Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Air Fryer Gak Selalu Cocok buat Semua Masakan

5 Alasan Air Fryer Gak Selalu Cocok buat Semua Masakan
ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Air fryer menawarkan kepraktisan memasak tanpa minyak, tapi gak semua jenis makanan cocok karena hasil tekstur dan rasa bisa berbeda dari metode tradisional.
  • Kapasitas air fryer terbatas untuk porsi besar, dan masakan berbumbu cair atau berkuah sering gagal matang sempurna karena sirkulasi udara terganggu.
  • Perawatan air fryer butuh perhatian ekstra agar tetap bersih dan awet, jadi pengguna perlu realistis soal ekspektasi kepraktisan alat ini di dapur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Air fryer sering disebut sebagai alat dapur ajaib yang bisa menggantikan banyak cara memasak. Kamu mungkin juga pernah tergoda melihat video masak serba cepat dengan hasil renyah tanpa minyak. Sekilas alat ini terlihat seperti jawaban untuk semua kebutuhan dapur modern. Tinggal masukkan bahan, tekan tombol, lalu makanan matang dengan sendirinya. Gak heran kalau banyak orang langsung merasa wajib punya di rumah. Tapi kenyataannya, air fryer gak selalu sefleksibel yang dibayangkan.

Di balik kepraktisannya, ada beberapa keterbatasan yang jarang dibahas di iklan. Gak semua jenis masakan cocok dimasak dengan metode udara panas seperti ini. Kamu mungkin pernah merasa hasil masakan justru kurang enak dibanding cara biasa. Tekstur, rasa, bahkan tampilan makanan bisa berubah cukup jauh. Karena itu penting buat kamu memahami batas kemampuan air fryer. Jangan sampai ekspektasi terlalu tinggi lalu berakhir kecewa.

1. Tekstur makanan gak selalu sesuai harapan

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Banyak orang membeli air fryer dengan bayangan semua makanan akan otomatis renyah. Padahal kenyataannya, gak semua bahan bisa bereaksi sama terhadap udara panas. Kamu mungkin pernah memasak ayam berbumbu basah lalu hasilnya malah kering di luar tapi belum matang di dalam. Metode air fryer lebih cocok untuk bahan yang memang kering atau dilapisi tepung tipis. Kalau bumbunya terlalu basah, hasilnya sering jauh dari ekspektasi. Di sinilah banyak pengguna baru mulai merasa ragu.

Beberapa masakan tradisional yang kaya bumbu juga kurang cocok dimasak dengan air fryer. Rendang, semur, atau gulai misalnya, jelas membutuhkan proses memasak basah yang lama. Air fryer gak dirancang untuk menghasilkan kuah yang meresap sempurna. Kamu mungkin bisa memanaskan ulang, tapi bukan memasak dari awal. Tekstur lembut dan juicy yang biasa kamu dapat dari wajan sering sulit ditiru. Jadi alat ini memang bukan pengganti semua teknik memasak.

2. Kapasitasnya terbatas untuk porsi keluarga

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Air fryer kebanyakan hadir dengan ukuran keranjang yang gak terlalu besar. Kalau kamu memasak untuk banyak orang, prosesnya harus dilakukan berkali kali. Hal ini tentu kurang praktis dibanding menggoreng atau memanggang di oven besar. Saat ada acara keluarga, air fryer sering kewalahan memenuhi kebutuhan. Kamu mungkin harus menunggu batch pertama selesai baru bisa memasak berikutnya. Waktu yang dihemat justru jadi terasa lebih lama.

Selain itu, menumpuk terlalu banyak bahan dalam keranjang juga gak disarankan. Sirkulasi udara panas bisa terganggu dan makanan jadi gak matang merata. Banyak pengguna baru gak sadar lalu memasukkan terlalu penuh. Akhirnya hasil masakan mengecewakan dan disalahkan pada alatnya. Padahal masalahnya ada pada keterbatasan kapasitas. Untuk porsi kecil, air fryer memang nyaman, tapi untuk skala besar belum tentu ideal.

3. Rasa gak selalu seenak versi gorengan asli

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Meski diklaim bisa menggantikan menggoreng, rasa hasil air fryer sering tetap berbeda. Sensasi gurih dari minyak panas sulit ditiru hanya dengan udara panas. Kamu mungkin merasa ayam goreng dari air fryer kurang 'nendang' dibanding versi wajan. Beberapa makanan bahkan terasa lebih seperti dipanggang daripada digoreng. Perbedaan ini wajar karena proses kimianya memang gak sama. Jadi ekspektasi rasa perlu kamu turunkan sedikit.

Untuk jenis makanan tertentu seperti tempe mendoan atau bakwan, hasil air fryer sering kurang memuaskan. Tekstur lembut di dalam dan kriuk berminyak di luar sulit tercipta. Kamu mungkin perlu menambahkan sedikit minyak agar rasanya lebih mirip. Tapi kalau sudah harus menambah minyak, tujuan awal jadi kurang relevan. Di titik ini banyak orang sadar bahwa air fryer bukan solusi ajaib untuk semua gorengan.

4. Gak ramah untuk masakan berbumbu cair

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Masakan Indonesia terkenal kaya bumbu dan banyak yang berbasis cair. Air fryer kurang bersahabat dengan jenis masakan seperti ini. Bumbu cair bisa menetes ke bagian bawah dan menimbulkan asap berlebih. Kamu mungkin pernah mencium bau gosong padahal makanan belum matang. Hal seperti ini cukup sering terjadi pada pengguna baru. Akhirnya kamu tetap kembali ke kompor untuk masakan favorit.

Beberapa orang mencoba menyiasati dengan memakai wadah tambahan di dalam air fryer. Namun cara ini sering mengurangi efektivitas aliran udara panas. Hasilnya gak jauh berbeda dengan memanggang biasa. Tekstur karamelisasi bumbu yang kamu harapkan juga jarang tercapai. Jadi untuk masakan berkuah atau berbumbu melimpah, air fryer memang bukan pilihan terbaik. Alat ini lebih cocok untuk menu kering dan sederhana.

5. Perawatan dan kebersihannya gak sesimpel iklan

ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)

Di iklan, air fryer selalu terlihat mudah dibersihkan hanya dengan satu lap. Kenyataannya, sisa minyak dan remah sering menempel cukup kuat. Kalau kamu gak segera membersihkan setelah dipakai, kerak bisa cepat terbentuk. Bagian keranjang berlubang juga agak merepotkan untuk disikat. Banyak pengguna akhirnya merasa malas memakai karena urusan cuci mencucinya. Kepraktisan yang dijanjikan jadi terasa berkurang.

Selain itu, beberapa bagian air fryer gak selalu aman dimasukkan ke mesin cuci piring. Kamu perlu membaca petunjuk dengan teliti supaya lapisannya gak rusak. Pemakaian terlalu sering tanpa perawatan bisa membuat performanya menurun. Bau sisa masakan juga mudah tertinggal jika gak dibersihkan benar. Jadi sebelum membeli, kamu perlu siap dengan rutinitas perawatan ini. Air fryer praktis saat memasak, tapi belum tentu praktis saat dibersihkan.

Air fryer memang alat yang sangat membantu untuk gaya hidup serba cepat. Namun kamu perlu ingat bahwa fungsinya tetap punya batas. Gak semua masakan bisa dipaksa masuk ke dalam metode udara panas. Ada jenis makanan yang tetap lebih enak dimasak dengan cara tradisional. Memahami keterbatasan ini akan membuat kamu lebih bijak saat menggunakannya. Jadi ekspektasi dan realita bisa berjalan seimbang.

Bukan berarti air fryer gak berguna, hanya saja kamu perlu menempatkannya pada porsi yang tepat. Alat ini cocok untuk menu sederhana, camilan, atau memanaskan ulang makanan kering. Untuk masakan berbumbu kuat dan berkuah, kompor tetap jadi andalan utama. Selama kamu tahu kapan harus memakai dan kapan gak, air fryer tetap bisa jadi teman dapur yang menyenangkan. Intinya, jangan menganggap satu alat bisa menggantikan semua cara memasak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Food

See More