Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret pohon mangga (pexels.com/Alex O'Neal)
  • Mangga masak pohon matang alami saat masih menempel, sehingga umumnya memiliki aroma lebih kuat serta rasa dan tekstur yang optimal.

  • Warna kulit dapat menunjukkan kematangan, tetapi harus disesuaikan varietas; pilih warna merata tanpa banyak bercak hitam, luka, atau tanda busuk.

  • Cek aroma dekat tangkai, tekstur sedikit lentur, bentuk berisi, serta tangkai kering tanpa cairan, jamur, atau pembusukan untuk menilai kualitas buah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mangga menjadi salah satu buah tropis yang disukai banyak orang, karena rasanya manis, aromanya harum, dan teksturnya lembut saat matang. Buah ini bisa dinikmati secara langsung maupun diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari jus, rujak, salad buah, hingga dessert.

Namun, tidak semua mangga yang terlihat matang memiliki rasa manis dan tekstur yang sama. Salah satu pilihan terbaik adalah mangga masak pohon, yakni buah yang ditunggu matang secara alami sebelum dipanen. Mangga jenis ini umumnya memiliki aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih optimal, karena proses pematangannya berlangsung saat masih menempel di pohon.

Nah, supaya tidak salah pilih, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli mangga masak pohon, seperti warna kulit, aroma, tekstur, hingga kondisi tangkainya. Berikut beberapa tips memilih mangga masak pohon, agar mendapatkan buah yang matang dan berkualitas.

1. Perhatikan warna kulit mangga

Warna kulit bisa menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali tingkat kematangan mangga. Pada beberapa varietas, kulit buah yang matang akan mengalami perubahan warna, misalnya dari hijau menjadi kuning, jingga, atau kemerahan.

Namun, warna kulit tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Setiap jenis mangga memiliki karakteristik warna yang berbeda-beda. Ada varietas yang tetap berwarna hijau meskipun daging buahnya sudah matang, sedangkan jenis lainnya menunjukkan perubahan warna yang cukup jelas.

Oleh karena itu, perhatikan pula ciri fisik lainnya sebelum membeli. Pilih mangga dengan warna kulit yang tampak merata dan tidak memiliki terlalu banyak bercak hitam, luka, atau bagian yang terlihat membusuk.

2. Cium aroma di sekitar tangkai

Potret memotong buah mangga dengan pisau (pexels.com/Ron Lach)

Mangga yang matang secara alami biasanya mengeluarkan aroma khas yang lebih harum, terutama di bagian dekat tangkainya. Aroma tersebut berasal dari senyawa volatil yang terbentuk selama proses pematangan buah.

Saat memilih mangga, dekatkan buah ke hidung dan cium bagian pangkal tangkainya. Mangga matang umumnya memiliki aroma manis dan segar yang cukup mudah dikenali.

Sebaliknya, mangga yang belum matang biasanya belum mengeluarkan aroma yang kuat. Hindari juga buah yang memiliki bau terlalu menyengat, asam, atau menyerupai fermentasi karena bisa menjadi tanda bahwa mangga sudah terlalu matang atau mulai mengalami pembusukan.

3. Tekan perlahan permukaan buah

Tekstur juga bisa membantu menentukan tingkat kematangan mangga. Mangga yang sudah matang biasanya terasa sedikit empuk ketika ditekan secara perlahan menggunakan ujung jari.

Tekanan tersebut sebaiknya dilakukan pada beberapa bagian buah, terutama area di sekitar pangkalnya. Jika permukaannya terasa sedikit lentur, tetapi tidak lembek, mangga kemungkinan sudah cukup matang untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, mangga yang masih sangat keras biasanya belum matang sempurna. Hindari buah yang terlalu lembek atau memiliki bagian yang cekung ketika ditekan karena kondisi tersebut bisa menunjukkan adanya memar atau pembusukan.

4. Pilih mangga dengan bentuk yang berisi

Potret mangga (pexels.com/Wil Carranza)

Bentuk buah juga dapat menjadi pertimbangan ketika memilih mangga. Secara umum, mangga yang sudah berkembang dengan baik memiliki bentuk berisi dan terlihat padat sesuai karakteristik varietasnya.

Hindari mangga yang tampak terlalu keriput, mengempis, atau memiliki permukaan tidak wajar. Kondisi tersebut bisa menunjukkan buah kehilangan banyak air atau mengalami kerusakan selama penyimpanan.

Meski demikian, bentuk mangga tidak selalu seragam. Ada varietas yang cenderung bulat, lonjong, maupun memiliki bagian pangkal yang lebih besar. Jadi, kenali juga karakteristik jenis mangga yang ingin dibeli agar tidak keliru menilai kualitasnya.

5. Periksa bagian tangkai mangga

Bagian tangkai juga bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi buah. Mangga yang dipanen dalam kondisi matang umumnya memiliki bekas tangkai yang terlihat relatif kering dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Perhatikan area di sekitar tangkai. Pilih buah yang tidak mengeluarkan cairan berlebihan, tidak berjamur, dan tidak memiliki bagian yang menghitam atau membusuk.

Namun, kondisi tangkai saja tidak cukup untuk memastikan mangga benar-benar masak pohon. Sebaiknya, kombinasikan pemeriksaan ini dengan aroma, tekstur, dan kondisi kulit buah, agar mendapatkan pilihan yang lebih tepat.

Memilih mangga masak pohon memang membutuhkan sedikit ketelitian. Jangan hanya mengandalkan warna kulit, tetapi perhatikan juga aroma, tekstur, bentuk, dan kondisi tangkainya. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan mangga yang matang dengan rasa dan kualitas terbaik untuk dinikmati di rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article