Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Protein Bisa Membantu Menurunkan BB saat Diet?

Benarkah Protein Bisa Membantu Menurunkan BB saat Diet?
ilustrasi sumber protein hewani (vecteezy.com/stockpik 1579)
Intinya Sih
  • Protein membantu menahan rasa lapar lebih lama dan menjaga energi stabil, sehingga mendukung pengendalian nafsu makan selama diet tanpa harus sering ngemil.
  • Asupan protein cukup penting untuk mempertahankan massa otot saat berat badan turun, membuat tubuh tetap kuat dan efisien dalam aktivitas fisik.
  • Konsumsi protein perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh serta dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat agar hasil diet lebih efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasa sudah mengurangi porsi makan, menjauhi makanan favorit, bahkan melakukan olahraga secara teratur, namun berat badan (BB) tetap sulit untuk turun? Banyak orang yang hanya fokus pada jumlah kalori yang dikonsumsi tanpa memperhatikan jenis nutrisi yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya. Sebenarnya, keseimbangan zat gizi seperti protein dapat menjadi salah satu aspek yang memperlancar proses diet dengan lebih efektif.

Protein sering dianggap sebagai "teman" dalam upaya menurunkan berat badan karena dapat membantu membuat kamu merasa kenyang lebih lama serta mendukung massa otot ketika tubuh sedang mengalami perubahan pola makan. Namun, apakah benar bahwa mengonsumsi protein bisa membantu menurunkan BB saat diet? Simak penjelasan lengkap mengenai peranan protein dalam diet, manfaatnya bagi tubuh, serta cara mengatur konsumsinya dengan baik supaya tidak melakukan kesalahan.

1. Protein membantu membuat rasa kenyang lebih lama saat diet

ilustrasi perut kenyang
ilustrasi perut kenyang (freepik.com/wayhomestudio)

Banyak orang yang sedang menjalani diet menganggap bahwa tantangan utama bukan sekadar mengurangi asupan makanan, melainkan juga menahan rasa lapar yang muncul beberapa jam setelah makan. Hal ini sering kali mendorong seseorang untuk kembali ngemil atau makan terlalu banyak karena tubuh merasakan kurangnya nutrisi yang cukup. Protein dapat menjadi salah satu nutrisi yang membantu mengatasi permasalahan ini karena proses pencernaannya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

Ketika tubuh memperoleh cukup protein, rasa kenyang dapat bertahan lebih lama sehingga keinginan untuk makan terus-menerus bisa lebih terkendali. Contohnya, mengganti sarapan yang hanya terdiri dari makanan manis dengan pilihan yang mengandung telur, yogurt, atau sumber protein lainnya dapat membantu menjaga energinya tetap stabil. Meski begitu, protein bukanlah solusi instan, melainkan bagian dari program makan seimbang yang mendukung upaya penurunan berat badan.

2. Asupan protein membantu menjaga massa otot saat berat badan turun

ilustrasi massa otot
ilustrasi massa otot (magnific.com/stockking)

Saat menjalani program penurunan berat badan, banyak orang hanya memperhatikan angka di timbangan tanpa menyadari perubahan dalam komposisi tubuh. Padahal, berat badan yang turun tidak selalu berarti berkurangnya lemak karena tubuh juga bisa kehilangan massa otot jika asupan makanan tidak seimbang. Protein berperan penting dalam membantu mempertahankan jaringan otot, terutama saat seseorang mengurangi kalori harian.

Massa otot yang terjaga juga membantu tubuh tetap kuat dan lebih mudah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau kegiatan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang rutin melakukan latihan ringan sambil mencukupi kebutuhan protein biasanya memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan bentuk tubuh saat diet. Oleh karena itu, menambah protein dalam menu harian bisa menjadi strategi yang lebih cerdas dibandingkan sekadar mengurangi porsi makan secara drastis.

3. Diet tinggi protein bukan berarti harus makan dalam jumlah berlebihan

ilustrasi pola makan seimbang untuk diet
ilustrasi pola makan seimbang untuk diet (pexels.com/Heather Brock)

Tren diet tinggi protein membuat banyak orang mengira bahwa semakin banyak mereka mengonsumsi protein, semakin cepat pula berat badan akan turun. Namun, kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda tergantung pada kondisi tubuh, aktivitas, usia, dan tujuan yang ingin dicapai. Mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan tanpa mempertimbangkan keseimbangan nutrisi lainnya justru dapat membuat pola makan menjadi kurang optimal.

Tubuh tetap memerlukan karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Sebagai contoh, seseorang yang hanya mengonsumsi dada ayam setiap hari tetapi mengabaikan sayuran dan sumber energi lainnya mungkin akan cepat merasa bosan dan sulit untuk mempertahankan pola tersebut. Kuncinya bukan hanya menambah protein, tetapi membangun pola makan yang realistis dan dapat dijalankan dalam jangka panjang.

4. Sumber protein yang dipilih juga menentukan keberhasilan pola makan

ilustrasi diet tinggi protein
ilustrasi diet tinggi protein (magnific.com/freepik)

Saat seseorang mulai meningkatkan asupan protein, banyak yang langsung memilih makanan yang dianggap paling tinggi protein tanpa memperhatikan nutrisi lainnya. Namun, kualitas dari sumber protein juga harus dipertimbangkan karena beberapa makanan yang tinggi protein mungkin mengandung lemak tambahan, gula, atau kalori yang cukup tinggi. Makanan seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan produk susu dengan kadar gula rendah bisa menjadi pilihan yang lebih seimbang.

Membiasakan memilih sumber protein yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh tanpa mengakibatkan kelebihan asupan harian. Misalnya, menggantikan camilan manis dengan yogurt kaya protein atau kacang dalam porsi yang wajar bisa menjadi perubahan kecil namun berdampak positif. Dengan cara ini, menjalankan program diet terasa lebih lancar karena tidak hanya fokus pada larangan makanan tertentu.

5. Protein bekerja lebih efektif jika dikombinasikan dengan kebiasaan sehat lain

ilustrasi pola hidup sehat
ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/schantalao)

Banyak orang berharap satu perubahan, seperti menambah protein bisa langsung memberikan hasil besar dalam waktu singkat. Namun, penurunan berat badan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola diet secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan sehari-hari. Protein memang dapat mendukung upaya diet, tetapi hasil yang maksimal biasanya didapat ketika dikombinasikan dengan gaya hidup yang lebih seimbang.

Misalnya, seseorang yang memperbaiki pola makan, berolahraga secara teratur, dan cukup tidur akan lebih mudah untuk menjaga konsistensi dibandingkan dengan hanya fokus pada satu jenis nutrisi. Pendekatan semacam ini membuat proses perubahan tubuh terasa lebih realistis dan tidak terlalu berat. Oleh karena itu, protein bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan diet, tetapi tetap perlu didukung oleh kebiasaan sehat lainnya.

Protein memang bisa menjadi salah satu pendukung dalam proses menurunkan berat badan, terutama karena membantu mengurangi rasa kenyang dan menjaga massa otot. Namun, belum tentu protein bisa membantu menurunkan BB saat diet karena kunci utamanya terletak pada pola makan seimbang serta kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten. Jadi, bukan hanya soal menambah protein, tetapi juga bagaimana membantu pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Referensi

“Protein intake and body weight, fat mass and waist circumference: an umbrella review of systematic reviews for the evidence-based guideline on protein intake of the German Nutrition Society.” European Journal of Nutrition. Diakses Juni 2026.

“Effect of different protein sources on satiation and short-term satiety when consumed as a starter.” Nutrition Journal. Diakses Juni 2026.

“Isolat Protein Whey Meningkatkan Satiety dan Mengurangi Asupan Kalori Melalui Induksi Sinyal Anoreksigenik.” Mandala of Health: A Scientific Journal. Diakses Juni 2026.

“Efek Protein Sempurna dan Tidak Sempurna terhadap Berat Badan dan Albumin Tikus.” Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition). Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More