Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Tertukar, Ini 5 Perbedaan Jeruk Nipis dan Jeruk Kalamansi!
Potret jeruk nipis dan jeruk kalamansi (unsplash.com/Camara Negra | freepik.com/topntp26)
  • Jeruk nipis berukuran lebih besar dengan kulit kasar dan daging hijau pucat, sedangkan jeruk kalamansi lebih kecil, kulitnya halus, dan daging buahnya oranye kekuningan.
  • Aroma jeruk nipis tajam dan asam kuat dengan sedikit pahit, sementara jeruk kalamansi lebih aromatik dengan perpaduan rasa asam-manis yang lembut serta nuansa floral.
  • Dalam kuliner, jeruk nipis cocok untuk minuman segar atau sambal karena rasa asam tegas, sedangkan jeruk kalamansi sering dipakai di masakan Asia Tenggara untuk cita rasa seimbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika hendak membeli jeruk nipis, pernahkah tertukar dengan jeruk kalamansi? Sekilas keduanya tampak mirip saat disandingkan. Dijual saat dalam kondisi masih mentah, di mana kulitnya masih sama-sama hijau.

Meski dapat digunakan sebagai pengganti satu sama lain, cita rasa yang dihasilkan pada masakan akan berbeda, lho. Oleh karena itu, penting memahami beberapa perbedaan jeruk nipis dan jeruk kalamansi, agar tidak tertukar dalam pengguaannya. Berikut di antaranya.

1. Ukuran dan bentuk

Jeruk nipis atau Citrus aurantifolia disebut juga jeruk asam dan key lime yang berasal dari Asia Tenggara. Ukurannya sedikit lebih besar dibanding jeruk kalamansi, dengan diameter rata-rata 3–6 cm. Bentuknya bulat hingga bulat telur (oval), mirip bola pingpong dan mudah dikenali dengan adanya puting buah seperti lemon.

Sementara itu, jeruk kalamansi punya nama lain Citrus mitis var microcarpa, jeruk kasturi, kalamondin, dan Philippine lime. Ukurannya lebih kecil dari jeruk nipis, diameternya 3–5 cm. Bentuknya bulat hingga agak gepeng dengan ujung buah yang lebih halus tanpa benjolan seperti jeruk nipis.

2. Karakteristik kulit dan warna daging buah

Potret jeruk kalamansi (IDN Times/Fatma Roisatin)

Kulit jeruk nipis berwarna hijau saat masih mentah dan berubah menjadi kuning ketika sudah matang. Teksturnya sedikit lebih kasar dan biasanya lebih tebal daripada jeruk kalamansi. Warna daging buahnya hijau pucat hampir putih.

Saat masih mentah, kulit jeruk kalamansi juga berwarna hijau. Namun, cenderung lebih pekat dibanding jeruk nipis dan akan berubah menjadi oranye terang saat sudah matang. Tekstur kulitnya lebih halus dengan sedikit kilap dan warna daging buahnya oranye kekuningan.

3. Aroma dan profil rasa

Masih belum yakin saat membelinya? Kamu dapat menghirup aroma citrus yang tajam, segar, dan asam. Dari aromanya saja sudah bisa membayangkan rasa asam yang kuat dan tajam dengan sensasi segar, dan hint pahit di akhir.

Lain halnya dengan jeruk kalamansi yang lebih aromatik. Aroma citrus segar tidak setajam jeruk nipis, ada nuansa manis, dan hint floral yang lembut. Demikian pula dengan rasanya, perpaduan asam dan manis yang lebih lembut.

4. Volume air dalam buah

Potret orang memeras jeruk nipis untuk condiment makanan (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Jeruk nipis berukuran relatif lebih besar, tetapi daging buahnya lebih padat. Hal ini membuatnya agak sulit diperas dan tidak terlalu tebal saat mengiris atau memotongnya. Kandungan airnya pun lebih sedikit daripada jeruk kalamansi.

Sedangkan, daging buah jeruk kalamansi lebih lembut, sehingga mudah memeras airnya. Volume air dalam buah pun lebih banyak dibanding jeruk nipis. Kamu bisa mendapatkan lebih banyak sari buah tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga.

5. Kegunaan dalam kuliner

Seperti dijelaskan sebelumnya, kedua jenis jeruk ini dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain. Terutama jika untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan daging. Namun, penggunaan dalam kuliner akan memberikan rasa dan aroma yang berbeda.

Jeruk nipis akan menghasilkan minuman yang terasa lebih asam, segar, dan tegas. Lebih cocok untuk koktail atau moktail. Penggunaannya sebagai condiment dalam makanan berguna untuk meningkatkan cita rasa gurih dan memberikan sensasi segar dari hidangan utama seperti soto, sop buntut, dan aneka sambal.

Jeruk kalamansi bisa digunakan sebagai campuran teh maupun kopi, sebagai penyeimbang rasa. Banyak digunakan pula dalam masakan Malaysia, Singapura, dan Filipina, seperti sambal belacan. Makanan lain yang menggunakan perasan jeruk kalamansi yaitu laksa, curry mee, hingga aneka kue.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan jeruk nipis dan jeruk kalamansi. Jika menyukai rasa asam yang tajam dan segar, maka pilihlah jeruk nipis. Namun, kalau ingin lebih aromatik dan soft di lidah, jeruk kalamansi menjadi pilihan yang tepat. Jadi, jeruk mana kesukaanmu?

FAQ Seputar Perbedaan Jeruk Nipis dan Jeruk Kalamansi

Mana yang memiliki kandungan Vitamin C lebih tinggi antara jeruk nipis dan jeruk kalamansi?

Berdasarkan beberapa pengujian laboratorium terhadap infused water dan sari buah murni, jeruk kalamansi secara umum memiliki konsentrasi kandungan Vitamin C yang sedikit lebih tinggi per mililiternya dibandingkan dengan jeruk nipis.

Apakah jeruk kalamansi merupakan spesies jeruk murni seperti jeruk nipis?

Tidak. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah spesies murni asli Asia Tenggara. Sementara itu, jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) merupakan tanaman hibrida (persilangan alami) antara jenis jeruk keprok/mandarin (Citrus reticulata) dengan buah kumquat (Fortunella margarita).

Bagaimana cara menyimpan kedua jeruk ini agar tidak cepat busuk?

Karena jeruk nipis memiliki kulit yang cenderung lebih tebal, ia lebih awet jika disimpan di suhu ruang (bisa bertahan hingga 1 minggu). Sebaliknya, jeruk kalamansi memiliki kulit yang sangat tipis sehingga lebih cepat layu dan membusuk; jeruk kalamansi sebaiknya disimpan di dalam wadah kedap udara lalu dimasukkan ke dalam kulkas (chiller) agar bisa bertahan hingga 2 minggu.

Daerah mana di Indonesia yang terkenal sebagai sentra budidaya jeruk kalamansi?

Jika jeruk nipis bisa tumbuh subur dan jamak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, jeruk kalamansi sangat identik dan menjadi komoditas unggulan dari Provinsi Bengkulu. Di sana, jeruk kalamansi secara massal diolah menjadi produk oleh-oleh khas berupa sirup kalamansi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article