3 Mie Gluten Free Khas Jepang yang Bisa Kamu Jadikan Pilihan

- Mi Jepang bebas gluten dapat menjadi pilihan bagi penderita celiac atau sensitivitas gluten, karena sebagian besar mi umum berbahan tepung terigu.
- Shirataki dari ubi konjak tidak berkalori, bebas gluten, dan biasa dipakai dalam nabe atau sukiyaki; harusame berbahan pati kentang, ubi jalar, beras, atau kacang hijau.
- Soba bebas gluten harus berupa juwari soba 100 persen buckwheat; konsumen juga perlu memeriksa kemasan dan bumbu, karena saus atau kecap dapat mengandung gluten.
Hampir semua orang suka makan mi. Selain murah dan porsinya banyak, mi juga enak diolah menjadi berbagai hidangan. Sayangnya, meski banyak yang suka, tidak semua orang bisa menikmati mi dengan bebas. Seperti yang kita tahu, mayoritas mi di pasaran terbuat dari tepung terigu yang mengandung gluten.
Pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit celiac atau sensitivitas gluten yang tinggi, mengonsumsi mi dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Untungnya, gak semua mi mengandung gluten. Beberapa mi khas Jepang, misalnya, terbuat dari bahan tanpa menggunakan campuran tepung terigu.
Jadi, mi khas Jepang apa aja yang bebas dari gluten, ya? Berikut daftarnya!
1. Shirataki

ilustrasi mi shirataki (magnific.com/jcomp) Shirataki merupakan mi khas Jepang yang terbuat dari ubi konjak. Pati ubi konjak yang sudah diendapkan kemudian dicampur dengan air, lalu ditambahkan air kapur. Berbeda dengan kebanyakan mi, shirataki berbentuk tipis dan transparan. Teksturnya kenyal dan mirip agar-agar.
Mi satu ini gak memiliki rasa sama sekali dan biasanya dijadikan bahan untuk hidangan rebus atau hot pot, seperti nabe dan sukiyaki. Meski rasanya hambar, shirataki merupakan makanan yang sehat karena tidak mengandung kalori, bebas gluten, dan aman untuk vegetarian. Orang Jepang biasanya mengonsumsi shirataki saat sedang diet.
2. Harusame

ilustrasi mi harusame (magnific.com/Magnific) Harusame, atau yang juga dikenal dengan mi kaca Jepang, merupakan mi yang terbuat dari pati kentang dan pati ubi jalar. Terkadang harusame juga terbuat dari pati beras atau pati kacang hijau. Harusame kering memiliki bentuk yang sangat tipis dan berwarna putih, mirip dengan bihun atau soun di Indonesia.
Namun, setelah dimasak, mi akan berubah menjadi transparan, licin, dan bertekstur ringan. Untuk dapat menikmati harusame, kamu perlu merendamnya dalam air, lalu merebusnya selama 3-4 menit.
Di Jepang, harusame dijual dalam bentuk bundel besar. Karena ukurannya yang panjang, harusame kering akan dipotong menjadi beberapa bagian sebelum diolah. Entah itu untuk dijadikan isian salad, dimasak bersama sup, atau isian lumpia.
3. Soba

ilustrasi mi soba (unsplash.com/Masaaki Komori) Soba merupakan mi yang cukup populer di Jepang. Warnanya abu-abu kecokelatan atau gelap dengan rasa gurih sedikit pedas. Soba biasanya disajikan dingin dengan saus celup atau dimasak bersama sup. Soba sendiri terdiri dari dua jenis. Jenis pertama terbuat dari campuran buckwheat dan tepung terigu.
Nah, karena mengandung tepung terigu, soba ini tidak bebas gluten. Meski begitu, di Jepang, kamu bisa juga mencari versi soba yang terbuat dari 100 persen buckwheat atau lebih dikenal dengan nama juwari soba. Nah, karena tampilan soba dan juwari soba mirip, kamu bisa mengecek kemasan mi atau bertanya pada penjaga toko sekalian untuk memastikan zona yang kamu pilih bebas gluten.
Mencari mi yang bebas gluten memang susah-susah gampang karena hampir semua mi menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya. Selain mi, kamu juga perlu memperhatikan bumbu-bumbu yang digunakan, terutama saat makan di restoran. Bisa jadi mi yang digunakan memang bebas gluten, tetapi beberapa bumbu, seperti kecap asin, kecap manis, aneka jenis saus, hingga bumbu instan kerap mengandung gluten.






















