Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menyimpan Kentang Agar Tidak Mudah Busuk

5 Tips Menyimpan Kentang  Agar Tidak Mudah Busuk
ilustrasi kentang (pexels.com/R .Khalil)

Kentang adalah salah satu bahan pangan yang mudah dikreasikan menjadi berbagai macam masakan lezat. Banyak cara memasak kentang yang sudah familiar, mulai dari merebus, menggoreng sampai memanggang.

Kadang-kadang untuk alasan praktis, kamu membeli kentang sekaligus dalam jumlah banyak  lebih dari yang dibutuhkan. Sisanya tentu saja harus disimpan. Kentang sebenarnya dapat bertahan cukup lama  jika disimpan dengan cara yang benar. Kesalahan dalam proses penyimpanan akan mempercepat proses kerusakan kentang yang membuatnya tak layak lagi dikonsumsi.

Berikut tips menyimpan kentang yang dapat kamu coba agar kentang menjadi awet dan tahan lama.

1. Pilih wadah dengan sirkulasi bagus

ilustrasi kentang (Pexels.com/ Antara Verma)
ilustrasi kentang (Pexels.com/ Antara Verma)

Wadah untuk menyimpan kentang sebaiknya adalah yang memudahkan proses sirkulasi dan tidak mudah lembab. Kamu dapat menggunakan keranjang, kantong jaring, kantong kertas atau pun baskom yang dangkal dan tidak tertutup.

Hindari menyimpan kentang dalam kantong plastik yang rapat, tas tertutup atau laci yang pengap. Semua jenis tempat yang tidak punya sirkulasi udara itu bersifat lembab dan mempercepat proses pembusukan kentang

2. Simpan di tempat sejuk, kering dan gelap

ilustrasi kentang (Pexels.com/ Victoria Emerson)
ilustrasi kentang (Pexels.com/ Victoria Emerson)

Suhu ideal untuk menyimpan kentang adalah pada suhu 40 sampao 50 derajat Fahrenheit. Kentang yang disimpan biasanya mengeluarkan gas etilen yang dapat membuatnya lebih cepat matang. Ketika proses ini terus berlangsung, lama kelamaan kentang menjadi terlalu tua dan tak layak untuk dikonsumsi.

Walau proses tersebut tak dapat dihentikan, namun dengan pengaturan suhu yang tepat, proses ini dapat diperlambat. Dan dengan suhu yang rendah akan menghambat  pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat proses pematangan kentang.

Kondisi gelap dimaksudkan untuk menghindarkan kentang dari sinar matahari atau pun lampu yang mendorong produksi klorofil pada kentang. Klorofil pada kentang akan membuat kulit kentang menjadi hijau sebagai pertanda bahwa kentang tak lagi layak untuk dikonsumsi karena dugaan adanya kandungan solanin yang beracun.

Kondisi kering akan mencegah kentang mengalami kelembaban berlebihan yang berisiko pada terjadinya perkembangbiakan jamur dan bakteri yang  dapat merusak kentang.

3. Jangan dicuci

ilustrasi kentang (Pexels.com/ Galileo Giglio:)
ilustrasi kentang (Pexels.com/ Galileo Giglio:)

Kentang yang baru dipanen biasanya memang kotor oleh tanah yang menempel pada kulitnya. Tetapi jika kamu mencucinya dengan air maka kentang menjadi lembab dan mengundang pertumbuhan jamur serta bakteri. Hal itu akan membuat kentang cepat rusak.

Bersihkan seperlunya saja dan hati-hati agar tak merusak kulitnya. Kamu bisa mencucinya dengan lebih seksama saat akan memasaknya nanti.

4. Jauhkan dari pisang, bawang, apel dan tomat

ilustrasi kentang dan tomat (Pexels.com/ Mart Production)
ilustrasi kentang dan tomat (Pexels.com/ Mart Production)

Pisang, bawang, apel dan tomat termasuk bahan pangan yang mengeluarkan gas etilen dalam kadar tinggi. Jika kamu mencampur kentang dengan jenis bahan pangan tersebut, maka akan memengaruhi proses pematangan kentang.  

Simpanlan kentang secara terpisah dari pisang, bawang, apel dan tomat. Semakin jauh jaraknya semakin kecil risiko terpapar gas etilen dan kentang pun lebih awet.

5. Jangan disimpan di kulkas atau freezer

ilustrasi menyimpan bahan pangan di kulkas (Pexels.com/ Kevin Malik)
ilustrasi menyimpan bahan pangan di kulkas (Pexels.com/ Kevin Malik)

Walaupun disarankan untuk menyimpan kentang dalam suhu rendah, namun kentang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Suhu kulkas yang terlalu dingin dapat menyebabkan pati pada kentang berubah menjadi gula akibat proses induksi dingin.

Kadar gula yang tinggi pada kentang mentah dapat memicu timbulnya zat akrilamida yang diduga bersifat karsigonik yang merugikan kesehatan tubuh. Sebagai catatan, belum ditemukan adanya akrilamida pada kentang disimpan di kulkas setelah dimasak, hanya kentang mentah yang disimpan di kulkas yang akhirnya mengandung akrilamida setelah dimasak.

Menyimpan kentang dalam freezer juga tak ada manfaatnya, Sebab suhu yang sangat dingin dalam freezer menyebabkan kentang menjadi lembek dan bagian dalam kentang menjadi cokelat yang berpotensi merusak kondisi kentang menjadi tidak layak konsumsi.

Dengan menyimpan kentang dengan cara-cara di atas, kentang akan bertahan lebih lama. Sebelum mengolahnya tetaplah memeriksa kondisi kentang. Selalu ada risiko beberapa kentang mengalami perubahan. Kamu perlu memperhatikan kondisi kentang sebelum memutuskan apakah kentang tersebut masih layak konsumsi atau harus dibuang.

Kadang-kadang kamu akan menemukan tunas pada kentang. Dengan membuang bagian yang bertunas, kentang masih dapat dikonsumsi. Jika kentang telah berubah warna menjadi hijau, buanglah bagian yang hijau. Namun jika kamu ragu dengan warna hijau pada kentang atau jika terlalu banyak bintik hijau, pertimbangkan untuk membuangnya saja agar terhindar dari konsumsi solanin yang beracun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dream Praire
EditorDream Praire
Follow Us

Latest in Food

See More

Promo Makanan Tanggal Kembar 4.4 yang Bikin Cuan

02 Apr 2026, 12:30 WIBFood