Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Alternatif Kemasan Makanan Pengganti Plastik, Lebih Ramah Lingkungan!

6 Alternatif Kemasan Makanan Pengganti Plastik, Lebih Ramah Lingkungan!
Potret kertas mangkuk (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga plastik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong pelaku usaha kuliner mencari alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan.
  • Ada enam bahan pengganti plastik yang direkomendasikan, yaitu pelepah pinang, kertas minyak, ampas tebu, daun pisang, mangkuk kertas, dan wadah makanan tahan lama.
  • Alternatif kemasan ini dinilai lebih berkelanjutan karena mudah terurai atau bisa digunakan berulang kali tanpa mengurangi kualitas dan keamanan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini, harga plastik naik cukup drastis. Dampaknya terasa dalam penggunaan sehari-hari, terutama buat kamu yang sering membungkus makanan dengan plastik. Para pelaku usaha kuliner pun ikut terdampak, karena harus menyediakan kemasan dalam jumlah besar.

Kenaikan ini dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Dampaknya merambat ke berbagai sektor industri, termasuk petrokimia. Industri ini mengolah minyak dan gas bumi menjadi bahan kimia turunan, salah satunya plastik.

Dengan kondisi ini, kamu bisa mulai beralih ke alternatif kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan dan tetap aman digunakan. Selain lebih berkelanjutan, beberapa bahan ini juga cocok untuk menjaga kualitas makanan.

Berikut beberapa alternatif kemasan makanan pengganti plastik yang bisa kamu coba. Lebih praktis, bisa digunakan berkali-kali, dan ramah lingkungan.

Table of Content

1. Pelepah pohon pinang

1. Pelepah pohon pinang

Kemasan dari pelepah pohon pinang cukup kuat dan tahan panas. Cocok untuk membungkus berbagai makanan. Bahkan kemasan ini bisa membantu menjaga kesegaran makanan supaya gak cepat basi.

Permukaannya kaku dan tidak mudah bocor. Selain itu, bahan ini mudah terurai secara alami, sehingga lebih ramah lingkungan.

2. Kertas minyak

Potret kertas minyak
Potret kertas minyak (pexels.com/@kampus)

Kertas minyak sering digunakan untuk membungkus makanan berminyak seperti gorengan atau roti. Lapisannya mampu menahan minyak, supaya gak tembus keluar.

Bahannya ringan, tipis, dan praktis digunakan. Dibandingkan plastik, kertas minyak lebih mudah terurai dan tanpa meninggalkan residu berbahaya.

3. Ampas tebu

Kemasan dari ampas tebu atau bagasse cukup populer sebagai wadah makanan. Biasanya digunakan untuk nasi kotak atau makanan siap saji.

Bahan ini kuat, tahan panas, air, dan minyak. Bahkan, bisa digunakan dalam microwave. Selain itu, ampas tebu berasal dari limbah produksi gula. Jadi, lebih ramah lingkungan karena bisa terurai.

4. Daun pisang

Potret daun pisang
Potret daun pisang (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Daun pisang sudah lama digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional. Aromanya khas dan bisa menambah cita rasa pada makanan.

Daun ini cukup kuat untuk membungkus nasi, lauk, hingga jajanan pasar. Selain alami, daun pisang juga mudah terurai tanpa mencemari lingkungan.

5. Mangkuk kertas

Selain cocok untuk rice bowl, mangkuk kertas bisa digunakan sebagai wadah makanan berkuah seperti mi, sup, atau soto. Biasanya dilengkapi lapisan tipis, supaya gak mudah bocor.

Bentuknya praktis dan ringan. Dibandingkan plastik, mangkuk kertas lebih mudah didaur ulang dan ramah lingkungan.

6. Wadah makanan

Potret wadah makanan kedap udara
Potret wadah makanan kedap udara (unsplash.com/@_carolineattwood)

Pilihan terbaiknya, kamu bisa memilih tempat atau kotak makan. Kamu bisa memilih wadah makanan berbahan polypropylene. Bahan ini ringan, tahan panas, kuat, dan gak mudah retak. Polypropylene juga termasuk food grade, sehingga aman untuk menyimpan makanan.

Selain itu, kamu juga bisa pilih wadah berbahan stainless steel. Material ini lebih kokoh dan tahan lama untuk pemakaian jangka panjang.

Alternatif lainnya adalah wadah berbahan silikon food grade. Bahannya lentur, gak mudah rusak, dan aman untuk makanan panas maupun dingin. Wadah silikon juga praktis, karena bisa dilipat.

Semua jenis wadah ini bisa dipakai berulang kali dalam jangka panjang. Kamu tetap praktis saat membeli makanan di luar, sekaligus mengurangi sampah plastik.

Itu dia beberapa rekomendasi kemasan makanan sebagai pengganti plastik sekali pakai. Kamu bisa mulai dari pilihan yang paling mudah dan sesuai kebutuhan. Selain membantu mengurangi limbah, kemasan ini juga tetap menjaga kualitas makanan kamu.

FAQ Seputar Alternatif Kemasan Makanan Pengganti Plastik

Apa saja alternatif kemasan makanan yang ramah lingkungan?

Ada 6 alternatif kemasan yang direkomendasikan: pelepah pohon pinang (kuat dan tahan panas), kertas minyak (cocok untuk makanan berminyak), ampas tebu/bagasse (tahan panas dan air), daun pisang (alami dan mudah terurai), mangkuk kertas (praktis dan mudah didaur ulang), dan wadah makanan reusable (dari polypropylene, stainless steel, atau silikon food grade).

Mengapa harga plastik naik dan memicu pencarian alternatif kemasan?

Kenaikan harga plastik dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz. Hal ini berdampak pada industri petrokimia yang mengolah minyak dan gas bumi menjadi bahan kimia turunan termasuk plastik.

Apa keuntungan menggunakan ampas tebu sebagai kemasan makanan?

Ampas tebu (bagasse) memiliki beberapa keuntungan: tahan panas, air, dan minyak, cocok untuk microwave, dapat digunakan untuk nasi kotak dan makanan siap saji. Selain itu, ampas tebu berasal dari limbah produksi gula sehingga lebih ramah lingkungan dan mudah terurai.

Apa perbedaan wadah makanan reusable dan kemasan sekali pakai?

Wadah reusable seperti polypropylene, stainless steel, atau silikon food grade dapat digunakan berulang kali dalam jangka panjang, tidak perlu dibuang setelah satu kali pakai. Berbeda dengan kemasan sekali pakai, wadah ini mengurangi limbah plastik sambil tetap menjaga kualitas dan keamanan makanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
Eddy Rusmanto
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More