5 Filosofi Jeruk Mandarin dalam Perayaan Imlek, Bawa Hoki

- Jeruk mandarin selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
- Jeruk mandarin disebut sebagai sebagai simbol keberuntungan dan lambang kemakmuran.
- Penyajian jeruk mandarin juga dianggap bentuk penghormatan dengan jumlah genap dan simbol cinta.
Bukan hanya barongsai dan angpau, Tahun Baru Imlek juga identik dengan jeruk mandarin. Buah ini dianggap sebagai simbol keberuntungan oleh masyarakat Tionghoa sehingga kerap disuguhkan saat perayaan Imlek.
Terdapat sejumlah filosofi jeruk mandarin dalam perayaan Imlek. Penasaran apa saja filosofinya? Cek ulasan berikut ini, ya!
Table of Content
1. Lambang kemakmuran dan kekayaan

Dalam bahasa China, terkadang ada kata dengan karakter berbeda, tapi penyebutannya sama. Contohnya seperti jú zi (橘子) yang berarti 'jeruk' dan jīn zi (金子) yang artinya 'emas'.
Penyebutan yang sama tersebut, lantas membuat masyarakat Tionghoa percaya bahwa jeruk bisa membawa kemakmuran, layaknya emas. Bahkan, dalam My Recipes dijelaskan bahwa buah jeruk yang ada pada Tahun Baru Imlek dipercaya dapat membawa kekayaan dalam hidup.
2. Bentuk penghormatan
Orang Tionghoa lebih menyukai angka genap dibanding ganjil. Pasalnya, mereka percaya bahwa angka ganjil membawa kesialan dan harus dihindari, termasuk saat menentukan besaran uang dalam angpau dan jumlah jeruk yang akan diberikan pada orang lain.
Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku untuk angka 4. Sebab, angka 4 memiliki sebutan (四; sì) terdengar mirip dengan 死 (sĭ). Dalam bahasa Mandarin ungkapan itu berarti 'mati'.
Nah, berkaitan dengan hal tersebut, pastikan kamu pun menyerahkan dua jeruk mandarin menggunakan kedua tangan, seperti melansir Fair Price. Hal ini merupakan bentuk penghormatan dasar pada budaya yang ada. Jika penerima menolaknya, baiknya tetap coba memberikannya hingga mereka pun menerimanya.
3. Kesuburan dan kesegaran
Jeruk mandarin juga melambangkan kesegaran dan kesuburan menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa. Oleh sebab itu, tak jarang buah ini selalu dibawa saat mengunjungi rumah pengantin baru. Jeruk yang dibawa umumnya berjumlah dua atau genap serta masih ada batang dan beberapa daunnya.
Selain lambang kesuburan, jeuk mandarin berdaun pun bisa jadi pengganti pohon untuk dekorasi meja makan. Kamu bisa menatanya di nampan dengan aneka permen.
4. Simbol keberuntungan
Pada abad ke-3 atau ke-4 SM, prinsip yin dan yang muncul. Prinsip ini menyatakan bahwa segala sesuatu ada sebagai hal yang berlawanan dan gak bisa dipisahkan. Konsep inilah yang kemudian menjadi dasar filosofi jeruk mandarin dalam budaya China.
Tak hanya warna cerah, seperti merah dan jingga, yang dianggap keberuntungan, tetapi seluruh tampilannya juga. Bentuk jeruk mandarin yang melingkar terlihat seperti matahari tài yáng (太阳). Nah, dalam budaya China sendiri matahari erat kaitannya dengan keberuntungan yang positif serta kekayaan melimpah, hingga kesuburan, melansir Fair Price.
5. Simbol cinta - ada manis dan asam

Imlek biasa dirayakan selama 15 hari yang mana pada malam terakhirnya disebut Cap Go Meh. Malam tersebut juga dianggap sebagai Hari Valentine versi China. Pada momen ini, kebanyakan orang China menyatakan perasaannya.
Adapun jeruk mandarin sendiri dianggap sebagai simbol cinta tersebut. Pasalnya, jeruk mandarin punya rasa manis dengan sedikit asam, seperti halnya cinta.
Nah, itulah filosofi jeruk mandarin yang selalu dikaitkan dengan tradisi Imlek. Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2026 ini kamu bisa menyiapkan aneka hidangan lezat untuk merayakannya. U

















