Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Cara Menyimpan Lauk Sahur agar Aman Dimakan Lagi untuk Berbuka

6 Cara Menyimpan Lauk Sahur agar Aman Dimakan Lagi untuk Berbuka
ilustrasi menyimpan makanan dengan food container (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Jangan biarkan lauk lebih dari 2 jam pada suhu ruang sebelum dimasukkan ke kulkas.

  • Simpan dalam wadah tertutup rapat dan letakkan di rak tengah kulkas.

  • Panaskan ulang hingga benar-benar panas dan cek apakah sudah basi sebelum dimakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu masak agak banyak saat sahur agar tidak perlu ribet lagi pas sore? Namun, begitu mau dimakan lagi untuk berbuka, malah ragu, “Ini masih aman, gak, ya?” Nah, cara menyimpan lauk sahur agar aman dimakan lagi untuk berbuka itu memang tidak bisa asal masuk kulkas. Ada trik sederhana yang sering diremehkan, padahal pengaruhnya besar sekali untuk rasa dan keamanan makanan.

Apalagi saat Ramadan, ritme masak berubah. Kita bangun dini hari, badan masih setengah sadar, lalu harus cepat-cepat menyiapkan menu. Agar tidak boros dan tidak mubazir, menyimpan lauk dengan cara yang benar itu penting sekali. Berikut ini tips yang bisa kamu terapkan.

1. Jangan biarkan lauk terlalu lama pada suhu ruang

ilustrasi nasi dan lauk
ilustrasi nasi dan lauk (unsplash.com/Ke Vin)

Setelah sahur, sering kali kita langsung beres-beres dan bersiap aktivitas. Lauk sisa lantas dibiarkan di meja dapur. Padahal, makanan matang sebaiknya tidak berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam. Kalau lebih dari itu, bakteri bisa berkembang dengan cepat, apalagi pada iklim tropis seperti Indonesia. Kalau lauk masih panas, tunggu sampai uap panasnya berkurang (hangat kuku), lalu segera simpan. Jangan menunggu sampai siang baru dimasukkan kulkas.

2. Gunakan wadah tertutup rapat

ilustrasi wadah kedap udara
ilustrasi wadah kedap udara (vecteezy.com/Towfiqu ahamed barbhuiya)

Cara menyimpan lauk sahur agar tahan sampai berbuka juga tergantung pada wadahnya. Gunakan wadah kedap udara agar makanan tidak terkontaminasi bau atau bakteri dari makanan lain. Kalau memungkinkan, pisahkan lauk berdasarkan jenisnya. Sebagai contoh, ayam di satu wadah, lalu sayur di wadah lain. Ini membantu menjaga rasa dan mencegah tekstur berubah terlalu cepat. Untuk lauk berkuah, seperti opor atau sayur santan, pastikan wadahnya benar-benar tertutup rapat agar tidak tumpah dan tidak menyerap aroma dari bahan lain di kulkas.

3. Simpan di rak tengah kulkas

ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas
ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas (unsplash.com/Ello)

Banyak orang asal taruh makanan di pintu kulkas. Padahal, suhu di pintu kulkas lebih sering berubah karena sering dibuka tutup. Tempat terbaik untuk menyimpan lauk matang itu di rak tengah karena suhunya lebih stabil. Suhu ideal kulkas sendiri sekitar 4 derajat celsius atau lebih rendah. Dengan suhu ini, pertumbuhan bakteri bisa ditekan secara signifikan.

4. Hindari menyimpan dalam panci masak

ilustrasi menyimpan makanan dengan food container
ilustrasi menyimpan makanan dengan food container (freepik.com/freepik)

Masih banyak yang langsung memasukkan panci berisi lauk ke dalam kulkas. Sebenarnya, ini kurang disarankan. Selain membuat kulkas bekerja lebih berat, panci besar juga memperlambat proses pendinginan makanan. Lebih baik pindahkan lauk ke wadah lebih kecil agar cepat dingin dan lebih higienis. Pendinginan yang cepat membantu menjaga kualitas makanan sampai waktu berbuka.

5. Panaskan ulang dengan benar saat berbuka

ilustrasi memanaskan makanan dengan oven
ilustrasi memanaskan makanan dengan oven (freepik.com/freepik)

Cara menyimpan lauk sahur agar aman dimakan lagi tidak berhenti di kulkas saja. Saat berbuka, proses memanaskan ulang juga penting. Panaskan makanan sampai benar-benar panas merata, bukan sekadar hangat.

Untuk lauk seperti ayam goreng atau ikan, kamu bisa memanaskan kembali di wajan agar tekstur tetap enak. Untuk lauk berkuah, pastikan mendidih sebelum disajikan. Namun, jangan memanaskan makanan berulang kali. Kalau memang tahu tidak akan habis saat berbuka, ambil secukupnya, lalu panaskan. Sisanya tetap di kulkas.

6. Perhatikan tanda-tanda makanan sudah tidak layak

ilustrasi menghangatkan makanan
ilustrasi menghangatkan makanan (freepik.com/freepik)

Walau sudah disimpan dengan benar, tetap cek sebelum makan. Kalau muncul bau asam, perubahan warna mencolok, atau tekstur berlendir, sebaiknya jangan dipaksakan. Kadang, kita sayang membuang makanan, apalagi hasil masak sendiri. Namun, kesehatan tetap nomor satu. Keracunan makanan saat puasa tentu bikin ibadah jadi terganggu.

Intinya, cara menyimpan lauk sahur agar aman dimakan lagi untuk berbuka itu bukan hal rumit, tapi butuh perhatian kecil yang konsisten. Jangan biarkan makanan terlalu lama pada suhu ruang, pilih wadah yang tepat, hingga panaskan ulang dengan benar. Dengan penyimpanan yang tepat, kamu bisa lebih hemat, tidak mubazir, dan tetap menikmati lauk yang enak saat berbuka. Jadi, besok sahur tidak perlu ragu lagi kalau mau masak agak banyak. Yang penting, kamu tahu cara menyimpannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Food

See More