Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Perbedaan Kanom Krok dengan Makanan Penutup Lain

5 Perbedaan Kanom Krok dengan Makanan Penutup Lain
Ilustrasi jajanan pasar (unsplash.com/Duc Van)
Intinya Sih
  • Kanom Krok adalah jajanan khas Thailand berbentuk bulat kecil dengan tekstur unik: renyah di luar dan lembut lumer di dalam berkat campuran tepung beras, santan, serta sedikit nasi putih.
  • Proses memasaknya memakai wajan besi berlubang mirip cetakan takoyaki, menciptakan bagian bawah yang garing dan atas yang creamy tanpa perlu dipanggang atau dikukus.
  • Topping Kanom Krok bervariasi dari jagung manis hingga daun bawang, menghadirkan perpaduan rasa manis-gurih yang membedakannya dari kue pancong Indonesia yang lebih padat dan berserat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa, sih, yang bisa menolak godaan dessert atau makanan penutup? Apalagi kalau kamu sedang jalan-jalan virtual atau langsung ke Thailand, pasti sering banget melihat jajanan berbentuk bulat kecil yang aromanya wangi santan banget. Yup, namanya Kanom Krok!

Sekilas, camilan ini mungkin mengingatkan kamu pada kue talam atau kue pancong di Indonesia. Tapi, sebenarnya Kanom Krok punya karakteristik unik yang bikin dia beda dari dessert Asia lainnya. Biar gak bingung lagi saat jajan, yuk simak 5 perbedaan Kanom Krok dengan makanan penutup lainnya berikut ini!

1. Tekstur kontras: renyah di luar, lumer di dalam

Ilustrasi jajanan pasar
Ilustrasi jajanan pasar (unsplash.com/Gabriella Clare Marino)

Salah satu hal yang paling menonjol dari Kanom Krok adalah sensasi saat kamu menggigitnya. Berbeda dengan mayoritas makanan penutup Barat seperti cake yang cenderung padat atau pudding yang kenyal merata, Kanom Krok punya dua tekstur dalam satu gigitan.

Bagian bawah dan pinggirannya dimasak sampai berwarna cokelat keemasan sehingga terasa renyah atau crispy. Namun, bagian atasnya tetap dibiarkan lembut dan lumer layaknya custard. Perpaduan rasa santan yang gurih dan manis di bagian tengahnya benar-benar memberikan pengalaman makan yang unik dan tidak membosankan.

2. Bahan utama yang menghasilkan adonan cair

ilustrasi mengaduk adonan (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi mengaduk adonan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Kalau kamu perhatikan pembuatan pancake atau kue cubit, adonannya biasanya cukup kental agar bisa mengembang. Nah, Kanom Krok sedikit berbeda. Bahan utamanya adalah campuran tepung beras dan santan kental yang proporsinya dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan adonan yang lebih cair.

Rahasia tekstur lembutnya terkadang datang dari penambahan sedikit nasi putih ke dalam blenderan tepung. Penggunaan nasi ini bertujuan agar bagian tengah kue tetap creamy meskipun sudah dingin. Jadi, jangan heran kalau melihat penjualnya menuangkan adonan yang tampak sangat encer ke atas cetakan; itu justru kunci kelezatannya!

3. Metode masak menggunakan wajan besi berlubang

Ilustrasi adonan roti
Ilustrasi adonan roti (pexels.com/Maria Orlova)

Kalau kamu suka jajan Takoyaki, pasti gak asing dengan alat masaknya. Kanom Krok dimasak menggunakan wajan besi khusus yang memiliki lubang-lubang setengah bola. Alat ini sangat krusial untuk menciptakan bentuk mangkuk kecil yang garing di bawah namun tetap basah di atas.

Metode masak ini berbeda dengan kebanyakan makanan penutup yang dipanggang dalam oven atau dikukus. Dengan api yang pas, bagian luar adonan akan mengeras dan membentuk cangkang tipis, sementara santan di dalamnya matang perlahan tanpa menjadi keras. Teknik ini memastikan setiap butir Kanom Krok memiliki tingkat kematangan yang presisi.

4. Penggunaan topping yang tidak biasa

Ilustrasi jajanan pasar
Ilustrasi jajanan pasar (unsplash.com/VD Photography)

Makanan penutup biasanya identik dengan sesuatu yang manis total, seperti cokelat, keju, atau buah-buahan. Tapi Kanom Krok berani tampil beda dengan memberikan keseimbangan rasa antara manis dan gurih melalui topping-nya.

Kamu akan sering menemukan Kanom Krok yang diberi taburan daun bawang, jagung manis, hingga talas di atasnya. Mungkin terdengar aneh bagi kamu yang terbiasa makan daun bawang untuk martabak telur, tapi dalam Kanom Krok, aroma daun bawang justru memberikan dimensi rasa segar yang memotong rasa enek dari santan kental. Ini yang membuatnya sulit disamakan dengan dessert manis pada umumnya.

5. Lebih halus dan creamy dibanding kue pancong

Kue pancong
Kue pancong (unsplash.com/Anisa Wulan Asri)

Banyak orang Indonesia sering menganggap Kanom Krok itu sama dengan kue pancong atau bandros. Memang benar keduanya berbahan dasar kelapa dan tepung beras, tapi kalau kamu jeli, perbedaannya sangat terasa di lidah.

Kue pancong umumnya memiliki tekstur yang lebih padat dan berserat karena menggunakan kelapa parut dalam jumlah yang dominan. Sebaliknya, Kanom Krok terasa jauh lebih halus dan creamy karena hanya menggunakan santan kental (tanpa ampas kelapa parut). Selain itu, kue pancong biasanya berbentuk setengah lingkaran memanjang, sementara Kanom Krok berbentuk bulat kecil layaknya kelereng yang dipotong dua.

Kanom Krok umumnya disajikan sebagai jajanan kaki lima (street food) yang paling nikmat disantap dalam keadaan panas atau hangat. Begitu keluar dari cetakan, uap panasnya akan membawa aroma santan yang sangat menggoda.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, kenapa makanan satu ini begitu spesial? Jadi, kalau nanti kamu punya kesempatan mencicipinya, kamu gak akan salah sebut lagi. Apakah kamu tertarik mencoba varian dengan topping daun bawang atau lebih suka yang original saja?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More