  • Pemilihan loyang yang tepat sangat penting
  • Waktu mengocok meringue harus pas dan tepat
  • Cara mencampur adonan dan proses pemanggangan memengaruhi hasil akhir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chiffon cake merupakan salah satu kue klasik dengan tampilan mengembang tinggi serta tekstur ringan, lembut, dan fluffy. Karena bentuknya yang minimalis dan elegan, chiffon cake sangat cocok untuk jadi suguhan maupun hantaran.

Bahan yang digunakan untuk membuat chiffon cake terbilang sederhana, umumnya hanya terdiri dari gula, telur, tepung, minyak, dan perasa. Namun, masih banyak yang gagal dalam proses membuatnya.

Ada berbagai kesalahan yang umum dilakukan, terutama untuk pemula, sehingga hasil chiffon cake malah jadi padat, bantat, amblas, dan jauh dari ekspektasi. Bagi kamu yang sudah berusaha membuat chiffon cake, tapi sering gagal, coba ketahui beberapa kesalahan umum membuat chiffon cake di bawah ini dan temukan juga solusinya, ya!

1. Tidak cermat memilih loyang

Ilustrasi mengoles loyang
Ilustrasi mengoles loyang (pexels.com/Los Muertos Crew)

Banyak orang beranggapan bahwa chiffon cake sama dengan cake lainnya dan bisa dipanggang menggunakan jenis loyang apapun. Padahal, pemilihan loyang yang kurang tepat bisa membuat chiffon cake sulit mengembang tinggi. Idealnya, chiffon cake harus dipanggang dalam loyang aluminium tinggi dengan kedalaman minimal sekitar 10 cm, memiliki tabung di tengahnya, dan bagian dasarnya bisa dilepas.

Chiffon cake juga berbanding terbalik dengan kebanyakan cake lain, karena harus dipanggang dengan loyang tidak anti lengket dan tidak diolesi margarin atau minyak terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan adonan chiffon cake perlu “naik” ke dinding loyang agar bisa mengembang tinggi dan menjaga strukturnya.

2. Waktu mengocok meringue kurang tepat

ilustrasi mengocok meringue
ilustrasi mengocok meringue (pexels.com/Katerina Holmes)

Dalam pembuatan chiffon cake, meringue atau putih telur kocok adalah faktor penting untuk membuat cake mengembang tinggi dan ringan. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui waktu yang pas untuk mengocok meringue.

Jika dikocok terlalu sebentar, struktur kue bakal mudah rapuh. Sebaliknya, jika terlalu lama mengocok meringue malah bikin busa pecah saat dicampur ke adonan, sehingga hasilnya terlalu padat dan berat. Seharusnya, meringue dikocok dengan kecepatan sedang hingga mencapai tahap stiff peak, yakni kokoh dan berdiri tegak ketika diangkat, tetapi ujung puncaknya sedikit melengkuk, serta warnanya sedikit mengilap, bukan kusam.

3. Asal mencampurkan adonan

ilustrasi teknik aduk balik adonan
ilustrasi teknik aduk balik adonan (pexels.com/SHVETS production)

Karena takut busa meringue pecah, banyak orang asal-asalan mencampurkan adonan meringue ke dalam adonan kuning telur. Padahal, jika cara pencampurannya kurang tepat, putih telur tidak akan tercampur rata dan malah terpisah saat dipanggang, hal itu yang menyebabkan cake memiliki rongga udara besar.

Sebaiknya, campurkan adonan dengan teknik folding secara perlahan untuk mencegah busa kempis. Caranya, masukkan sepertiga bagian putih telur ke dalam adonan kuning telur, aduk lipat dan tambahkan sepertiga berikutnya, lalu tuang seluruh adonan ke sisa putih telur, kemudian aduk perlahan hingga tercampur merata.

Aduk juga bagian sisi dan tengah meringue beberapa kali agar konsistensinya lebih merata. Namun, pastikan juga jangan aduk adonan secara kasar dan berlebihan karena bisa membuat teksturnya keras dan kenyal.

4. Terlalu terburu-buru untuk memanggang adonan

ilustrasi memanggang chiffon cake
ilustrasi memanggang chiffon cake (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak yang mengira saat adonan sudah selesai diaduk, maka bisa langsung dimasukkan dalam loyang dan dipanggang. Padahal, ada teknik yang perlu diterapkan, yakni tuang adonan ke dalam loyang dari ketinggian sekitar 15—20 cm di satu titik saja agar gelembung udara berkurang.

Setelah itu, ketuk perlahan loyang di meja kerja dan putar perlahan beberapa kali menggunakan tusuk sate untuk mengeluarkan gelembung udara yang terperangkap. Sebaiknya, gunakan juga thermometer oven untuk mengecek suhunya, karena ketika suhu terlalu rendah, chiffon cake tidak akan mengembang maksimal dan jika terlalu panas, kue malah mengembang terlalu cepat dan ambruk.

Kesalahan lain saat proses pemanggangan yang sering tidak disadari adalah terlalu awal dan terlalu cepat membuka pintu oven. Meski sepele, hal ini bisa membuat struktur chiffon cake yang masih rapuh langsung kempis. Kamu bisa membuka pintu oven, saat waktu pemanggangan telah berjalan sekitar 80 persen.

5. Melewatkan tahap membalik chiffon cake setelah dipanggang

ilustrasi chiffon cake
ilustrasi chiffon cake (vecteezy.com/ikrom-payoneer610587)

Tahap terakhir dalam pembuatan chiffon cake adalah membalikannya dengan cara disangga menggunakan botol yang tinggi dan berat, lalu biarkan dingin selama 3—4 jam sebelum dikeluarkan dari loyang. Sayangnya, masih banyak yang melewatkan tahapan ini dan langsung mengeluarkan chiffon cake dari loyang. Padahal, membalikkan loyang chiffon cake setelah dipanggang sangat penting agar cake meregang ke bawah dan tidak mengempis.

Chiffon cake yang baru keluar dari oven suhunya masih hangat dengan struktur yang juga masih lemah, sehingga saat dipotong bakal jadi lengket, serta agak basah. Jadi, pastikan untuk selalu membalikkan loyang chiffon cake dengan botol untuk mencegah kuenya jadi padat dan kempes.

Itulah lima kesalahan saat membuat chiffon cake yang bikin hasilnya padat, amblas, dan tidak sesuai harapan. Dengan informasi di atas, semoga kamu bisa menemukan penyebab gagalnya membuat chiffon cake dan memperbaiki prosesnya di kemudian hari, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Tahu Bakso Tanpa Tepung, Comfort Food saat Musim Hujan

02 Feb 2026, 10:23 WIBFood