Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Umum saat Menggunakan Bumbu Instan yang Sering Diabaikan

5 Kesalahan Umum saat Menggunakan Bumbu Instan yang Sering Diabaikan
ilustrasi menambahkan bumbu (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Bumbu instan memudahkan memasak, tapi kesalahan umum seperti tidak mencicipi, waktu penggunaan yang salah, dan takaran berlebihan bisa menurunkan kualitas rasa serta berdampak pada kesehatan.
  • Bumbu instan sebaiknya dilengkapi bahan segar seperti bawang atau rempah agar rasa lebih kompleks dan alami, bukan dijadikan satu-satunya sumber cita rasa dalam masakan.
  • Penyimpanan bumbu instan perlu diperhatikan; simpan dalam wadah tertutup rapat agar terhindar dari udara lembap dan kontaminasi yang bisa merusak aroma serta kualitasnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bumbu instan sering dianggap sebagai penyelamat di tengah kesibukan sehari-hari. Dengan satu kemasan kecil, masakan bisa terasa nikmat dengan praktis tanpa perlu banyak persiapan. Namun, di balik kemudahannya, banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam penggunaan bumbu instan tersebut.

Jika tidak digunakan dengan tepat, bumbu instan justru dapat menurunkan kualitas rasa hingga berdampak pada kesehatan. Banyak orang menganggap semua bumbu instan bisa diperlakukan sama, padahal cara penggunaannya perlu diperhatikan. Memahami kesalahan umum ini penting agar bumbu instan dapat digunakan dengan baik dan masakan tetap lezat dan aman dikonsumsi.

1. Menggunakan bumbu instan tanpa mencicipi terlebih dahulu

ilustrasi mencicipi masakan
ilustrasi mencicipi masakan (pexels.com/Kampus Production)

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menuangkan seluruh isi bumbu instan ke dalam masakan. Padahal, setiap merek memiliki tingkat keasinan dan rasa yang berbeda. Tanpa mencicipi lebih dulu, masakan berisiko menjadi terlalu asin atau terlalu kuat rasanya.

Mencicipi bumbu sebelum digunakan membantu menyesuaikan takaran dengan bahan yang dimasak. Cara ini juga memberi ruang untuk menyeimbangkan rasa dengan bahan alami lainnya. Dengan begitu, hasil masakan tetap pas di lidah dan tidak berlebihan.

2. Menganggap bumbu instan sudah cukup tanpa tambahan bahan segar

ilustrasi menumis sayur
ilustrasi menumis sayur (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak orang mengandalkan bumbu instan sebagai satu-satunya sumber rasa. Padahal, bumbu instan dirancang sebagai pelengkap, bukan pengganti total bumbu segar. Jika digunakan sendiri, rasa masakan cenderung hambar dan kurang kompleks.

Menambahkan bawang, cabai, atau rempah segar dapat meningkatkan aroma dan kedalaman rasa. Kombinasi ini membuat masakan terasa lebih autentik dan tidak seperti makanan olahan. Selain itu, penggunaan bahan segar juga membantu mengurangi ketergantungan pada bahan tambahan dalam bumbu instan.

3. Memasukkan bumbu instan di waktu yang tidak tepat

ilustrasi menuangkan susu
ilustrasi menuangkan susu (pexels.com/Ron Lach)

Waktu memasukkan bumbu instan sering kali diabaikan saat memasak. Ada yang menambahkannya terlalu awal, ada pula yang terlalu akhir. Kesalahan ini bisa memengaruhi rasa dan tekstur masakan secara keseluruhan.

Jika dimasukkan terlalu awal, rasa bumbu bisa berubah karena proses pemanasan yang terlalu lama. Sebaliknya, jika terlalu akhir, bumbu tidak sempat menyatu dengan bahan masakan. Memperhatikan timing membuat rasa bisa lebih merata dan hasil masakan lebih optimal.

4. Menggunakan bumbu instan secara berlebihan dan terlalu sering

ilustrasi menaburkan garam
ilustrasi menaburkan garam (pexels.com/RDNE Stock project)

Kemudahan bumbu instan sering membuat orang menggunakannya hampir di setiap masakan. Padahal, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan garam dan bahan tambahan lainnya. Kebiasaan ini berisiko bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Menggunakan bumbu instan secara bijak adalah langkah yang lebih aman. Sesekali memasak dengan bumbu alami bisa menjadi alternatif yang lebih sehat. Dengan pola ini, rasa tetap nikmat tanpa mengorbankan keseimbangan gizi.

5. Menyimpan bumbu instan yang sudah dibuka tanpa memperhatikan kebersihan

ilustrasi membaca label komposisi makanan
ilustrasi membaca label komposisi makanan (pexels.com/Laura James)

Bumbu instan yang sudah dibuka sering disimpan sembarangan. Padahal, paparan udara dan kelembapan dapat menurunkan kualitas bumbu. Jika dibiarkan terlalu lama, aroma dan rasa bisa berubah.

Menyimpan sisa bumbu instan dalam wadah tertutup rapat membantu menjaga kualitasnya. Pastikan juga bumbu tidak terkontaminasi air atau alat masak yang kotor. Langkah sederhana ini penting agar bumbu tetap aman dan layak digunakan.

Bumbu instan memang menawarkan kepraktisan, tetapi penggunaannya tetap perlu perhatian. Dengan menghindari kesalahan umum, masakan bisa terasa lebih seimbang dan tetap aman dikonsumsi. Mulai sekarang, gunakan bumbu instan dengan lebih bijak agar rasa dan kesehatan tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More