Latte Art Pakai Susu UHT, Emang Bisa? Ini Triknya!

Pernah melihat barista menuang susu hingga membentuk pola hati atau rosetta yang rapi di atas kopi? Sekilas terlihat mudah, tetapi saat dicoba sendiri, hasilnya sering kali tidak sesuai harapan. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah latte art hanya bergantung pada teknik atau juga dipengaruhi oleh jenis susu yang digunakan?
Di sisi lain, susu UHT jadi pilihan paling praktis karena mudah ditemukan dan tahan lama. Namun, gak sedikit yang ragu apakah susu ini bisa menghasilkan foam yang halus untuk latte art. Kalau kamu juga penasaran dan ingin tetap bisa bikin latte art di rumah, yuk simak triknya sampai habis!
1. Susu UHT tetap bisa dipakai, tapi karakternya berbeda

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa latte art hanya bisa dibuat dengan susu segar, padahal susu UHT juga tetap bisa dimanfaatkan. Perbedaannya terletak pada proses pemanasan suhu tinggi yang membuat struktur protein dalam susu UHT mengalami perubahan. Hal ini berpengaruh pada kemampuan susu dalam menghasilkan microfoam yang lembut dan konsisten. Akibatnya, foam dari susu UHT biasanya lebih mudah pecah jika tekniknya kurang tepat.
Namun, hal tersebut bukan berarti latte art pasti gagal, karena masih bisa disiasati dengan cara yang benar. Kuncinya ada pada bagaimana kamu memahami karakter susu yang digunakan sejak awal agar hasilnya tetap maksimal.
2. Pilih susu UHT full cream untuk hasil lebih optimal

Kalau ingin tampilan latte art terlihat lebih jelas, memilih jenis susu adalah langkah penting yang gak boleh diabaikan. Susu UHT full cream biasanya memiliki kadar lemak lebih tinggi dibandingkan varian low fat atau skim. Kandungan lemak inilah yang membantu menghasilkan foam yang lembut, halus, dan mudah dikontrol saat dituang.
Saat susu dikukus, gelembung udara pada susu full cream lebih mudah menyatu sehingga menghasilkan tekstur yang tampak mengilap dan rapi. Sebaliknya, susu rendah lemak cenderung menghasilkan busa yang lebih kasar dan cepat mengempis. Jadi, kalau ingin hasil yang lebih konsisten dan mendekati kualitas kafe, full cream menjadi pilihan yang paling disarankan.
3. Teknik steaming jadi penentu utama

Banyak orang terlalu terpaku pada jenis susu, padahal kunci utama justru terletak pada teknik steaming. Saat memanaskan susu, posisi steam wand perlu diperhatikan agar udara yang masuk tetap seimbang. Jika terlalu banyak udara, busa akan menjadi terlalu tebal dan sulit dikontrol saat tuang.
Sebaliknya, jika terlalu sedikit, teksturnya akan terlalu encer dan sulit membentuk pola. Idealnya, kamu bisa menghasilkan microfoam yang lembut, halus, dan tampak mengkilap seperti permukaan cat basah. Memang perlu latihan, tetapi setelah menemukan ritme yang pas, hasilnya akan terasa lebih stabil dan mudah diulang.
4. Perhatikan suhu agar foam tidak rusak

Selain teknik, suhu juga sering jadi faktor tersembunyi yang tanpa disadari memengaruhi keberhasilan latte art. Susu yang terlalu panas bisa merusak struktur busa sehingga tekstur busa sehingga teksturnya mudah pecah dan sulit dibentuk. Idealnya, susu dipanaskan hingga hangat saja, tidak sampai mendidih.
Tanda paling mudah, susu terasa panas di tangan tetapi masih bisa ditahan beberapa detik. Jika suhunya terlalu rendah, foam belum terbentuk dengan sempurna dan hasilnya kurang halus. Karena itu, menjaga suhu tetap konsisten jadi langkah sederhana yang sangat menentukan hasil akhir.
5. Tuang dengan kontrol dan percaya diri

Setelah tekstur foam sudah halus dan seimbang, proses menuang menjadi tahap yang paling krusial. Banyak pemula masih terasa ragu saat menuang, sehingga aliran susu terlihat tidak konsisten. Padahal, latte art membutuhkan gerakan yang stabil dan penuh keyakinan agar pola bisa terbentuk dengan rapi.
Mulailah dengan menuang dari posisi agak tinggi untuk menyatukan espresso dan susu secara merata, lalu perlahan mendekatkan pitcher saat membentuk pola. Pola dasar seperti heart atau tulip cocok dijadikan latihan karena lebih mudah dikontrol. Seiring sering berlatih, kamu akan semakin peka terhadap timing dan alur gerakan yang pas.
Membuat latte art dengan susu UHT bukan hal yang mustahil selama kamu memahami teknik dan karakternya. Kuncinya ada pada latihan yang konsisten dan keberanian untuk mencoba tanpa takut gagal. Jadi, jangan ragu mulai dari sekarang dan temukan gaya latte art versimu sendiri di rumah!


















