Mengapa Adonan Kue Bolu Mudah Bantat?

Banyak orang yang gemar membuat kue bolu sering merasa kecewa karena hasil kuenya tidak mengembang dengan baik dan cenderung bantat. Kondisi ini membuat tekstur bolu menjadi padat dan tidak lembut, padahal bahan yang dipakai sudah sesuai takaran.
Permasalahan ini biasanya berhubungan dengan cara mengolah adonan sejak tahap awal hingga masuk ke oven. Itulah mengapa tips adonan kue perlu dipahami agar hasil bolu bisa lebih sempurna. Berikut penjelasan detail mengenai faktor yang membuat adonan kue bolu mudah bantat.
1. Takaran bahan memengaruhi struktur adonan bolu

Kesalahan paling umum ketika membuat bolu adalah tidak memperhatikan takaran bahan dengan cermat. Tepung, gula, telur, dan mentega memiliki fungsi yang berbeda dalam membentuk struktur adonan. Jika jumlah salah satu bahan berlebihan atau kurang, keseimbangan adonan bisa terganggu. Misalnya terlalu banyak cairan membuat adonan terlalu berat, sehingga saat dipanggang tidak bisa naik dengan baik.
Selain itu, pemakaian bahan pengembang pada bolu seperti baking powder atau emulsifier juga harus sesuai. Jika ditambahkan terlalu sedikit, adonan tidak mampu menghasilkan cukup gas untuk membuat bolu mengembang. Sebaliknya, jika terlalu banyak justru dapat menyebabkan bolu cepat kempis setelah keluar dari oven. Jadi, ketepatan takaran bahan menjadi kunci penting agar bolu tidak bantat.
2. Teknik mengocok telur menentukan kekenyalan bolu

Telur berperan besar dalam membentuk rongga udara yang membantu adonan bolu mengembang. Jika proses pengocokan dilakukan terlalu singkat, udara yang masuk ke dalam adonan sangat sedikit. Akibatnya, bolu yang dipanggang akan cenderung punya tekstur padat dan bantat. Sebaliknya, jika telur dikocok terlalu lama hingga teksturnya terlalu kaku, adonan bolu juga bisa pecah saat dicampur dengan bahan lain.
Teknik yang dianjurkan biasanya adalah mengocok telur bersama gula sampai mencapai tahap ribbon, yaitu ketika adonan jatuh membentuk pita yang tidak langsung hilang. Tahap ini menandakan udara sudah cukup masuk dan adonan siap dicampur dengan bahan kering. Jadi, memahami kapan harus berhenti mengocok telur merupakan bagian penting dalam menghindari bolu bantat.
3. Suhu oven berperan pada keberhasilan pemanggangan bolu

Oven yang terlalu panas bisa membuat bagian luar bolu cepat matang sementara bagian dalamnya masih basah. Kondisi ini membuat bolu tidak memiliki kesempatan untuk mengembang dengan sempurna. Hasilnya, ketika dikeluarkan dari oven, bolu akan kempis dan padat. Sebaliknya, jika suhu oven terlalu rendah, adonan akan mengembang sangat lama dan kehilangan struktur sebelum sempat mengeras.
Itulah sebabnya pengaturan suhu oven harus disesuaikan dengan resep, biasanya berkisar antara 160 hingga 180 derajat Celcius. Tidak kalah penting, oven perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum adonan dimasukkan. Dengan begitu, suhu di dalam ruang panggang sudah stabil sehingga proses pemanggangan bisa berlangsung merata.
4. Cara mencampur bahan kering memengaruhi tekstur bolu

Bahan kering seperti tepung terigu, baking powder, dan susu bubuk perlu diayak sebelum dicampurkan ke adonan. Mengayak membantu bahan tercampur lebih halus dan menghindari gumpalan yang bisa membuat adonan berat. Jika tepung dimasukkan sekaligus tanpa diayak, adonan akan lebih sulit tercampur rata. Hal ini sering menyebabkan bolu terasa padat di bagian tertentu.
Selain itu, mencampur bahan kering tidak boleh dilakukan terlalu lama. Gerakan mengaduk sebaiknya perlahan dengan teknik lipat menggunakan spatula agar udara dalam adonan bolu tetap terjaga. Jika diaduk berlebihan, gelembung udara akan hilang sehingga adonan kehilangan kemampuan untuk mengembang saat dipanggang.
5. Pemilihan jenis tepung memengaruhi hasil akhir bolu

Tidak semua tepung terigu cocok untuk membuat bolu. Tepung terigu memiliki kandungan protein berbeda, ada yang tinggi, sedang, dan rendah. Untuk bolu, biasanya digunakan tepung terigu protein rendah atau sedang karena akan menghasilkan tekstur lembut. Jika menggunakan tepung protein tinggi, adonan akan lebih kenyal dan cenderung membuat bolu terasa padat.
Selain itu, kualitas tepung juga berpengaruh. Tepung yang sudah lama disimpan bisa menyerap kelembapan dan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan adonan yang baik. Oleh karena itu, pemilihan tepung sebaiknya diperhatikan sejak awal agar hasil kue bolu tidak mengecewakan.
Membuat bolu memang membutuhkan ketelitian mulai dari pemilihan bahan hingga teknik memanggang. Kesalahan kecil seperti takaran yang kurang tepat atau cara mengocok telur yang salah bisa membuat adonan kue gagal mengembang. Dengan memperhatikan tips adonan kue secara menyeluruh, kemungkinan bolu bantat dapat diminimalkan sehingga hasil akhirnya lebih lembut, mengembang, dan sesuai harapan.