Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Mengatur Porsi saat Memasak agar Tidak Sampai Mubazir
ilustrasi memasak (unsplash.com/Jason Briscoe)
  • Mengatur porsi masakan penting untuk efisiensi dapur dan mencegah pemborosan makanan yang berdampak pada keuangan serta lingkungan.
  • Langkah utama meliputi menyesuaikan jumlah porsi dengan kebutuhan, memakai takaran jelas, dan menyimpan sisa makanan secara benar.
  • Kebiasaan memasak secukupnya perlu dilatih agar bahan pangan digunakan optimal tanpa menimbulkan limbah berlebih di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengatur porsi masakan mungkin kerap dianggap sebagai hal yang sepele padahal ternyata memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap efisiensi dapur. Tanpa memiliki perencanaan yang tepat sejak awal, maka makanan yang dimasak bisa saja berlebihan dan beresiko terbuang secara percuma.

Bukan hanya merugikan secara finansial, namun pemborosan makanan juga akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, penting untuk memahami beberapa cara berikut ini dalam mengatur porsi masakan agar tetap sesuai dengan kebutuhan di rumah.

1. Sesuaikan porsi dengan jumlah orang

ilustrasi paha ayam (unsplash.com/Pushpak Dsilva)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung terlebih dahulu jumlah orang yang akan mengonsumsi makanan di rumah. Setidaknya dengan mengetahui jumlah porsi yang dibutuhkan, maka kamu pun bisa menghindari risiko memasak secara berlebihan.

Perkiraan kebutuhan setiap orang sebetulnya berdasarkan pada kebiasaan makan yang dilakukan mereka, sehingga hal ini bisa membantu dalam menentukan jumlah bahan makanan yang akan digunakan. Perencanaan yang tepat akan membuat hasil masakan menjadi lebih efisien dan meminimalisir risiko makanan tersisa di rumah.

2. Gunakan takaran yang jelas saat memasak

ilustrasi bumbu (pexels.com/Mareefe)

Menggunakan takaran yang jelas dapat membantumu untuk mengontrol jumlah bahan makanan yang nantinya akan digunakan. Tanpa takaran yang tepat, maka masakan pun akan cenderung dibuat secara berlebihan dan hal ini hanya akan memicu risiko pemborosan.

Sebaiknya kamu dapat menggunakan alat ukur seperti gelas takar atau sendok takar untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Setidaknya cara tersebut dapat membantu dalam memastikan konsistensi porsi setiap kali memasak agar mempermudahmu dalam mengulang resep yang sama.

3. Simpan sisa makanan dengan benar

ilustrasi sisa bahan makanan (pexels.com/Ella Olsson)

Jika masih ada sisa makanan, maka pastikan untuk menyimpannya dengan cara yang tepat. Penyimpanan yang baik tentu bisa menjaga kualitas makanan agar nantinya tetap layak untuk dikonsumsi lebih lama dan tetap sesuai dengan porsi yang ada.

Sebaiknya gunakanlah wadah tertutup dan simpan di dalam kulkas untuk memperpanjang usia simpan. Cara tersebut setidaknya dapat membantu agar sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali dan kamu bisa melabelinya sesuai dengan tanggal penyimpanan yang ada.

4. Biasakan memasak secukupnya

ilustrasi memasak (pexels.com/Clem Onojeghuo)

Memasak dalam jumlah secukupnya ternyata bisa menjadi kebiasaan yang harus terus dilatih. Hindari kebiasaan memasak terlalu banyak dengan alasan ingin berjaga-jaga karena cara tersebut justru hanya akan memicu risiko pemborosan apabila sampai tidak habis.

Lebih baik memasak kembali jika diperlukan daripada membuang makanan yang berlebihan. Cara ini setidaknya dapat membantu dalam menjaga efisiensi penggunaan bahan-bahan dan mengurangi risiko pemborosan yang tidak perlu.

Mengatur porsi makanan agar tidak terbuang memerlukan perencanaan dan kebiasaan yang konsisten. Dengan memperhitungkan berbagai hal, maka risiko pemborosan di rumah pun dapat diminimalisir. Langkah sederhana bisa memberikan manfaat besar bagi keuangan dan lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article