4 Tips Menyimpan Sisa Bawang Merah agar Tidak Cepat Busuk

- Bawang merah sisa bisa cepat busuk jika tidak disimpan dengan benar, namun penyimpanan tepat membantu menjaga aroma dan rasa tetap segar lebih lama.
- Menyimpan bawang dalam wadah kedap udara atau dibungkus plastik rapat di kulkas efektif mencegah kelembapan berlebih dan pertumbuhan jamur.
- Melapisi irisan bawang dengan minyak goreng atau memisahkannya dari bahan penghasil gas seperti tomat dan pisang dapat memperpanjang kesegarannya hingga seminggu.
Bawang merah merupakan bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Penggunaan bawang merah mungkin hanya memerlukan sebagian kecil dan menyisakan sisa potongan bawang yang akhirnya cepat sekali mengalami layu atau busuk apabila proses penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
Melalui cara penyimpanan yang tepat, maka sisa bawang merah tersebut bisa bertahan lebih lama tanpa berpotensi kehilangan aroma atau cita rasanya. Coba perhatikan beberapa tips berikut ini untuk menyimpan sisa bawang merah agar kondisinya tetap segar dan tidak sampai cepat membusuk.
1. Simpan di wadah kedap udara di dalam kulkas

Cara paling praktis untuk menyimpan sisa bawang merah adalah dengan menaruhnya secara langsung di wadah kedap udara. Wadah seperti ini bisa membantu untuk mencegah udara lembap masuk, sehingga bawang pun tidak akan cepat berair atau membusuk.
Pastikan bahwa kamu menyimpan bawang di rak bagian bawah kulkas yang memang suhunya relatif stabil, sehingga kesegarannya pun akan lebih lama. Dengan begitu, maka aroma bawang tidak akan mudah menyebar ke bahan makanan lainnya yang ada di dalam kulkas.
2. Bungkus dengan plastik atau kertas aluminium

Jika tidak memiliki wadah kedap udara, maka cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membungkus sisa bawang merah menggunakan plastik rapat atau kertas aluminium. Cara ini cukup efektif untuk menjaga kelembapan alami bawang dan menghindari potensi oksidasi yang mungkin akan mengubah warnanya.
Pastikan bahwa bawang tersebut ditutup dengan rapat tanpa adanya udara masuk untuk menghindari potensi pertumbuhan jamur. Simpan di bagian kulkas yang kering dan bawang tersebut dapat bertahan hingga beberapa hari tanpa berpotensi kehilangan rasa aslinya.
3. Gunakan minyak goreng untuk melapisi bawang

Tidak banyak yang tahu bahwa ada salah satu cara tradisional yang efektif untuk menyimpan bawang merah, yaitu dengan mengirisnya terlebih dahulu dan menyimpannya di wadah berisi minyak goreng. Minyak memiliki fungsi sebagai pelindung alami untuk mencegah bawang terkena udara dan juga kelembaban berlebih.
Bukan hanya menjaga kesegaran, namun minyak bawang ini dapat digunakan untuk menumis, menambah aroma, hingga bumbu dasar pada makanan. Melalui metode tersebut, maka nantinya sisa bawang akan bertahan hingga satu minggu sambil tetap memberikan manfaat tambahan pada masakan berikutnya.
4. Hindari menyimpan bersama bahan yang mengeluarkan gas

Banyak orang tidak menyadari bahwa menyimpan bawang bersama dengan bahan-bahan yang mengeluarkan gas, seperti tomat, pisang, atau kentang justru bisa mempercepat potensi pembusukan. Alasannya karena ada gas etilen yang dihasilkan oleh bahan-bahan tersebut, sehingga membuat bawang merah jadi cepat sekali lembek dan pada akhirnya berjamur.
Sebaiknya pisahkan sisa bawang dari bahan lain dan coba letakkan di tempat yang sejuk, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Cara ini akan memastikan kualitas bawang merah terjaga dan bisa digunakan kembali tanpa khawatir cita rasanya akan berubah.
Menyimpan sisa bawang merah dengan benar bukanlah hal sulit, asalkan memahami cara yang tepat sesuai dengan kondisi dapurmu. Dengan melakukan beberapa hal di atas, maka nantinya sisa bawang merah akan bertahan lebih lama, tetap segar, dan cita rasanya tidak mengalami perubahan. Langkah kecil ini juga akan membuat aktivitas memasak jadi lebih praktis setiap harinya.


















