Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejarah Burger, Street Food yang Ada Sejak Zaman Romawi

Sejarah Burger, Street Food yang Ada Sejak Zaman Romawi
ilustrasi burger (unsplash.com/amirali mirhashemian)
Intinya Sih
  • Resep daging cincang mirip patty sudah ada sejak Romawi Kuno melalui hidangan Isicia Omentata, lalu konsep daging giling menyebar ke Eropa lewat jalur perdagangan Mongol.
  • Kota Hamburg di Jerman menjadi pusat pengolahan daging giling abad ke-18, melahirkan istilah 'hamburg steak' yang kemudian dibawa imigran Jerman ke Amerika Serikat.
  • Asal-usul hamburger modern diperdebatkan antara empat tokoh dan kota di Amerika, sementara inovasi seperti chili burger dan cheeseburger muncul pada awal abad ke-20.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa sangka, makanan yang kamu lahap dalam hitungan menit ini ternyata menyimpan perjalanan selama ribuan tahun yang diperebutkan banyak bangsa, lho. Sejarah burger bukan sekadar soal asal-usul roti dan daging cincang saja. Melainkan tentang jalur perdagangan kuno hingga persaingan sengit antarindividu yang masing-masing mengklaim diri sebagai sang penemu.

Faktanya, perdebatan itu bahkan belum selesai sampai sekarang. Kisah panjang sejarah burger menyimpan fakta-fakta menarik yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

1. Buku masak Romawi Kuno sudah memuat resep daging cincang berbentuk patty

Apicius
Apicius (commons.wikimedia.org/Bonho1962)

Jauh di abad pertama Masehi, bangsa Romawi sudah mengolah daging cincang menjadi hidangan tersendiri. Buku masak kuno berjudul Apicius, salah satu koleksi resep tertua yang pernah ditemukan, memuat resep bernama Isicia Omentata.

Bahan-bahan Isicia Omentata terdiri dari daging babi cincang, ketumbar, kacang yang dihaluskan, lada hitam, dan liquamen, saus ikan fermentasi khas Romawi yang fungsinya mirip kecap ikan di Asia Tenggara. Hidangan ini bukan konsumsi harian rakyat biasa, melainkan tersaji di meja perjamuan bangsawan sebagai makanan mewah.

Lompat hingga abad ke-13, pasukan berkuda Kekaisaran Mongol di bawah Genghis Khan dikisahkan menyimpan potongan-potongan daging di bawah pelana kuda selama perjalanan perang. Tekanan bobot penunggang dan panas tubuh kuda secara alami meratakan dan melunakkan daging tersebut, sehingga bisa langsung dimakan tanpa proses memasak.

Praktik ini memang jauh dari gambaran burger yang kita kenal, karena tidak ada roti, tidak ada saus, tidak ada piring. Namun, pergerakan pasukan Mongol yang menjangkau hampir seluruh benua Eurasia secara tidak langsung membawa konsep mengenai daging cincang ikut berpindah, menyusup ke jalur-jalur perdagangan yang menghubungkan Asia Tengah dengan Eropa Barat.

2. Hamburg menjadi kota yang namanya abadi dalam sejarah kuliner dunia

ilustrasi hamburg steak
ilustrasi hamburg steak (commons.wikimedia.org/pelican)

Kota Hamburg, Jerman, mulai mencatatkan namanya dalam sejarah makanan sejak abad ke-18. Berbagai resep daging giling berbumbu rempah berkembang pesat di sana, kemungkinan besar dipengaruhi oleh resep-resep yang masuk melalui jalur dagang yang sama dengan yang pernah digunakan pasukan Mongol berabad-abad sebelumnya. Reputasi Hamburg sebagai kota pengolah daging berkualitas menyebar ke seluruh Eropa, hingga namanya dijadikan rujukan dalam literatur kuliner di luar Jerman.

Bukti tertulis pertama muncul pada 1747. Hannah Glasse, penulis buku masak berpengaruh asal Inggris, menyebut istilah "Hamburg sausage" dalam bukunya The Art of Cookery. Hamburg sausage merujuk pada sosis daging sapi giling yang disajikan di atas roti panggang.

Pada 1802, Oxford English Dictionary secara resmi mendefinisikan hamburg steak sebagai lempengan daging sapi giling. Tepat pada periode yang sama, pelabuhan Hamburg menjadi salah satu pintu keberangkatan utama kapal-kapal yang membawa para imigran Jerman ke Amerika Serikat dan bersama mereka, ikut terbawa pula tradisi kuliner daging giling khas kota tersebut.

3. Empat nama, empat kota, satu klaim yang belum selesai diperdebatkan

ilustrasi burger
ilustrasi burger (commons.wikimedia.org/Hongreddotbrewhouse)

Sesampainya para imigran Hamburg di Amerika, hidangan daging giling itu mulai banyak tampil di menu restoran. Pada 1836, hamburg steak sudah tercatat di daftar menu Delmonico's, yakni salah satu jaringan restoran fine dining legendaris di New York dan Connecticut yang dikenal sebagai pelopor kuliner kelas atas Amerika. Versi yang lebih merakyat baru muncul belakangan, ketika para pedagang kaki lima New York mulai menjepit patty daging di antara dua lembar roti agar para buruh pabrik bisa makan sambil berjalan.

Di sinilah perdebatan besar itu dimulai. Louis Lassen, pemilik Louis' Lunch di New Haven, Connecticut, dikreditkan oleh Library of Congress Amerika Serikat sebagai orang yang pertama kali menyajikan hamburger sandwich. Pada 1900, ia meletakkan sisa potongan steak di antara dua lembar roti panggang untuk seorang pelanggan yang terburu-buru. Restorannya masih berdiri dan beroperasi sampai hari ini.

Fletcher Davis punya klaim berbeda, karena ia disebut sudah menjual versi hamburger-nya dari kafe miliknya di Athens, Texas, sejak 1880-an, lalu membawa hidangan tersebut ke panggung lebih besar di St. Louis World's Fair pada 1904. Dua bersaudara Frank dan Charles Menches juga mengklaim momen yang lebih spesifik.

Mereka menyajikan patty daging di antara roti di Erie County Fair pada 1885. Charlie Nagreen pun punya versi sendiri (masih di tahun 1885), di Seymour Fair, Wisconsin, ia meratakan bola daging dan menyelipkannya di antara dua irisan roti agar pengunjung pameran bisa makan sambil berjalan-jalan.

Inovasi terus bergulir setelah klaim-klaim itu. Chili burger bisa dilacak kemunculannya ke 1920-an, dari restoran Ptomaine Tommy's di Los Angeles. Cheeseburger merupakan varian yang kini mungkin paling kamu kenal,  pertama kali tercatat pada 1924 di The Rite Spot, sebuah restoran di Pasadena, California, yang terletak di jalur legendaris Route 66. Nama aslinya di menu waktu itu bukan cheeseburger, melainkan The Aristocratic Burger, yakni sebuah ironi besar mengingat cheeseburger kini identik sebagai street food paling merakyat di dunia.

Sejarah burger bukan sekadar cerita tentang makanan, melainkan perjalanan lintas peradaban yang merekam bagaimana sebuah ide sederhana berpindah tangan dari koki Romawi, prajurit Mongol, pedagang Hamburg, hingga warung kaki lima New York. Kamu kini tahu bahwa di balik setiap patty yang tersaji, ada ribuan tahun sejarah yang ikut melatarbelakanginya. Semoga informasi mengenai sejarah burger ini bisa makin menambah pengetahuan kamu tentang asal-usul sebuah kuliner.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More