Mengenal 5 Macam Burger Dunia, Ada Burger Juicy Lucy!

Burger bukan sekadar makanan cepat saji dengan patty dan roti bulat yang itu-itu saja. Di berbagai penjuru dunia, konsep burger berkembang mengikuti bahan lokal, kebiasaan makan, dan kreativitas yang tidak ada habisnya.
Dari jalanan Copenhagen sampai kedai tua di Minneapolis, tiap versi burger punya cerita dan cita rasa yang berbeda-beda. Berikut lima jenis burger dari seluruh dunia yang menarik untuk kamu kenal.
1. Bøfsandwich adalah burger khas Denmark yang lahir dari budaya makan siang pekerja

Bøfsandwich adalah versi burger ala Denmark yang tampilannya jauh dari gambaran burger pada umumnya. Rotinya pipih dan padat, patty dagingnya tipis tapi lebar, lalu di atasnya ditumpuk bawang goreng renyah, acar, dan saus remoulade khas Skandinavia yang rasanya asam-gurih. Tidak ada keju meleleh atau saus manis di sini karena bøfsandwich memang bukan soal kelimpahan topping, melainkan soal keseimbangan rasa yang simpel tapi terasa serius.
Bøfsandwich dulunya identik dengan makan siang kelas pekerja di Denmark dan dijual dari gerobak pinggir jalan yang disebut pølsevogn. Sampai sekarang, tradisi itu masih hidup meski gerobaknya makin jarang ditemukan di kota besar. Cara makannya pun tidak pakai piring mewah, cukup dibungkus kertas dan dimakan berdiri.
2. Rice burger membuktikan bahwa Jepang bisa mengubah makanan barat jadi sesuatu yang berbeda

Rice burger adalah inovasi dari Jepang di mana roti gandum diganti sepenuhnya dengan dua gepeng nasi yang dipadatkan dan dipanggang sampai permukaannya sedikit krispi. Isinya bervariasi mulai dari daging teriyaki, udang, sampai sayuran tumis dengan saus berbasis kecap yang membuat rasanya jauh lebih umami dibanding burger konvensional. Teksturnya unik karena bagian luarnya agak kering tapi bagian dalamnya tetap pulen seperti nasi pada umumnya.
MOS Burger, jaringan makanan cepat saji asal Jepang adalah yang pertama mempopulerkan rice burger pada tahun 1987 dan sejak saat itu konsepnya menyebar ke berbagai negara Asia. Di beberapa tempat, pilihan isiannya bahkan disesuaikan dengan selera lokal sehingga kamu bisa menemukan versi dengan rendang atau ayam geprek di dalamnya. Kalau penasaran, versi originalnya tetap paling mudah ditemukan di gerai MOS Burger di Jepang atau Singapura.
3. Juicy lucy adalah burger Amerika yang menyembunyikan keju leleh di dalam dagingnya

Juicy lucy bukan burger biasa dengan keju di atas patty, melainkan burger yang kejunya dimasukkan ke dalam daging sebelum dimasak sehingga saat digigit, keju leleh mengalir keluar dari dalam. Dua bar di Minneapolis, Minnesota yaitu Matt's Bar dan 5-8 Club sama-sama mengklaim sebagai pencipta aslinya sejak tahun 1950-an dan perdebatan itu sampai sekarang belum ada yang mau mengalah.
Gigitan pertama juicy lucy butuh sedikit kesabaran karena kalau langsung dimakan langsung begitu matang, keju di dalamnya masih sangat panas dan bisa membakar lidah. Tekstur dan rasanya berbeda dari burger kebanyakan karena keju yang terperangkap di dalam daging ikut meresap selama proses memasak. Hasilnya adalah patty yang lebih juicy dari biasanya dengan rasa keju yang menyatu ke seluruh bagian daging, bukan hanya di permukaan.
Di Minneapolis sendiri, juicy lucy sudah jadi semacam ikon kuliner lokal yang wajib dicoba kalau kamu kebetulan melintas di sana.
4. Butter burger menjadi bukti bahwa Wisconsin tidak main-main soal mentega

Butter burger adalah burger khas negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat. Hal yang membedakan butter burger dengan lainnya adalah satu hal sederhana tapi signifikan yakni rotinya diolesi mentega dalam jumlah yang tidak tanggung-tanggung sebelum dipanggang. Hasilnya adalah roti dengan permukaan keemasan, sedikit krispi di luar, dan lembut berlemak di dalam yang membuat setiap gigitan terasa lebih kaya. Beberapa versi bahkan menambahkan sepotong mentega dingin langsung di atas patty yang baru matang supaya meleleh perlahan sebelum burger ditutup.
Culver's, jaringan restoran yang lahir di Wisconsin pada 1984 adalah nama paling dikenal di balik populernya butter burger sampai ke luar negara bagian. Mereka tidak menyembunyikan penggunaan menteganya dan justru menjadikannya sebagai identitas utama yang membedakan mereka dari kompetitor. Buat kamu yang sudah terbiasa menghindari lemak berlebih, butter burger mungkin bukan pilihan konsumsi harian, tapi mencoba sesekali tidak ada salahnya.
5. Roujiamo sudah ada sejak 2.000 tahun lalu dan sering disebut burger tertua di dunia

Roujiamo berasal dari provinsi Shaanxi, Tiongkok. Burger ini terdiri dari roti pipih yang dibakar bernama baijimo dengan isian daging babi atau sapi yang dimasak lama dalam kaldu rempah sampai teksturnya hancur lembut dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Rasanya kompleks karena proses memasaknya bisa memakan waktu berjam-jam dengan campuran rempah seperti pekak, kayu manis, dan lada Sichuan yang menghasilkan aroma khas yang sulit dilupakan. Bentuknya memang mirip burger tapi cara makannya lebih dekat ke pengalaman makan street food yang sudah ada jauh sebelum konsep burger Barat lahir.
Di Xi'an, kota asalnya, roujiamo dijual di mana-mana mulai dari warung kecil di gang sempit sampai restoran yang sudah buka puluhan tahun. Para pedagang biasanya mencincang daging langsung di depan pembeli sebelum dimasukkan ke dalam roti supaya teksturnya tetap segar dan tidak terlalu kering. Kalau kamu pernah ke Xi'an dan melewatkan roujiamo, rasanya rugi sekali.
Burger di seluruh dunia membuktikan bahwa konsep roti dan isiannya bisa lahir dalam ribuan bentuk yang berbeda tergantung dari mana asalnya. Dari roujiamo yang berusia ribuan tahun sampai juicy lucy yang kejunya tersembunyi di dalam daging, setiap versi punya cara uniknya sendiri untuk membuatmu kenyang sekaligus penasaran. Dari kelima burger ini, mana yang paling ingin kamu coba duluan?
![[QUIZ] Dari Makanan yang Kamu Santap sebelum Konser, Kami Tahu Siapa Biasmu di BTS](https://image.idntimes.com/post/20251231/gn3hp-_ayaa9xyx_bc0347c7-376b-46a2-9d92-ecb05655b27b.jpg)

















