3 Tips Memilih Keju yang Nikmat untuk Kastengel
Menjelang Lebaran Idulfitri, banyak orang mulai berkreasi membuat kue kering homemade untuk disajikan kepada keluarga dan tamu. Dari berbagai jenis kue kering yang identik dengan hari raya, kastengel menjadi salah satu yang paling populer.
Kue berbentuk stik dengan aroma keju gurih dan tekstur renyah ini hampir selalu ada di meja tamu saat Lebaran. Cita rasa kastengel yang gurih dan ngeju banget tentunya berasal dari bahan utamanya, yakni keju. Namun, memilih keju untuk kastengel gak bisa sembarangan, lho.
Ada beberapa jenis dan karakter keju yang perlu diperhatikan, agar hasil kastengel terasa lebih nikmat, aromanya kuat, dan teksturnya tetap renyah. Lantas, bagaimana cara memilih keju yang cocok untuk kastengel? Berikut beberapa tipsnya.
1. Gunakan keju tua
Salah satu kunci kastengel yang nikmat adalah menggunakan keju tua atau aged cheese. Jenis keju ini memiliki kadar air yang lebih sedikit, sehingga rasanya lebih gurih dan aromanya lebih kuat. Selain itu, teksturnya juga lebih padat, sehingga mudah diparut dan dicampurkan ke dalam adonan.
Beberapa jenis keju yang sering digunakan untuk kastengel antara lain edam, gouda, dan cheddar tua. Rasa gurih keju edam khas, serta teksturnya keras, sehingga mudah diparut. Oleh karena itu, banyak pembuat kue memilih edam untuk menghasilkan kastengel dengan cita rasa yang lebih premium.
Sementara itu, tekstur gouda lebih creamy dengan rasa gurih yang lembut. Keju ini cocok untuk kamu yang ingin menghasilkan kastengel dengan rasa yang sedikit lebih ringan.
Jika ingin pilihan yang lebih ekonomis, kamu juga bisa menggunakan keju cheddar. Cheddar bisa dikeringkan terlebih dahulu di suhu udara dingin, agar lebih maksimal. Dengan begitu, teksturnya lebih padat dan aromanya tetap harum.
2. Hindari keju yang terlalu lembap

Saat membuat kastengel, sebaiknya hindari keju dengan kadar air terlalu tinggi. Keju yang terlalu lembap dapat membuat adonan menjadi lembek, sehingga gak menghasilkan kastengel yang renyah.
Beberapa jenis keju yang sebaiknya dihindari, antara lain processed cheese, seperti keju blok olahan, keju oles, atau slice cheese. Jenis keju ini umumnya memiliki tekstur yang lebih lembut dan kadar air tinggi. Jadi, kurang cocok digunakan untuk kue kering seperti kastengel.
3. Parut keju dari kulkas

Hal lain yang sering dianggap sepele adalah memarut keju dalam kondisi dingin. Tekstur keju yang baru dikeluarkan dari kulkas biasanya lebih padat, sehingga lebih mudah diparut halus. Selain itu, keju dingin juga gak mudah menggumpal saat dicampurkan ke dalam adonan. Hasilnya, kastengel buatan kamu memiliki rasa gurih yang merata.
Dengan memilih jenis keju yang tepat dan memerhatikan cara mengolahnya, kamu bisa menghasilkan kastengel dengan rasa yang lebih gurih, aroma keju kuat, serta tekstur renyah tahan lama. Jadi, sebelum mulai membuat kastengel untuk Lebaran, pastikan kamu sudah memilih keju yang tepat, ya!


![[QUIZ] Jangan Ngaku BLINK kalau Gak Tahu Makanan Favorit BLACKPINK Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251014/upload_c056d8b00991428b60da5a72b7b20e8b_e8709c89-0faf-4181-a347-fdb0170672c5.jpeg)
![[QUIZ] Cari Tahu Hampers Lebaran yang Cocok untuk Rekan Kerjamu?](https://image.idntimes.com/post/20250314/pexels-photo-10390457-61e20a42530a885ac72dbc410ff30e04.jpeg)














